Jual Hp Curian di Situs Online, Pemuda Ini Ditangkap Resmob Polres Parepare Dirumahnya

Tribratanews.polri.go.id – Polda Sulsel, Team Crime Hunter, Resmob Polres Parepare, lagi-lagi berhasil mengamankan pelaku pencurian handphone (HP). Pelaku yang diketahui bernama Yudistira alias Yudi Gagak (28), warga BTN  Permai, Kelurahan Bukit Indah, Kecamatan Soreang, Kota Parepare, berhasil dibekuk setelah Polisi sebelumnya mengamankan penadah atas nama Farid Idrus alias Farid (20) di Kota Makassar.

Kepala Unit (Kanit) Resmob Polres Parepare, Aiptu Faesal membenarkan, jika penadah barang hasil curian ini berhasil diamankan oleh Tim Carime Hunter di Jalan Urip Sumoharjo, tepatnya di wilayah flyover Makassar, saat hendak berangkat ke kampusnya. Sebelumnya sang penadah bertransaksi dengan pelaku via facebook di Forum Makassar Dagang berupa HP merek OPPO, type A57, warna hitam.

“Setelah kami mengantongi identitas penadah barang curian itu, tim kami pun langsung bergerak ke Kota Makassar, kemudian sang penadah kami amankan di Jalan Urip Sumoharjo atau tepatnya di flyover Makassar, sekitar pukul 15:30 Wita, dimana saat itu, penadah ini hendak berangkat ke kampus,” ungkapnya.

Setelah dilakukan introgasi terhadap penadah, kemudian pihaknya mencari bahan keterangan (baket) tentang pelaku pencurian itu, tak lama kemudian Team Crime Hunter Resmob Polres Parepare, langsung bergerak ke Parepare, dan pada pukul 05:00 Wita, pelaku pencurian berhasil ditangkap di rumahnya di Kompleks BTN Nyiur Permai, Kelurahan Bukit Indah, Parepare.

Keterangan dari pelaku, bahwa ia juga pernah melakukan aksi yang serupa yaitu pencurian HP merek OPPO, type A37 waran putih yang disimpan oleh korban di bawah sadel motor di jalan Sultan Hasanuddin, Kelurahan Ujung Sabbang, Kecamatan Soreang atau area sekitar Pasar Senggol, Parepare.

Pelaku juga diketahui merupakan resedivis yang pernah masuk Lembaga pemasyarakatan (Lapas) dengan kasus serupa, pada tahun 2017 kemarin, dan divonis 7 bulan penjara, serta baru keluar sekitar bulan yang lalu, kemudian pelaku melakukan aksi kejahatannya lagi.

Pelaku beserta dengan barang bukti berupa satu unit HP merek OPPO, serta satu unit sepeda motor jenis Yamaha MIO J warna hitam, dengan Nomor Polisi, DP 2149 LV yang digunakan pelaku saat melancarkan aksi kejahatannya, kini diamankan di Mapolres Parepare. (Humas Polres Parepare)

Hampir setiap hari kita disuguhi berita pencurian, sebenarnya faktor apa yang menyebabkan tindakan kriminalitas seperti pencurian, perampokan, pencopetan, jambret dan lainnya dari aspek sosial-psikologi adalah faktor endogen dan eksogen.

Faktor endogen adalah dorongan yang terjadi dari dirinya sendiri. Jika seorang tidak bijaksana dalan menanggapi masalah yang barang kali menyudutkan dirinya, maka kriminalitas itu bisa saja terjadi sebagai pelampiasan untuk menunjukan bahwa dialah yang benar.

Sementara faktor eksogen adalah faktor yang tercipta dari luar dirinya, faktor inilah yang bisa dikatakan cukup kompleks dan bervariasi. Kesenjangan sosial, kesenjang ekonomi, ketidak-adilan dan sebagainya, merupakan contoh penyebab terjadinya tindak kriminal yang berasal dari luar dirinya.

Pengaruh sosial dari luar dirinya itu misalnya, ajakan teman, tekanan atau ancaman pihak lain, minum-minuman keras dan obat-obatan terlarang yang membuat ia tidak sadar. Hawa nafsu yang sangat hebat dan kuat, sehingga dapat menguasai segala fungsi hidup kejiwaan. Sebab pengaruh ekonomi misalnya karena keadaan yang serba kekurangan dalam kebutuhan hidup, seperti halnya kemiskinan akan memaksa seseorang untuk berbuat jahat.

Kemiskinan merupakan penyebab dari revolusi dan kriminalitas. Kemiskinan diartikan sebagai suatu keadaan dimana seseorang tidak sanggup memelihara dirinya sendiri sesuai dengan taraf taraf kehidupan kelompok dan juga tidak mampu memanfaatkan tenaga mental maupun fisiknya dalam kelompok. Selain itu, faktor seseorang mencuri karena adanya kesempatan untuk menjadi pencuri.

Faktor lain sehingga seseorang mencuri, mencopet atau melakukan tindak kriminalitas adalah kehendak ingin bebas, keputusan yang hedonistik, dan kegagalan dalam melakukan kontrak sosial. Termasuk juga atavistic trait atau sifat-sifat anti-sosial bawaan sebagai penyebab perilaku kriminal. Faktor lainnya adalah hukuman yang diberikan pada pelaku tidak proporsional atau tidak memberikan efek jera.

Kriminalitas tidak bisa dihilangkan dari muka bumi ini. Adapun yang bisa dilakukan hanya mengurangi terjadinya aksi kriminal, melalui tindakan-tindakan pencegahan. Membatasi kesempatan seseorang bisa mencegah terjadinya tindakan kriminal untuk mencuri.

Kalau pencuri akan melewati pintu masuk dan kita sudah menguncinya, tentunya cara itu termasuk mengurangi kesempatan untuk mencuri. Jika seseorang pelaku aksi jambret atau copet mengambil sesuatu dari diri kita tanpa diketahui, sebaiknya menyimpan sesuatu barang pada posisi yang mudah kita lihat, ini merupakan cara untuk mengurangi/menghindari terjadinya aksi kejahatan pada diri kita.

Penulis : Sumarwan

Editor : Alfian

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password