Rampas Hp Anak SD, Remaja 18 Tahun Ini Menyerahkan Diri ke Polisi

Tribratanews.polri.go.id – Polda Sulsel, Pelaku perampasan HP di Jalan Datuk Ribandang menyerahkan diri di Polsek Tallo, Senin (05/02/18). Tersangka Curas ISD (18) warga Jalan Sunu Makassar diamankan di Polsek Tallo.

Kasubbag Humas Polrestabes Makassar Kompol La Ode Idris menerangkan, berawal dari hasil penyelidikan Timsus Polsek Tallo dari laporan warga sebagai korban Curas, korban menyebut ciri-ciri sepeda motor yang digunakan pelaku.

Dari ciri-ciri tersangka Timsus dipimpin Panit II Reskrim Polsek Tallo Ipda Muhiddin melakukan penyelidikan dan menemukan alamat tempat tinggal tersangka, kemudian kedua orang tua tersangka diminta untuk membawa, menyerahkan anaknya ke mako Polsek Tallo.

“Pada pukul 23.55 wita kedua orang tua tersangka membawa ISD ke Polsek Tallo”, ungkap Kompol La Ode Idris.

Tersangka di hadapan Polisi mengakui, sekitar pukul 19.30 wita di Jl. Datuk Ribandang 1 telah merampas Handphone Xiomi dari tangan seorang anak perempuan yang masih duduk di bangku sekolah dasar.

“Tersangka melakukan sendiri merampas HP korban”, jelasnya Kasubbag Humas Polrestabes Makassar.

Hingga saat ini lelaki ISD bersama barang bukti diamankan di Polsek Tallo untuk proses hukum lebih lanjut.

Pengamat Sosial khusus masalah kemiskinan dari Universitas Indonesia, Priadi Permadi mengatakan, fenomena pelaku aksi begal yang terjadi pada sejumlah kota besar di Indonesia merupakan bentuk kejahatan kriminal yang sejajar dengan masalah ekonomi. Kesenjangan sosial dan kesulitan hidup yang terjadi menjadi salah satu faktor pemicu kejahatan pelaku pembegalan di jalanan.

Pemicu lainnya kemudian ditambah dengan tidak adanya pemerataan lapangan kerja membuat masyarakat terutama pemuda dengan pendidikan rendah semakin sulit untuk mencari penghasilan. Untuk itu, masalah inilah yang utamanya perlu diatasi.

Tak hanya itu, menurut Priadi, faktor kriminal itu juga didorong dengan adanya iklan maupun film di televisi yang menunjukkan hidup bergelimangan harta. Akibatnya, orang pun akan menggunakan segala cara agar bisa menjadi seperti itu.

Selain itu, faktor penegakan hukum pun tak luput dari perannya dalam meningkatkan jumlah kriminalitas. Dengan jumlah aparat kepolisian yang kurang, ditambah faktor ekonomi para penegak hukum tersebut, menjadi faktor lainnya kriminalitas seperti pembegalan meningkat.

“Seharusnya penegak hukum pun memberikan hukuman yang setimpal bagi para pelaku kriminal tersebut. Jangan sampai kasus anak jalanan yang kemudian ditangkap dan bebas setelah ditebus menjadi salah satu faktor membuat anak jalanan tersebut berani melakukan kriminalitas lebih tinggi,” ucapnya.

Solusi yang dapat dilakukan untuk menghindarkan anak-anak dalam masalah seperti ini terutama orang tua dan pemerintah. Para orangtua seharusnya bersikap ekstra hati-hati dan memantau secara rutin setiap tahap perkembangan anaknya. Lalu pemerintah harus bekerja lebih maksimal lagi dalam mensejahterakan rakyatnya.

Misalnya, meringankan biaya pendidikan agar anak-anak memiliki ilmu dan skill yang bisa digunakan untuk meringankan beban orang tua mereka. Lalu memberikan dana/uang jatah bulanan kepada warga miskin. Membatasi jumlah penduduk tiap tiap pulau, sehingga tidak ada pertumbuhan yang terlalu tinggi di salah satu pulau/ pemindahan orang–orang ke pulau lain.

Penulis : Apri

Editor : Alfian

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password