Kunjungan Kerja di Kabupaten Luwu, Kapolda Sulsel Cek Kesiapan Personel Mengamankan Pilkada Serentak

IMG-20180203-WA0021

Tribratanews.polri.go.id – Polda Sulsel, Kapolda Sulsel Irjen Pol Umar Septono kembali melaksanakan kunjungan kerja ke Polres jajaran, kali ini Polres Luwu menjadi tempat silaturahmi Jenderal bintang dua ini. Kapolda datang bersama Karo Ops dan Dir Intel Polda Sulsel, Sabtu (03/02/18).

Kedatangan Kapolda Sulsel bersama rombongan disambut Kapolres Luwu, Dandim Luwu dan segenap Forkopimda Kabupaten Luwu. Diawal kegiatan Kapolda melaksanakan tatap muka  dengan para paslon pilkada Luwu, Ketua KPUD, Ketua Panwaslu, tokoh masyarakat, tokoh agama dan muspida Kab. Luwu di Aula Mapolres Luwu.

Diawal sambutannya Kapolda mengungkapkan salah tujuan dari kunjungan kerjanya adalah untuk melihat kesiapan Polres Luwu sebagai garda terdepan dalam mengamankan pilkada serta melakukan koordinasi dengan pihak terkait dalam menyukseskan Pilkada serentak di Sulawesi Selatan termasuk Kab. Luwu.

“Ini adalah silaturahmi saya selaku Kapolda yqng berikhtiar untuk mengamankan Sulsel dan sekitarnya,” ucap Kapolda.

Lebih lanjut Kapolda mengatakan bahwa secara umum situasi di Kab. Luwu masih kondusif namun kata Umar, Pilkada mempunyai dinamika yang perlu diwaspadai sehingga harus saling berkomunikasi aktif.

“Terima kasih yang sebesar-besarnya kepada hadirin sekalian yang telah bersama-sama menjaga Kab. Luwu sehingga kondisi sampai saat ini kondusif, meskipun dalam pendaftaran ada hal yang perlu dibicarakan,” pungkasnya.

Kedepannya, kata Umar, untuk bersama-sama menegakkan aturan yang ada, “Ketua KPUD Luwu agar tetap komitmen dengan aturan itu, Polri secara fisik akan mengamankan dan komitmen bersama TNI untuk mengamankan Pilkada serentak ini,” tuturnya.

Sebagai garda terdepan sekaligus penanggung jawab keamanan, Polri dalam hal ini Polda Sulsel mengharapkan tidak terjadi konflik dan agar silaturahmi tidak terpecah hanya karena berbeda paslon. Kapolda pun mengajak segenap tim sukses agar menjaga kondusifitas pilkada.

“Mari kita semua mengajak tim sukses masing-masing sehingga tidak membawa masyarakat dalam ranah pidana, kepastian hanya milik Allah, kita ikhtiar berserah diri kepada Allah,” ungkapnya.

Didepan hadirin Kapolda juga meningkatkan untuk tetap menjaga sholat 5 waktu meski dalam keadaan sibuk, “Sepenting apapun rapat tidak boleh meninggalkan shalat, bertugas sambil beribadah,” katanya.

Mari kita dukung rekan-rekan KPU dan Panwaslu untuk menyukseskan pilkada ini, beri masukan positif untuk diluruskan. Kepada tokoh agama Kapolda Sulsel mengharap agar para mereka senantiasa menyampaikan kepada masyarakat agar menjaga ukhuwah dalam penyelenggaraan pilkada serentak ini.

“Mohon tokoh agama dan ulama agar sampaikan silaturahmi (menjaga ukhuwah/persaudaraan), sarana pilkada ini hanya sarana memilih pemimpin di dunia, harus legowo menerima dan silaturahmi tetap terjaga,” ucapnya.

Diakhir tatap mukanya dengan para paslon pilkada Luwu, Ketua KPUD, Ketua Panwaslu, tokoh masyarakat, tokoh agama dan muspida Kab. Luwu di Aula Mapolres Luwu, Kapolda berharap agar pemimpin yang terpilih kelak merupakan kemauan rakyat dan sesuai pihan rakyat, ia berharap agar tidak ada korban konflik dan perpecahan serta silaturahmi harus tetap terjaga.

Selanjutnya Kapolda beserta rombongan menggelar tatap muka dengan personel Polres Luwu dan prajurit Kodim 1403 Sawerigading di halaman Polres Luwu. Kapolda mengungkapkan bahwa kunjungannya ini merupakan pengecekan kesiapsiagaan personel pengamanan pilkada serentak di Kab. Luwu.

Secara umum, kata Kapolda, situasi masih relatif kondusif dan dinamika semakin meningkat karena tahapan pilkada telah dimulai, dari sini setiap upaya coba untuk selalu tidak meremehkan masalah sekecil apapun, “Mindset kita adalah prediksi terburuk, setelah itu buat peta kerawanan yang setiap hari dievaluasi, kenapa? karena dinamika setiap jam dapat berubah,” tuturnya.

Kesiapan rencana optimal Polri bersama TNI adalah hal yang penting, agar bagaimana pilkada berjalan aman lancar, tidak ada konflik dan perpecahan, ada kerjasama Panglima TNI dan Kapolri untuk dilaksanakan pada jajaran tingkat bawah dan seterusnya.

Mantan Kapolda NTB ini mengharapkan agar mengeluarkan segenap upaya optimal dalam pengamanan pilkada serentak, “Semua harus turun di lapangan, Komandan turun di lapangan tidak boleh dikamar, backup seoptimal mungkin, maka dari itu siapkan backup sewaktu waktu jika terjadi permasalahan dan menurunkan Pamatwil sebagai bentuk kepedulian kepada wilayah,” ucapnya.

Kapolda kembali mengingatkan bahwa yang menentukan sukses tidaknya adalah Allah ta’ala, berserah diri kepada tuhan (bertawakkal), jangan sekali-kali sombong bahwa bisa menyelesaikan masalah, “Yang membuka hati masyarakat adalah Allah ta’ala untuk menjadi sabar dan ikhlas,” pungkasnya.

Lebih lanjut Kapolda mengatakan bahwa Pilkada ini adalah proses memilih pemimpin, akhiratnya adalah silaturahmi jangan sampai putus karena pilkada, persatuan dan kesatuan jangan dikorbankan. “Kita harus mendekati masyarakat secara emosional agar masyarakat menerima kita dengan kecerdasan spritiual, ibadah anda perlihatkan kepada masyarakat, harapannya baik ibadahnya baik pula perbuatannya,” ucapnya.

Ibadah kita tingkatkan, empati kita bangun, kata Kapolda, jangan cintai banggakan pangkat dan jabatan, letakkan ditangan agar bila terlepas tidak mengapa dan taruhlah dihati untuk menggapai keridhoan Allah ta’ala.

“Rakyat butuh kita datang pada saat masyarakat kesulitan, walaupun tidak menyelsesaikan masalah tapi paling tidak mereka dapat teman bicara, ha ini tentunya perlu dilatih,” katanya.

Diakhir pertemuan Kapolda mengucapkan terima kasihnya kepada segenap prajurit TNI dan Polri di Kabupaten Luwu, “Tolong bangun sinergitas, hanya kita (TNI-Polri) yang diharapkan bangsa dan masyarakat untuk mengamankan negeri ini,” tutupnya.

IMG-20180203-WA0038

 

 

 

 

 

 

IMG-20180203-WA0039

 

 

 

 

 

 

IMG-20180203-WA0029

Penulis :Sumarwan

Editor : Alfian

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password