Begal Makin Nekat, Polisi Makin Sigap

Tribratanews.polri.go.id, Makassar Sulsel – Samsul alias Son (30), seorang residivis begal ditembak petugas Polsekta Tamalate, Makassar, Rabu (18/1/2017) malam. Samsul buron sejak 2016, setelah diidentifikasi mendalangi perampokan di Jalan Dg Tata Raya, Makassar.

Selain dikenal nekat, pria bertato ini punya catatan kejahatan yang cukup panjang. Bebas dari penjara tahun 2015 atas kasus penikaman seorang anggota TNI, ia juga disebut terlibat dalam beberapa kasus kekerasan jalanan, penodongan dan pencurian sejak 2011.
“Dia termasuk buruan utama kita dalam kasus begal. Catatan kejahatannya sejak 2011. Sempat 4 tahun dia tak beroperasi karena dipenjara,” terang Kapolsekta Tamalate AKP Amrin AT.
Setelah bebas tahun 2015, Samsul kembali terlibat perampokan bersama dua rekannya di Jalan Dg Tata. Satu orang dibekuk malam itu, sementara Samsul dan satu lainnya lagi berhasil lolos.
“Sejak itu, Son (Samsul) terus kita buru. Dia juga sering menodong. Sepak terjangnya cukup meresahkan,” jelasnya.
Amrin mengatakan, penjara rupanya tidak membuat Samsul jera. Ia malah semakin menjadi-jadi. Sebelum ditangkap ada beberapa kasus kekerasan jalanan, seperti begal yang diduga ia dalangi. Oleh kepolisian Makassar, Son dikenal nekat. Ia tidak segan-segan melukai korbannya saat beraksi.
“Tersangka terpaksa kita lumpuhkan karena dia berusaha melarikan diri saat pengembangan. Saat ini Son masih diinterogasi. Kemungkinan banyak yang bisa kita korek dari keterangan terutama soal komplotan begal-begal di Makassar,” jelas Amrin.
Makassar dalam beberapa tahun terakhir memang diresahkan dengan aksi kawanan begal yang semakin nekat. Kawanan ini diindikasikan bekerja berkelompok. Uniknya, fenomena belakangan, kelompok ini banyak melibatkan anak-anak di bawah umur.
Kriminolog Universitas 45 Makassar Marwan Mas, mengatakan, fenomena begal adalah cermin dua sisi. Pertama dari sudut keamanan, ini menjadi tantangan tersendiri bagi polisi.
“Artinya kalau begal nekat, polisi dituntut lebih represif. Faktanya, begal tak segan menghabisi korbannya, nah sekarang polisi juga mesti lebih bertindak cermat,” katanya.
Kelompok ini memang terbilang nekat, karena dominan pelakunya adalah anak-anak di bawah umur. Apalagi, mereka biasanya beraksi setelah pesta miras atau dalam pengaruh narkoba.
Polisi kata Marwan, dalam tataran seperti ini dituntut bertindak lebih tegas demi keamanan orang banyak. Kedua, potensi-potensi tempat berkumpulnya kelompok ini harus bisa dideteksi dan dipersempit ruang geraknya.
Sisi kedua kata Marwan, ini adalah fenomena sosial perkotaan. Begal adalah buah dari ketimpangan sosial yang terjadi di masyarakat. Termasuk pengangguran dan ketertinggalan ekonomi yang makin suram.
Sosiolog Universitas Negeri Makassar Prof Andi Agustang, mengatakan, kriminalitas yang berkepanjangan tersebut membuat efek sosial, sehingga langkah yang perlu diambil pemerintah adalah pembinaan sejak dini kepada para pelaku yang nota bene masih berstatus pelajar.
“Langkah represif itu juga penting. Tapi tak kalah penting pembinaan mental. Nah ini domain pemerintah, karena faktor kesenjangan yang menjadi pemicunya,” sebut Prof Andi.
Selain itu kesenjangan sosial serta kurangnya perhatian orang tua dalam hal mendidik membuat anak-anak ikut arus dalam pergaulan bahkan ikut-ikutan mengonsumsi narkotika.
“Perhatian orang tua termasuk memberikan pengetahuan agama yang bersumber dari kearifan lokal harus menjadi pondasi mereka. Sebab akar masalah terciptanya kriminalitas karena pergaulan serta tidak adanya pemberian pengetahuan tentang sisi kemanusiaan,” tambahnya.
Persoalan begal atau kriminalitas dengan kekerasan, tambah guru besar UNM ini, tentu tidak satu pihak saja yang berperan baik dari kepolisian maupun pemerintah kota, tetapi semua pihak seperti keluarga terdekat maupun masyarakat.
“Solusinya adalah mencabut akar masalah sosial itu dengan bersama-sama semua pihak bersinergi untuk mengubah perilaku yang lebih beradab, tentunya dengan pendidikan agama dan kemanusiaan,” imbuhnya.

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password