Diduga Dendam, Syahrul Nekat Tikam Terdakwa Saat Persidangan

Tribratanews.polri.go.id, Bone Sulsel- Syahrul (31) terpaksa diamankan aparat keamanan dari Satuan Sabhara Polres Bone. Bagaimana tidak, dia mencoba membunuh terdakwa Jumardi (25) saat menjalani persidangan di Pengadilan Negeri Watampone, Selasa (17/01/2017).
Syahrul merupakan suami dan ayah dari keluarga yang dibantai terdakwa Jumardi pada 21 Oktober lalu. Isteri Syahrul, Harnisa dan anak perempuannya, anaknya Nur Sifiqah (4) serta anak pertamanya Nurul Asikin (9) tewas di tangan Jumardi. Mereka dibunuh dengan menggunakan sebilah parang.
Tidak sampai di situ, terdakwa kemudian membakar rumah korbannya. Beruntung, Nurul Asikin lolos dari maut karena disangka sudah meninggal oleh terdakwa.
Insiden penikaman terhadap terdakwa Jumardi mengakibatkan dirinya mengalami luka pada bagian perut. Saat ini korban menjalani perawatan medis secara intensif di Instalasi Rawat Darurat (IRD) RSUD Tenriawaru. Sementara itu Syahrul digiring ke Polres Bone untuk memertanggungjawabkan perbuatannya.
Wakapolres Bone Kompol Wahyudi Rahman mengungkapkan, insiden penikaman terdakwa Jumardi di ruang sidang berawal saat hakim mengambil sumpah dari pada saksi. Saat itu, tiba-tiba dari pihak keluarga dari korban yang keberatan dan langsung menyerang terdakwa kasus pembunuhan ibu dan anak itu.
“Peristiwa ini terjadi di ruang persidangan. Polisi yang melakukan pengamanan sempat kena sabetan benda tajam dari pada tersangka,” ungkap Wayudi Rahman.
Wahyudi Rahman mengatakan, pihaknya sudah melaksanakan pengawalan terhadap terdakwa Sesuai Standard Operasional Prosedur (SOP).
“Sesuai dengan permintaan JPU kita mengawal terdakwa dari rutan ke pengadilan. Insiden ini terjadi kan spontanitas. yang jelas kita sudah melangsungkan pengamanan yang semaksimal mungkin, semanusiawi sebagai anggota polri,” kata Wahyudi Rahman.
Sementara itu, Kapolres Bone, AKBP Raspani melalui Paur Humas Iptu Adenan menjelaskan, Syahrul bersama barang bukti berupa sebilah badik sudah diamakan di Polres Bone.
“Pelaku dan barang bukti sudah kami amankan sesaat setelah kejadian, dugaan sementara dipicu karena dendam, mengingat istri dan anak pelaku (Syahrul) diduga telah dibunuh oleh Korban (Jumardi) secara mengenaskan,” ujar Adenan.
Menangapi hal tersebut, akademisi Magister Hukum Universitas Hasanuddin, Nur Hindayani menilai penikaman di ruang pengadilan tersebut tidak mesti terjadi. Ini, kata dia, jika ada koordinasi baik antara kepolisian dan pihak pengamanan Pengedilan Negeri.
“Fatal akibatnya jika kita lalai sedikit saja mengawal setiap kasus persidangan di pengadilan,” ujarnya, Kamis (19/01/2017).
Ia menambahkan, pelaku penikaman dapat dikenakan pasal 351 tentang penganiyaan dengan hukuman lima tahun penjaran. apalagi pelaku berusaha melakukan aksinya di ruang persidangan.
“Jika terbukti ada unsur niat bisa dikenakan pasal percobaan pembunuhan,” tutupnya.

Admin Polri54150 Posts

tribratanews.polri.go.id "Portal Berita Resmi Polri : Obyektif - Dipercaya - Patisipatif"

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password