Timsus Polsek Rappocini Ungkap Pelaku Curat di Jalan Mallengkeri Makassar

Tribratanews.polri.go.id – Polda Sulsel, Timsus Polsek Rappocini berhasil mengamankan pelaku yang diguga melakukan pencurian dan pemberatan (curat) di Jalan Mallengkeri Makassar, Rabu (31/01/18) sekira pukul 21.00 Wita.

Penangkapan yang dipimpin oleh Pamit II Reskrim Polsek Rappocini  Ipda Nurtjayana, SH berhasil meringkus Lk. DH (18)  dirumahnya yang diduga telah mencuri sebuah TV LCD 32 inc merk Sharp, namun saat polisi berada disana tidak didapati barang bukti hasil curiannya tersebut.

Didepan polisi tersangka DH alias Danial mengakui bahwa bukan hanya dirinya yang melakukan tindak kejahatan itu melainkan bersama satu temannya yaitu Lk. AG (19) seorang warga Kab. Gowa yang ternyata merupakan DPO Polsek Rappocini, setelah itu kedua tersangka DH dan AG meminta bantuan kepada seorang temannya Lk. AT (19) untuk menjualnya pada lk. BH alias Tiar (32) seorang sopir angkutan umum yang tinggal di Jalan Daeng Ngade Makassar.

photo_2018-02-02_08-41-01-660x

Setelah mendengar pengakuan tersangka Timsus Polsek Rappocini langsung mendatangi rumah tersangka AG yang berada dijalan Bonto Laja Kab. Gowa namun Polisi tidak mendapati tersangka dirumahnya, Karena tidak mendapati pelaku AG Polisi pun langsung bergerak untuk mengamankan tersangka AT yang membantu menjual barang hasil curian tersebut setelah mengamankan pelaku AT Polisi kembali bergerak untuk mengamankan barang bukti yang berada dirumah si penadah BH.

Setibanya Polisi dirumah BH langsung mengamankan barang hasil kejahatan tersebut dan membawa BH ke Polsek Rappocini untuk dimintai keterangan. Didepan Polisi BH mengakui bahwa dirinya membeli TV curian tersebut dari AT seharga Rp. 1.130.000 juta ( satu juta serratus tiga puluh juta rupiah), adapun AT mengakui bahwa dirinya membantu DH dan AG untuk menjual TV curian tersebut kepada BH.

Akibat perbuatan pelaku korban  mengalamai kerugian sekitar Rp. 2.700.000 juta (dua juta tujuh ratus ribu rupiah). Sementara ini Polisi masih melakukan pengejaran terhadap tersangka AG agar segera dipertemukan dengan tersangka DH, AT dan BH di Polsek Rappocini, sedangkan pelaku DH, pelaku AT dan si penadah BH masih berada di Polsek Rappocini untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.

Pelaku kejahatan atau pelaku perilaku jahat di masyarakat tidak hanya dilakukan oleh anggota masyarakat yang sudah dewasa, tetapi juga dilakukan oleh anggota masyarakat yang masih anak-anak atau yang biasa kita sebut sebagai kejahatan anak atau perilaku jahat anak. Fakta menunjukkan bahwa semua tipe kejahatan anak itu semakin bertambah jumlahnya dengan semakin lajunya perkembangan industrialisasi dan urbanisasi.

Kejahatan yang dilakukan oleh anak-anak pada intinya merupakan produk dari kondisi masyarakatnya dengan segala pergolakan sosial yang ada di dalamnya. Kejahatan anak ini disebut sebagai salah satu penyakit masyarakat atau penyakit sosial. Penyakit sosial atau penyakit masyarakat adalah segala bentuk tingkah laku yang di anggap tidak sesuai, melanggar norma-norma umum, adat-istiadat, hukum formal , atau tidak bisa diintegrasikan dalam pola tingkah laku umum.

Kejahatan dalam segala usia termasuk remaja dan anak-anak dalam dasawarsa lalu, belum menjadi masalah yang terlalu serius untuk dipikirkan, baik oleh pemerintah, ahli kriminologi , penegak hukum, praktisi sosial maupun masyarakat umumnya. Perilaku jahat anak-anak dan remaja merupakan gejala sakit (patologis) secara sosial pada anak-anak yang disebabkan oleh salah satu bentuk pengabaian sosial.

Sehingga mereka itu mengembangkan bentuk tingkah-laku yang menyimpang. Pengaruh sosial dan kultural memainkan peranan yang besar dalam pembentukan atau pengkondisian tingkah-laku kriminal anak-anak dan remaja. Perilaku anak-anak  dan remaja ini menunjukkan tanda-tanda kurang atau tidak adanya konformitas terhadap norma-norma sosial.

Anak-anak dan remaja yang melakukan kejahatan itu pada umumnya kurang memiliki kontrol-diri, atau justru menyalahgunakan kontrol-diri tersebut, dan suka menegakkan standar tingkah-laku sendiri, di samping meremehkan keberadaan orang lain. Kejahatan yang mereka lakukan itu pada umumnya disertai unsur-unsur mental dengan motif-motif subyektif, yaitu untuk mencapai satu objek tertentu dengan disertai kekerasan.

Pada umumnya anak-anak dan remaja tersebut sangat egoistis, dan suka sekali menyalahgunakan dan melebih-lebihkan harga dirinya. Adapun motif yang mendorong mereka melakukan tindak kejahatan itu antara lain adalah :

1.Untuk memuaskan kecenderungan keserakahan.

2.Meningkatkan agresivitas dan dorongan seksual.

3.Salah-asuh dan salah-didik orang tua, sehingga anak tersebut menjadi manja dan lemah   mentalnya.

4.Hasrat untuk berkumpul dengan kawan senasib dan sebaya, dan kesukaan untuk meniru-niru.

5.Kecenderungan pembawaan yang patologis atau abnormal.

6.Konflik batin sendiri, dan kemudian menggunakan mekanisme pelarian diri serta pembelaan diri yang irrasional.

Penulis : Harmeno

Editor : Alfian

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password