POLISI ROLE MODEL : Bripka Nizwar Bangun Sarana Pelatihan Bahasa Inggris Dan Arab Di Desa Terpencil

tribratanews.polri.go.id – Polres Luwu Timur, Bripka Nizwar, satu-satunya anggota Polres Lutim yang diusulkan ke Polri sebagai anggota Polri berprestasi mewakili Polres Lutim. Kelebihan Nizwar mampu menciptakan perubahan pendidikan di desa terpencil di wilayah Mahalona, Kecamatan Towoti.

Kapolres Lutim Saat Mengunjungi Lembaga Pelatihan Yang Dibangun Oleh Bripka Nizwar
Kapolres Lutim Saat Mengunjungi Lembaga Pelatihan Yang Dibangun Oleh Bripka Nizwar

Kapolres Lutim, AKBP Parajohan Simanjuntak, Kamis (19/1), menjelaskan, semenjak ditugaskan menjadi Babinkamtibmas di Desa Mahalona, Nizwar membuat terobosan yang tidak bisa dilakukan anggota Polri di Lutim lainnya.”Dia membina anak-anak di Mahalona untuk belajar mengaji dan belajar berbahasa Inggris,” ujarnya.

Parajohan menjelaskan, Nizwar mampu membangun tempat belajar yang layak dan dia sendiri yang menjadi guru pembimbingnya. Dia juga yang menyiapkan segala kelengkapan belajar, seperti buku bahasa Inggris termasuk kamus dan Al Qur’an.

Kelas Bahasa Inggris
Kelas Bahasa Inggris

Alhasil, sudah banyak anak-anak di desa tersebut cakap berbahasa Inggris dan mengaji dengan baik. Terakahir dia membawa anak didiknya ke Kabupaten Tanah Toraja untuk berinteraksi secara langsung dengan turis sebagai evaluasi kecakapan menguasai bahasa Inggris.

Yang dilakukan Bripka Nizwar ini juga membantu pemerintah daerah untuk mendapatkan pendidikan yang sama. “Sekarang anak asuhnya sudah lebih seratus orang dan mereka yang dinyatakan lulus diberikan sertifikat yang disahkan Dinas Pendidikan Lutim,” jelasnya.

Untuk itulah, Kapolres merasa kagum dengan anggotanya, selain mampu menjalankan tugas Kepolisian-nya, dia juga mampu menciptakan perubahan di desa tersebut, sehingga dia yang dilaporkan ke Polri sebagai anggota Polri berprestasi dari Lutim.

Kelas Bahasa Arab
Kelas Bahasa Arab

Nizwar saat dikonfirmasi mengaku, tidak menyangka kalau upayanya di Desa Mahalona diperhatikan atasannya. Motivasinya membimbing anak-anak di Mahalona karena miris melihat kondisi anak-anak di Mahalona. “Sekarang bangunan semi permanen sudah berdiri, bahkan sudah berkativitas. Awalnya, memang sedikit yang berminat, tapi seiring dengan waktu malah membludak, bahkan mencapai seratusan orang lebih,” kata Nizwar.

Penulis: Rahim (rakyatsulsel.com)

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password