Dua Pelaku Begal di Makassar Kembali Diringkus Aparat Polsek Tamalanrea

Tribratanews.polri.go.id – Polda Sulsel, Resmob Polsek Tamalanrea berhasil  menangkap dua pelaku begal (Curas) di Jalan Poros BTP Blok M, Senin (29/01/18). Keduanya berinisial FT alias Aco (16) dan IF (17) warga Jalan Kesatuan Makassar.

Kasubbag Humas Polrestabes Makassar Kompol La Ode Idris menarankan, Berawal kedua pelaku bertemu di Jl. Kemauan kec Makassar, lelaki FT alias Aco menyiapkan sepeda motor, semntara lelaki IF menyiapkan panah dengan dua buah anak busur, kemudian keduanya berboncengan menuju BTP.

Setiba di BTP, kedua pelaku mutar-mutar cari sasaran aksi Jambret, saat di blok M pelaku menemukan korbannya seorang wanita sementara main HP sambil jalan kaki.

Pelaku kemudian mendekati korban dan langsung menarik HP milik korban. Seteĺah mengambil HP pelaku melarikan diri dengan membelok mengarah pintu gerbang BTP, melihat pelaku belok, korban berusaha mencegat keduanya namun pelaku  menabrakan motornya ke arah korban, akibatnya korban terjatuh dan mengalami luka.

Kedua pelaku terjatuh dan berusaha melarikan diri masuk ke dalam perumahan BTP blok M, berkat kesiagapan personil opsnal Polsek Tamalanrea dibantu oleh Babinsa dan warga sekitar berhasil mengamankan kedua pelaku.

Warga di sekitar tkp yang menyaksikan sempat melakukan pemukulan terhadap kedua pelaku, mengakibatkan pelaku mengalami luka memar.

Pelaku mengakui membuang HP korban yang dijambret pada saat dilakukan pengejaran oleh team Resmob Polsek Tamalanrea, namun pada saat dilakukan pengecekan di TKP barang bukti HP tersebut tidak ditemukan.

Kompol La Ode Idris mengatakan, kedua tersangka sudah lama diintai oleh anggota opsnal, kedua tersangka sudah sering melakukan aksinya di wilayah hukum Polsek Tamalanrea dan meresahkan masyarakat yang melintas di Jalan Perintis Kemerdekaan dan sekitarnya.

Pelaku dan barang bukti dua buah anak busur, satu buah ketapel dan sepeda motor yang digunakan melakukan aksinya diamankan di Polsek Tamalanrea untuk proses hukum lebih lanjut.

Pengamat Sosial khusus masalah kemiskinan dari Universitas Indonesia, Priadi Permadi mengatakan, fenomena pelaku aksi begal yang terjadi pada sejumlah kota besar di Indonesia merupakan bentuk kejahatan kriminal yang sejajar dengan masalah ekonomi. Kesenjangan sosial dan kesulitan hidup yang terjadi menjadi salah satu faktor pemicu kejahatan pelaku pembegalan di jalanan.

Pemicu lainnya kemudian ditambah dengan tidak adanya pemerataan lapangan kerja membuat masyarakat terutama pemuda dengan pendidikan rendah semakin sulit untuk mencari penghasilan. Untuk itu, masalah inilah yang utamanya perlu diatasi.

Tak hanya itu, menurut Priadi, faktor kriminal itu juga didorong dengan adanya iklan maupun film di televisi yang menunjukkan hidup bergelimangan harta. Akibatnya, orang pun akan menggunakan segala cara agar bisa menjadi seperti itu.

Selain itu, faktor penegakan hukum pun tak luput dari perannya dalam meningkatkan jumlah kriminalitas. Dengan jumlah aparat kepolisian yang kurang, ditambah faktor ekonomi para penegak hukum tersebut, menjadi faktor lainnya kriminalitas seperti pembegalan meningkat.

“Seharusnya penegak hukum pun memberikan hukuman yang setimpal bagi para pelaku kriminal tersebut. Jangan sampai kasus anak jalanan yang kemudian ditangkap dan bebas setelah ditebus menjadi salah satu faktor membuat anak jalanan tersebut berani melakukan kriminalitas lebih tinggi,” ucapnya.

Solusi yang dapat dilakukan untuk menghindarkan anak-anak dalam masalah seperti ini terutama orang tua dan pemerintah. Para orangtua seharusnya bersikap ekstra hati-hati dan memantau secara rutin setiap tahap perkembangan anaknya. Lalu pemerintah harus bekerja lebih maksimal lagi dalam mensejahterakan rakyatnya.

Misalnya, meringankan biaya pendidikan agar anak-anak memiliki ilmu dan skill yang bisa digunakan untuk meringankan beban orang tua mereka. Lalu memberikan dana/uang jatah bulanan kepada warga miskin. Membatasi jumlah penduduk tiap tiap pulau, sehingga tidak ada pertumbuhan yang terlalu tinggi di salah satu pulau/ pemindahan orang–orang ke pulau lain.

Penulis : Sumarwan

Editor : Alfian

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password