Terlibat Curanmor, Dua Pelajar dan Seorang Buruh Bangunan di Takalar Diamankan Polisi

Tribratanews.polri.go.id – Polda Sulsel, Kembali unit Reskrim Polsek Polut di backup unit Intelkam dan Unit Sabhara Polsek Polut yang dipimpin Oleh Kapolsek Polut AKP Abdul Halim dan Kanit Reskrim Polsek Polut Bripka Suaib menangkap pelaku kasus tindak pidana pencurian kendaraan bermotor (Curanmor) di Ling Lembang Kel. Matompodalle Kec. Polut  Selasa 30/01/18.

Pelaku yang di ketahui wahyu alias Aco (18) Pekerjaan Buru Bangunan, dusun Bontorannu Desa Massamaturu, Renaldi Alias Dansi (14) Pelajar, dusun Maccini Baji Desa Balangtanaya,Kasnul Alias Tarra (15) Pelajar dusun Panaikang Desa Balangtanaya.

Unit Reskrim Polsek Polut mengamankan 1 (satu) Unit Sepeda motor Honda Beat warna biru putih DD 2170 CO dengan Nmr Rangka MH1JF5130CK, Nmr mesin JF51E-3773645 Sesuai laporan Polisi Nmr LP /11/I/2018/Samapta/Sek Polut, Tanggal 25 Januari 2018.

Penangkapan pelaku Tindak pidana Curanmor kemudian di lakukan interogasi oleh Unit Reskrim Sek Polut dan ke dua pelaku menunjuk pelaku lainnya yang berdomisili di Dsn Panaiakang Desa Balangtanaya  Pkl 01.10 wita gabungan unit Reskrim dan Unit Intel Sek Polut di pimpin Kaposlek Polut Akp Abd. Halim, S.Sos kemudian melakukan penangkapan di rumah pelaku Penunjukan dan mengamankan pelaku berikut 1 (satu) Unit Yamaha Mio J warna putih DD 4412 LJ warna putih yang tidak di lengkapi surat-surat.

Pukull. 02.00 wita Unit Reskrim Sek Polut melalukan interogasi kembali terhadap ke tiga pelaku dan mengakui telah melakukan 2 (dua) kali tindak pidana pencurian di wilayah hukum Sek Polut.

Untuk sementara gabungan unit Reskrim dan Intel Sek Polut melakukan upaya pengembangan pencarian BB yang diakui ke 3(tiga) pelaku yang terjadi pada tanggal 04 Januari 2018 TKP Mushallah Nurul Iman II Kompleks Perum PG Takalar BB 1(satu) unit Sepeda motor Honda Supra Fit

Ketiga pelaku tersebut diamankan di Polsek Polut Guna penyidikan lebih lanjut sesuai hukum yang berlaku.

Seperti yang dikeluhkan oleh sebagian besar masyarakat, dimana ulah pelaku pencurian sepeda motor (curanmor) semakin merajalela. Bukan hanya di tempat sepi, para pelaku curanmor pun juga tak berpikir panjang berulah di lokasi yang penuh keramaian.

Bahkan, aksi pencurian kendaraan bermotor makin terbilang nekat melakukan aksi kejahatannya, meskipun di lokasi yang ramai, juga banyak terjadi seperti di areal parkiran. Pelaku berulah dengan cepat, sehingga sulit terlacak oleh pemilik kendaraan. Peralatan mencuri kendaraan bermotor pun semakin canggih.

Penyebab pencurian pun juga beragam dan terkesan banyak juga yang sepele. Ada yang ditaruh di parkiran kemudian raib, lantas ada juga yang diserobot di jalan, bahkan ada juga yang karena sepele seperti karena ditinggal memancing, ditinggal belanja di dasar dan lainnya.

Dengan kondisi semacam itu, maka hal ini memberi sinyal kepada kita semua para pemilik motor untuk lebih ekstra hati-hati dan waspada bahwa pelaku-pelaku pencuri motor mengintai kekayaan motor kita. Bisa jadi, semakin banyaknya motor yang dicuri lantaran jumlah sepeda motor juga bertambah sangat banyak di masyarakat. Maka wajar jika pencurian sepeda motor juga banyak yang memenuhi laporan kantor polisi.

Kita tentu tidak bisa melarang pengetatan kepemilikan sepeda motor di masyarakat. Karena bagaimana pun alat transportasi ini memang dibutuhkan masyarakat untuk kemudahan mobilitas. Namun yang bisa dilakukan adalah memberikan imbauan agar masyarakat pemilik sepeda motor lebih berhati-hati dan waspada. Ketika ditinggal parkir maka harus dipastikan sepeda motor sudah terkunci.

Jangan sampai angka pencurian sepeda motor terus bertambah di masyarakat. Hal itu akan menjadi preseden buruk bagi rasa keamanan masyarakat. Meski sebenarnya penyebab kriminalitas pencurian sepeda motor itu bukan semata-mata karena faktor aparat keamanan tetapi juga karena keteledoran pemilik yang menyebabkan munculnya kesempatan pelaku beraksi.

Untuk itu, kita semua berkewajiban mengeliminasi kasus-kasus pencurian sepeda motor. Tugas terdepan memang ada di pundak aparat kepolisian selaku penjaga keamanan masyarakat. Kita khawatir jika setiap hari masyarakat disuguhi kasus-kasus atau kejadian pencurian sepeda motor maka akan menimbulkan kekhawatiran di masyarakat akan minimnya rasa aman. Atau setidaknya masyarakat akan berkurang rasa percayanya kepada kinerja aparat kepolisian.

Untuk itu, salah satu cara lain untuk menekan maraknya aksi pencurian sepeda motor ini adalah dengan melakukan tindakan keras dan tegas kepada pencuri sepeda motor itu. Sehingga akan meningkatkan rasa aman di mata masyarakat, utamanya bagi pemilik kendaraan sepeda motor.

Penulis : Harmeno

Editor : Alfian

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password