Urai Kemacetan di Jalan WR. Supratman dan Diponegoro, Polresta Manado Lakukan Rekayasa Lalu Lintas

Tribratanews.polri.go.id, Polda Sulawesi Utara – Kemacetan di ruas Jalan WR. Supratman dan Jalan Diponegoro mendapat perhatian khusus dari Satuan Lalu Lintas (Sat Lantas) Polresta Manado. Pasalnya, di dua ruas jalan tersebut sering terjadi penumpukan kendaraan oleh rutinitas menurunkan dan menaikkan pelajar yang berimbas menimbulkan kemacetan.

Diketahui, ada empat sekolah dengan jumlah pelajar cukup banyak yang berlokasi di Jalan WR. Supratman, yakni SMP Negeri 1 Manado, SMA Frater Don Bosco, SMA Xaverius dan TK Islamic Center. Sedangkan di Jalan Diponegoro terdapat sekolah Yayasan Eben Haezer.

Kapolresta Manado, Kombes Pol FX. Surya Kumara melalui Kasat Lantas, Kompol Marganda Aritonang menjelaskan, pihaknya memberlakukan rekayasa arus lalu lintas bagi kendaraan yang melewati kedua jalan tersebut.

“Rekayasa lalu lintas kami anggap penting karena ada empat sekolah yang saling berdekatan, dengan jumlah siswa yang sangat banyak,” ujar Kasat Lantas, Minggu (28/01/2018).

Rekayasa lalu lintas yang dimaksud adalah, dengan memberlakukan sistem ‘drop off’ dan melarang adanya parkir di sepanjang kedua sisi jalan. “Kendaraan hanya menurunkan atau menaikkan anak sekolah, lalu langsung jalan lagi,” tambah Kasat Lantas.

Waktu penerapan, lanjutnya, saat jam masuk sekolah antara pukul 06.00 hingga 08.00 WITA dan saat pulang sekolah, sekitar pukul 12.00 hingga 14.00 WITA. “Kendaraan juga dilarang memutar arah karena akan terjadi crossing yang bisa menyebabkan perlambatan dan berujung kemacetan,” imbuhnya.

Dalam penerapan rekayasa lalu lintas ini, Polresta Manado juga sudah bekerjasama dengan pihak Museum Provinsi Sulawesi Utara, yang berada di seberang SMP Negeri 1 Manado. Kantor Museum yang mempunyai halaman cukup luas ini, akan dijadikan lokasi ‘drop off’ kendaraan yang datang dari arah Jalan Diponegoro.

Para pelajar setelah turun dari kendaraan selanjutnya diseberangkan oleh anggota Polantas ke sekolah. Rekayasa lalu lintas akan terus disosialisasikan kepada orang tua, pengantar dan penjemput pelajar. “Tapi jika nantinya ada yang melanggar, akan ditindak,” tegas Kasat Lantas.

Dirinya berharap, melalui sosialisasi warga akan mematuhi peraturan tersebut. Sejumlah personel Polantas akan ditempatkan di lokasi, yakni tiga personel di depan SMP Negeri 1 Manado, dua di TK Islamic Center dan empat di Yayasan Eben Haezer. “Karena di sekolah tersebut siswanya banyak dan jalan di situ terbilang sempit,” pungkasnya.

Penulis: Irma
Editor: Alfian
Publish: Rony

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password