Kurang dari Satu Jam, Dua Pelaku Curas di Soppeng Berhasil Dibekuk Polisi

Tribratanews.polri.go.id – Polda Sulsel, Dua pelaku pencurian dengan kekerasan yang terjadi di Jl. Kemakmuran Soppeng pada Minggu 28/1/18 malam dibekuk tim Kalong Polres Soppeng.

Kedua pelaku RN (17) dan AD (23) dibekuk kurang dari sejam usai melakukan aksi jambret di Jl Kemakmuran Soppeng.

Kedua pelaku harus menerima timah panas petugas Kepolisian lantaran berusaha kabur dari kejaran petugas.

Aiptu Asdar S.Sos Kanit Resmob Polres Soppeng yang memimpin penangkapan mengungkapkan kedua pelaku sudah diamankan di Polres Soppeng setelah sebelumnya dilarikan ke RSUD Latemmamala Soppeng untuk mendapatkan perawatan. (Tribratanewspolressoppeng.com)

Kriminalitas yang dilakukan oleh remaja-remaja di Indonesia disebabkan oleh sejumlah faktor diantaranya pergaulan yang kebablasan, tekanan ekonomi, kepadatan lalu lintas, pertumbuhan penduduk yang tinggi, serta mudahnya mendapatkan barang terlarang seperti narkotika dan psikotropika.

Faktor psikologis di kasus ini yaitu faktor yang timbul dari dalam diri anak-anak itu sendiri yang ingin bergaul dengan orang lain sampai-sampai kebablasan. Lalu dilihat dari Faktor ekonomis yaitu tekanan ekonomi yang di alami anak-anak itu yang mayoritasnya adalah dari keluarga yang mengalami kemiskinan. Lalu dilihat dari Faktor sosiologis yang mencakup tentang faktor sosial yaitu pertumbuhan penduduk yang tinggi yang menimbulkan kepadatan lalu lintas, sehingga hal ini dianggap menjadi kesempatan yang baik untuk melakukan kejahatan.

Solusi yang dapat dilakukan untuk menghindarkan anak-anak dalam masalah seperti ini terutama orang tua dan pemerintah. Para orangtua seharusnya bersikap ekstra hati-hati dan memantau secara rutin setiap tahap perkembangan anaknya. Lalu pemerintah harus bekerja lebih maksimal lagi dalam mensejahterakan rakyatnya.

Misalnya, meringankan biaya pendidikan agar anak-anak memiliki ilmu dan skill yang bisa digunakan untuk meringankan beban orang tua mereka. Lalu memberikan dana/uang jatah bulanan kepada warga miskin. Membatasi jumlah penduduk tiap tiap pulau, sehingga tidak ada pertumbuhan yang terlalu tinggi di salah satu pulau/ pemindahan orang–orang ke pulau lain.

Banyaknya kasus pencurian juga rata-rata didominasi karena motif ekonomi. Ini adalah biang keladi dan dianggap sebagai motif yang utama seseorang melakukan tindak kejahatan pencurian baik curas (pencurian dengan tindak kekerasan) maupun pencurian dalam bentuk yang lain.

Penulis : Harmeno

Editor : Alfian

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password