Pilkada Serentak, AKBP I Wayan Suparta, S.H. Sampaikan Enam Imbauan kepada Masyarakat

Tribratanews.polri.go.id – Polda Bali, Analis Kebijakan Muda Direktorat Sabhara Polda Bali, AKBP I Wayan Suparta, S.H. melaksanakan dialog interaktif di Radio AR 104.40 FM, Jalan Ciung Wanara, Denpasar, Jumat (26/1/2018). Acara yang dimulai pukul 14.00 Wita ini mengambil topik “Peran Dit Sabhara dalam Operasi Mantap Praja Agung 2018 tentang Pengamanan Pilkada Serentak”.

Diawal acara, AKBP I Wayan Suparta, S.H. menjelaskan tentang tugas pokok Polri sesuai UU No. 2 Tahun 2002. Dalam Pasal 13 dijelaskan bahwa tugas pokok Polri adalah sebagai pemelihara Kamtibmas, penegak hukum serta melindungi, mengayomi dan melayani masyarakat.

Berkaitan dengan Pilkada, Dit Sabhara ditekankan tugasnya sebagai pelindung, pengayom dan pelayan masyarakat. Ruang lingkupnya adalah orang, barang dan kegiatan Pilkada itu sendiri, karena tanggung jawab pengamanan diberikan pada Polri.

Perwira melati dua asal Tabanan ini mengatakan, Direktorat Sabhara turut terlibat dalam pengamanan Pilkada serentak dengan sandi “Ops Mantap Praja Agung 2018”. Sebanyak 105 personel dilibatkan dalam operasi ini, dengan rincian 60 personel bertugas pada Satgas Tindak, 35 personel pada Satgas Cekal, 9 personel bertugas di Posko dan sebagai Kaopsda-nya adalah Direktur Sabhara Polda Bali, Kombes Pol. Drs. I Wayan Pinatih, M.M.

Digelarnya operasi ini, agar Pemilukada yang dilaksanakan di Bali berjalan dengan aman, tertib, lancar dan damai. Semua itu bisa terwujud apabila seluruh lapisan masyarakat ikut berperan aktif.

“Tanpa peran masyarakat akan sulit menciptakan keamanan dan ketertiban masyarakat. Maka dari itu, perlunya partisipasi dari masyarakat dalam mensukseskan Pemilukada,” ucapnya.

Pada dialog interaktif itu, Mantan Kasubdit I Ditresnarkoba Polda Bali ini menyampaikan enam imbauan kepada masyarakat. Pertama, bagi pendukung para Paslon hemdaknya tetap menjaga etika komunikasi, kesatuan dan persatuan sehingga terjalin kerukunan diantara Paslon pendukung dan masyarakat. Kedua, persatuan dan kesatuan tetap diutamakan agar perhelatan politik itu bisa berjalan dengan baik, lancar dan kondusif.

Ketiga, hindari konflik antar pendukung Paslon, hendaknya saling hormat menghormati dengan tujuan agar penyelenggaraan Pilkada dapat berjalan dengan aman dan damai. Keempat, jangan terprovokasi berita-berita yang negatif pada medsos yang tidak sesuai dengan fakta sehingga akan menimbulkan permasalahan.

Kelima, mari kita rapatkan barisan sehingga toleransi terjaga antar umat beragama di Bali dan patuhi peraturan serta ketentuan-ketentuan yang sudah diatur oleh pemerintah. Keenam, gunakan hak pilih dengan baik sesuai hati nurani, untuk memilih pemimpin masa depan dan dapat menjalankan amanah masyarakat Bali yang baik.

“Itulah imbauan kami dalam rangka menyambut Pemilukada serentak 2018 dan untuk menghasilkan pemimpin yang baik, berkualitas untuk masyarakat Bali kedepan. Mari kita bersama-sama mengambil sikap yang dapat mewujudkan Pemilu yang damai,” tutupnya.

Penulis : Bina Wartawan

Editor   : Sarjana

Publish : Windyasa

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password