Saat Berkunjung di Pondok Pesantren Tertua di Trenggalek, Bangunan Sudah Ada Sejak Zaman Majapahit

Tribratanews.polri.go.id – Polda Jatim – Polres Trenggalek – Kepolisian Resort Trenggalek kembali menggelar Safari Jumat yakni program sowan ulama sekaligus salat Jumat berjamaah bersama masyarakat. Dipimpin langsung oleh Kapolres Trenggalek AKBP Didit Bambang Wibowo S, S.I.K., M.H., rombongan yang berisi Pejabat Utama dan perwira staf Polres Trenggalek ini bergerak menuju kediaman KH. Fatah Muin di lingkungan Pondok Pesantren Babul Ulum Durenan, Jumat (26/01).

Dalam kesempatan tersebut, Kapolres menyampaikan, selain bersilaturahmi, tujuan mendasar dari kunjungan tersebut adalah sowan ulama serta meminta petunjuk dan dukungan agar stabilitas Kamtibmas di Trenggalek tetap terjaga dengan baik.

“Kami tak bisa bekerja sendiri, dukungan dan saran masukan dari para Kyai dan ulama sangat kami butuhkan” ucap AKBP Didit.

Dari Pondok Pesantren Babul Ulum Durenan, rombongan menuju pondok pesantren Hidayatut Thullab atau yang lebih dikenal dengan sebutan Pondok Tengah yang berada di Desa Kamulan Kecamatan Durenan untuk silaturahmi sekaligus salat Jumat bersama santri dan masyarakat sekitar.

Sebagai informasi, Pondok Tengah merupakan salah satu Ponpes tertua di Trenggalek. Dari berbagai literatur menyebutkan bahwa Pondok tengah sudah ada sejak zaman Majapahit sekitar tahun 1790 yang didirikan oleh Kyai Yunus yang masih merupakan kerabat Kerajaan Mataram. Disebut Pondok Tengah karena di Desa Kamulan ada lima pondok pesantren, sedangkan pesantren ini berada di tengah. Saat ini Ponpes Hidayatut Thullab diasuh oleh KH Thoha Munawar, KH Mahmud Ihsan dan KH Baha’udin.

Dalam sambutannya di depan jamaah usai salat Jumat, AKBP Didit mengatakan, kedatangan rombongan kepolisian dari Polres Trenggalek ini bertujuan untuk bersilaturahmi dengan para santri dan masyarakat serta menampung aspirasi terkait dengan Kamtibmas di Trenggalek.

Dijelaskan pula, untuk menjaga Kamtibmas kondusif Polres Trenggalek telah menggelar beberapa program unggulan seperti Kami Peduli Sesama atau KPS, Silaturahmi Kamtibmas yang menghadirkan tokoh masyarakat dan tokoh agama berpengaruh, serta Safari Jumat sebagaimana yang dilaksanakan hari ini.

“Dalam waktu dekat kami juga akan melaksanakan pengajian umum, dzikir dan shalawat di Mapolres. Silahkan bagi yang berkenan untuk ikut hadir dan meramaikan” jelas AKBP Didit.

Terkait dengan Pilkada 2018, AKBP Didit berharap pesta demokrasi yang akan digelar beberapa bulan lagi ini masyarakat tetap guyup rukun dan tidak terpecah belah. Siapapun pemimpinnya adalah kemenangan semua masyarakat.

“Tak seharusnya Pilkada menjadikan kita terpecah belah. Pilihan boleh beda tapi persaudaraan harus tetap dijaga” ucapnya.

Kapolres menegaskan, kedudukan Polri dalam Pilkada adalah sebatas menjalankan tugas bidang keamanan. Polri harus netral dan tidak memihak.

“Kapasitas Polri adalah sebagai penjaga Kamtibmas. Tidak lebih. Anggota juga sudah saya instruksikan untuk menjaga netralitas dan dilarang keras terlibat politik praktis atau dukung mendukung Paslon. Baik langsung maupun tidak langsung” tegas AKBP Didit.

7e70b58f-c8dd-4479-80fd-01b79590723eDalam perjalanan menuju Mapolres, rombongan Kapolres Trenggalek menyempatkan diri berziarah ke makam gunung cilik dan makan Syekh Abdul Mahsyir atau Mbah Mesir salah satu tokoh agama berpengaruh di zamannya.

Penulis : Ady / Polres Trenggalek Jatim
Editor : Alfian Nurnas
Publish : Handoko / Polres Trenggalek Jatim

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password