Tiga Personil Polsek Kuala Behe Backup Kepala Desa Tertibkan Ternak Babi

 

Tribratanews.polri.go.id – Polda Kabar-Polres Landak. Pemeliharaan ternak babi dengan cara dilepas bebas berkeliaran dimasa sekarang ini telah memunculkan Pro-kontra di kalangan masyarakat itu sendiri, karena banyak menimbulkan masalah sosial di masyarakat.

Menyikapi hal tersebut Kepala desa angkanyar kecamatan kuala behe kabupaten landak ATON disekitar bulan oktober 2017 melakukan rapat di desanya dan membuat kesepakatan yang melibatkan beberapa pihak dan diperoleh kesepakatan bahwa dalam memelihara ternak Babi mewajibkan untuk di kandangkan dan memberikan waktu lebih kurang selama 3 bulan dari bulan oktober 2017 sampai dengan tanggal 5 januari 2018, jika ditemukan ternak babi yang masih di lepas berkeliaran maka akan dilakukan penembakan.

Kepala desa melihat sampai batas waktu yang di tentukan telah lewat, namun masih ditemukannya hewan ternak babi masih berkeliaran, kepala desa pada hari Jumat (19/1/18) berkoordinasi dengan Kapolsek kuala behe Ipda Supardi dan meminta bantuan personilnya dalam rangka membackupnya untuk melakukan penertiban hewan ternak yang tidak di kandangkan, maka kemudian Kapolsek memerintahkan 3 (tiga) orang personilnya yaitu Kasi Humas Aiptu Petrus Len dan 2 orang Bhabinkamtibmas Bripka M. Harmoko dan Bripka H.C Simatupang.

Kamis (25/1/18) Kepala desa angkanyar ATON beserta perangkatnya, Sekretaris kecamatan kuala behe SUMIJO, 3 personil Polsek kuala behe dan Linmas desa angkanyar secara bersama-sama melakukan patroli / penyisiran di sekitar desa angkanyar dan menemukan beberapa ekor babi yang masih tetap tidak di kandangkan dan masih bebas berkeliaran maka dilakukan penembakan dengan menggunakan senapan angin dan dari hasil penertiban hari pertama tersebut terpaksa dilakukan penembakan babi hingga sebanyak 13 ekor karena ditemukan masih berkeliaran.

Kapolsek menjelaskan bahwa pihaknya mendukung sepenuhnya yang telah dilakukan Kepala desa angkanyar sebab pemeliharaan ternak babi dengan tidak dikandangkan / dibiarkan bebas berkeliaran sangat banyak sekali dampak sosialnya dalam lingkungan perumahan penduduk, sehingga tidak mengherankan jika terjadi Pro-kontra di tengah-tengah masyarakat itu sendiri, sebab babi adalah hewan pemakan segala bentuk yang bisa di makan bahkan hingga ke akar-akarnya, oleh karena itu dapat merusak berbagai macam jenis tanaman dikebun maupun di ladang, selain itu kotorannya dapat menimbulkan berbagai macam jenis penyakit kepada manusia salah satu diantaranya dapat menyebabkan STUNTING atau terhambatnya pertumbuhan bagi anak-anak baik secara fisik maupun perkembangan jaringan otak, papar Kapolsek

Ditambahkan dari segi keamanan, keselamatan, ketertiban dan kelancaran lalu lintas, karena jika babi berkeliaran disekitar jalan umum (jalan raya) sangat membahayakan keselamatan pengendara kendaraan bermotor terjadi kecelakaan lalu lintas khususnya pengendara sepeda motor, dan dari segi hukum memelihara ternak dengan dibiarkan lepas berkeliaran merupakan pelanggaran terhadap peraturan perundang-undangan meskipun hanya bersifat tindak pidana ringan (Tipiring). Untuk itu Kapolsek menghimbau kepada seluruh warga kecamatan kuala behe jika ingin memelihara ternak khususnya babi dan umumya hewan ternak lainnya hendaknya untuk dapat dilakukan dengan cara di kandangkan, pungkas Kapolsek.

Penulis : Supardi
Editor : Alfian N / Nanang P
Publish : Dikta

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password