Satu dari Lima Pelaku Pengoroyokan pada Malam Tahun Baru Berhasil Dibekuk Polrestabes Makassar

Tribratanews.polri.go.id – Polda Sulsel, Pelaku pengeroyokan dan penikaman pada malam pergantian Tahun Baru 2018 akhirnya berhasil diringkus Unit Jatanras Polrestabes Makassar mengamankan, Rabu (24/01/18).

Dipimpin oleh Akp Ivan Wahyudi bersama Kasubnit 2 Ipda Arif Muda dan anggota Unit Jatanras Polrestabes Makassar sekitar pukul 17.00 Wita, berhasil mengamankan pelaku pengeroyokan seorang lelaki berinisial AS (17) di Jalan Veteran Selatan depan pasar Maricayya.

Anggota Unit Jatanras Polrestabes Makassar mendapat informasi dari warga bahwa pelaku pengoroyokan di Jalan Veteran Selatan sedang berada di depan Pasar Maricayya, selanjutnya anggota langsung menuju lokasi tersebut dan berhasil mengamankan pelaku.

Pelaku langsung di bawa ke Polsek Makassar untuk proses lebih lanjut dan dilakukan interogasi bahwa Lk AS mengakui dirinya ikut serta mengoroyok korban pada malam pergantian tahun baru 2018 bersama 5 orang temannya Lk DA, Lk UC, Lk US dan Lk LE namun yg menikam korban adalah Lk YU yang semuanya masih dalam pencarian.

Istilah kata pengeroyokan sebenarnya tidak diatur dalam Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP). Yang diatur dalam KUHP adalah kekerasan yang dilakukan secara bersama-sama yang mana pelakunya lebih dari satu orang dan dilakukan di muka umum sebagaimana diatur dalam Pasal 170 KUHP. Oleh karenanya setiap kasus pengeroyokan yang dilaporkan ke Polisi pasti diterapkan Pasal 170 KUHP. Berikut bunyi lengkap Pasalnya :

Pasal 170 KUHP:

(1) Barangsiapa yang dimuka umum bersama-sama melakukan kekerasan terhadap orang atau barang, dihukum penjara
selama-lamanya 5 (lima) tahun 6 (enam) bulan.

(2) Tersalah dihukum :
ke-1. Dengan penjara selama-lamanya 7 (tujuh) tahun, jika ia dengan sengaja merusakkan barang atau jika
kekerasan yang dilakukannya itu menyebabkan sesuatu luka ;
Ke-2. Dengan penjara selama-lamanya 9 (sembilan) tahun, jika kekerasan itu menyebabkan luka berat pada tubuh ;
Ke-3. Dengan penjara selama-lamanya 12 (dua belas) tahun, jika kekerasan itu menyebabkan matinya orang.

(3) Pasal 89 KUHP tidak berlaku.

Dari ketentuan Pasal 170 KUHP tersebut sangat jelas bahwa supaya pelaku bisa dituntut dengan Pasal 170 KUHP maka pelaku kekerasannya harus lebih dari satu orang. Kalau pelaku kekerasannya hanya satu orang maka bukan Pasal 170 yang diterapkan, melainkan Pasal 351 KUHP tentang penganiayaan. Kemudian kekerasan itu dilakukan di muka umum, artinya tempat dimana banyak orang yang melihat peristiwa kekerasan tersebut.

Kemudian mengenai ancaman hukumannya juga berbeda dalam Pasal 170 KUHP tersebut. Jika kekerasan itu mengakibatkan luka maka ancaman hukumannya 7 tahun. Jika mengakibatkan luka berat maka ancaman hukumannya adalah 9 tahun. Sedangkan jka mengakibatkan korban meninggal dunia maka ancaman hukumannya 12 tahun. Jadi ancaman hukuman terhadap pelaku kekerasan bersama-sama (pengeroyokan) tergantung luka yang dialami korban.

Jadi kesimpulannya, pengeroyakan adalah tindak pidana kekerasan yang dilakukan secara bersama-sama dan dilakukan di muka umum yang mana pelakunya bisa dikenakan Pasal 170 KUHP.

Penulis : Harmeno

Editor : Alfian

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password