Pantau Harga Beras, Sekda Provinsi Jateng dan TPID Sidak Pasar Pagi Kota Tegal

IMG-20180123-WA0258

Tribratanews.polri.go.id, Polda Jateng – Menyingkapi kenaikan harga beras di sejumlah daerah, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah melakukan Inspeksi Mendadak (Sidak), salah satunya di Pasar Pagi Kota Tegal,  Selasa (23/01/2018). Selain mengecek harga beras, sidak tersebut juga untuk memastikan ketersediaan stok beras dan pelaksanaan operasi pasar yang dilaksanakan Bulog.

Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Tengah Sri Puryono, M.Si menyampaikan di beberapa daerah memang terjadi kenaikan harga beras karena sentiment pasar, namun untuk wilayah Jawa Tengah tidak begitu signifikan,” ungkapnya saat blusukan di pasar pagi didampingi Plt Walikota Tegal Drs. HM. Nursholeh, MM.Pd dan Kapolres Tegal Kota AKBP Jon Wesly Arianto,SIK bersama Tim Penanggulangan Inflasi Daerah (TPID) lainnya.

Dijelaskan untuk Provinsi Jawa Tengah  produksi berasnya masih surplus 3,2 juta ton pertahun, Hanya peredaranya saja yang perlu di atur agar tidak semua beras malah keluar daerah lain. Kenaikan harga beras ini disebabkan karena di bulan Desember tahun lalu sampai denga awal Januari 2018 memang belum musim panen, sehingga stok beras menurun.

IMG-20180123-WA0261Selain itu juga dipicu Beras Untuk Kesejahteraan Rakyat (Rastra) yang belum di salurkan kepada masyarakat. Sehingga diharapkan dengan adanya operasi pasar dan Rastra yang segera disalurkan, maka tidak ada lagi harga beras yang terlalu tinggi, dan inflasi menjadi rendah kemudian pertumbuhan ekonominya tinggi,” terangnya.

Menurutnya Pemerintah akan selalu hadir dan dalam menangani hal ini juga sudah terbentuk Tim Satgas Pangan khususnya dari pihak kepolisian yang akan segera menangani bilamana terjadi penyimpangan dilapangan. Selanjutnya, pihaknya pun berharap dalam minggu kedepan mudah-mudahan harga beras sudah stabil.

Lebih lanjut, pihaknya menyampaikan bahwa Jawa Tengah dirasa tidak memerlukan adanya beras impor. Pengawasan terhadap masuknya beras impor sudah diantisipasi dengan menempatkan petugas untuk mengawasi pintu-pintu masuk yang di khawatirkan menjadi pintu masuk beras impor,” ungkapnya.

Sementara terkait kualitas beras Rastra yang sering dikeluhkan oleh masyarakat juga harus dijaga. Bahkan menurutnya Gubernur sering  sidak ke gudang Bulog, bila beras jelek segera diganti. Beras Rastra sendiri sudah berada di Bulog dan paling lambat tanggal 25 Januari mendatang sudah disalurkan kepada masyarakat.

Penulis : Kurnia
Editor : Alfian
Publish : Kurnia

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password