Polda Sulsel Berhasil Meringkus Tujuh Pemuda yang Bobol Keamanan Taksi Online

IMG-20180122-WA0007

Tribratanews.polri.go.id – Polda Sulsel, Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Sulsel berhasil meringkus tujuh orang pemuda yang membobol sistem keamanan taksi online. Hal itu disampaikan Kabid Humas Polda Sulsel Kombes Pol Dicky Sondani saat menggelar rilis di Mapolda Sulsel, Senin (22/01/180.

Ketujuh pemuda tersebut berinisial IG (31), AQM (25), RJ (25), HR (21), KF (24), TR (24), dan TB (25), ketujuhnya tinggal di sebuah indekos di Jalan Toddopuli.

Dicky mengungkapkan mereka punya cara canggih untuk membobol sistem keamanan taksi online, dengan bermodal 50 ponsel android, mereka bisa mendapatkan keuntungan Rp50 juta dari taksi online.”Modus operandi diistilahkan dengan sebutan Tuyul,” ucap Dicky.

Ketujuh pemuda ini membobol sistem keamanan taksi online dengan seolah-olah mengantar penumpang. Padahal pengemudinya sedang di rumah. Hasilnya, mereka yang menyamar sebagai pengemudi ini dapat memenuhi target pengantaran setiap hari.

Ditreskrimsus menyebut ketujuh pemuda ini berhasil melakukan illegal access terhadap sistem elektronik taksi online itu.

Menurut Dir Reskrimsus Polda Sulsel, Kombes Yudhiawan Wibisono, ketujuh pelaku ini diamankan polisi di saat tengah melakukan aksi kejahatannya.

“Mereka tertangkap tangan melakukan aktifitas ilegal access aplikasi taksi online. untuk meraih bonus tanpa bekerja,” ujar Kombes Yudhiawan Wibisono.

Selain mengamankan ketujuh pelaku, polisi juga menyita sejumlah barang bukti yang digunakannya dalam beraksi.

“Beberapa barang bukti juga kami sita, seperti 5 unit mobil, 50 unit handphone, 7 buah ATM, 3 buah modem, dan catatan log kegiatan illegal access,” ujar Yudhi.

Sementara itu, dari pemeriksaan Ditreskrimsus Polda Sulsel, para pelaku telah melakukan aksinya bersama-sama dimulai sejak awal tahun 2018 ini, dengan total kerugian ditaksir mencapai 50 juta rupiah.

Kabid Humas Polda Sulsel, Kombes Dicky Sondani, pelaku melakukan aksinya, dengan modus memiliki lebih dari satu akun pengemudi taksi online. Selanjutnya mereka memasang aplikasi ‘Mock Location’ yang dipelajari dari internet, untuk melakukan aksi kecurangannya.

“Pelaku dapat mengendalikan GPS sehingga terlihat seolah-olah seperti sedang bekerja mengantar pelanggan atau diistilahkan ‘tuyul’. Ini dilakukan berulang kali dengan akun berbeda, hingga mencapai bonus tanpa bekerja,” kata Dicky Sondani.

Penulis : Marwan

Editor : Alfian

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password