Saling Lapor, Pasangan Suami Istri di Makassar Sama-sama Jadi Tersangka

Tribratanews.polri.go.id – Polda Sulsel, Polsek Tamalanrea dalam menangani kasus KDRT (Kekerasan Dalam Rumah Tangga) antara Sahabuddin dengan Karmila sudah sesuai prosedur dengan asas equality before the law/ semua sama dihadapan hukum.

“Sang istri Ibu Karmila melaporkan lebih dulu suaminya di Polsek Tamalanrea,” ucap Panit 1 Reskrim Polsek Tamalanrea Ipda Sainal Abidin, Selasa (16/1/18).

“Setelah dilakukan proses lidik maka Sahabuddin ditingkatkan statusnya menjadi tersangka dan saat ini sudah dilakukan pelimpahan ke kejaksaan dan sudah menjadi tahanan kejaksaan”, ungkap Panit 1 Reskrim.

Pada saat Sahabuddin diproses dengan status tersangka, Sahabuddin juga melaporkan istrinya Ibu Karmila dengan kasus yang sama yaitu KDRT.

Kapolsek Tamalanrea Kompol Syamsul Bakhtiar menerangkan, setelah dilakukan pemeriksaan terhadap saksi-saksi terlapor yang diakhiri gelar perkara, maka status ibu Karmila ditingkatkan menjadi tersangka.

“Ditingkatkan jadi tersangka namun tidak ditahan dengan pertimbangan, penasehat hukumnya menjamin akan menghadirkan sewaktu-waktu jika diperlukan untuk proses sidik”, terang Kompol Syamsul Bakhtiar.

Fenomena kekerasan dalam rumah tangga hampir setiap hari terbit dan hadir dalam surat kabar, televisi, maupun radio. Pemberitaaan ini membuat ketakutan dan membuat hati menjadi miris. Lalu pertanyaannya kenapa hal ini bisa terjadi dengan begitu mudah?

Apakah ini disebabkan oleh perkembangan zaman yang sudah modern dan canggih atau suatu peringatan kepada manusia bahwa ini adalah tanda-tanda akhir zaman? Banyak faktor yang menjadikan kekerasan dalam rumah tangga, dan ini harus Anda hindari agar hal tersebut tidak terjadi di keluarga Anda. Berikut ini ada beberapa faktor.

1.Berbicara Keras dan Menyakitkan

Perilaku ini sangat penting dan mutlak harus Anda hindari terhadap semua anggota keluarga. Berbicara keras dan lantang akan membuat si pendengar sakit hati lain halnya dengan berbicara yang sopan akan membuat lawan bicara Anda menjadi simpatik. Dengan demikian akan terhindar dari kesalahpahaman yang membuat percekcokan dalam keluarga Anda.

2.Tidak Sabar

Faktor berikutnya adalah ketidaksabaran, karena itu adalah tolak ukur dalam hal Anda melakukan tindakan. Dalam kehidupan berkeluarga pasti tidak lepas dari kesalahan. Jika mendapati dalam keluarga Anda berbuat suatu kesalahan jangan sekali-sekali memvonisnya. Berikan kesempatan kepada yang bersangkutan berbicara untuk menyampaikan argumennya. Kemudian berikan nasihat atau petuah dengan nada yang santun dan bijak agar tidak mengulangi kesalahan yang sama.

3.Sifat Ego

Sifat egoisme hanya akan mendorong hati Anda menjadi keras kemudian muncul perilaku arogan dan semena-mena terhadap orang lain. Jauhkan sifat tersebut dari kehidupan Anda. Karena jika sifat egoisme tersebut terus bersarang dan mengendap dalam hati manusia lama kelamaan akan bermunculan jenis-jenis penyakit hati antara lain sifat keras kepala sulit menerima nasihat orang lain, iri hati, dendam, dan lain sebagainya. Jauhkan sifat-sifat seperti itu dari kehidupan Anda.

4.Ekonomi

Salah satu hal terjadinya kekerasan dalam rumah tangga adalah faktor ekonomi yang kurang mapan, dalam artian kehidupan rumah tangga tersebut ekonominya masih labil. Sehingga dengan keadaan yang seperti itu akan timbul berbagai perselisihan dalam rumah tangga Anda sehari-hari karena tuntutan dari pasangan atau dari anak Anda tidak terpenuhi. Jadi sebelum Anda melaksanakan hidup berumah tangga sebaiknya persiapkan kemampuan finansial Anda untuk bisa memenuhi kebutuhan hidup yang layak.

5.Berprasangka Buruk

Berprasangka buruk terhadap pasangan akan membuat rasa tidak nyaman dalam rumah tangga. Sifat ini akan menjadikan rasa tidak percaya terhadap semua hal yang dilakukan pasangan. Dengan berpikiran yang baik terhadap pasangan akan menumbuhkan rasa saling percaya dalam kehidupan berumah tangga dan ini akan menambah keharmonisan dalam keluarga.

Penulis : Marwan

Editor : Alfian

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password