Inilah Otak Dibalik Korupsi Hibah Sapi di Trenggalek

Tribratanews.polri.go.id – Polda Jatim – Polres Trenggalek – Kepolisian Resort Trenggalek berhasil mengungkap dugaan korupsi penyelewengan pengelolaan hibah usaha pengembangan sapi peranakan ongol yang terjadi di rentang tahun 2014 hinggal 2016 yang lalu dengan total kerugian negara mencapai Rp. 210.500.000,-

Kapolres Trenggalek AKBP Didit Bambang Wibowo S, S.I.K., M.H. menuturkan, dari dugaan kasus korupsi tersebut polisi menahan 1 orang pelaku berinisial S warga Desa Parakan Trenggalek. S melalui kelompok ternak Albaqor beranggotakan 15 orang, dimana nama-nama yang tercantum dibuat sendiri tanpa musyawarah dan persetujuan yang bersangkutan ini kemudian mengajukan proposal kepada Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur.

“Dari proposal tersebut S mendapatkan hibah sapi peranakan ongol sebanyak 20 ekor sapi” jelas AKBP Didit saat press release di Mapolres Trenggalek, Selasa (16/01).

Belakangan diketahui bahwa sapi hasil hibah dari Dinas Peternakan provinsi Jatim tersebut oleh S, 15 ekor sapi diberikan kepada orang yang bukan merupakan anggota kelompok Albaqor.

“Alibinya sebagai upah cari rumput dan menjadi tim sukses caleg beberapa tahun lalu. Sedangkan sisanya 5 ekor berhasil diamankan dan dilelang” ujar AKBP Didit.

Sementara itu, penyidik dari unit Tipikor Satreskrim Polres Trenggalek berhasil mengamankan barang bukti berupa dokumen diantaranya proposal pengajuan bantuan kelompok tani Albaqor, SK Gubernur Jatim tentang daftar kelompok penerima hibah, SK pengadaan sapi, Berita acara serah terima bantuan, Juknis pengelolaan budi daya ternak, cek hasil lelang 5 ekor sapi senilai Rp. 34.000.000,- dan uang tunai hasil penjualan sapi senilai Rp. 7.500.000,-

“Kami jerat dengan pasal 2 ayat (1) dan atau pasal 3 undang-undang RI nomor 31 tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang nomor 20 tahun 2001 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi dengan ancaman hukuman paling singkat 1 tahun dan paling lama 20 tahun, serta denda paling sedikit Rp. 50.000.000,- dan paling banyak Rp. 1.000.000.000,-“ pungkas AKBP Didit.

Penulis : Ady / Polres Trenggalek Jatim
Editor : Alfian Nurnas
Publish : Handoko / Polres Trenggalek Jatim

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password