Polres Halmahera Selatan Berhasil Amankan Ribuan Liter BBM Ilegal

Tribratanews.polri.go.id – Polda Maluku Utara, Tim Gabungan RESINTEL Polres Halsel yang dipimpin AKP Gede, berhasil mengamankan satu perahu viber bernama Riskia Wati yang mengangkut BBM jenis bensin (premium) dan MT (minyak tanah) pada Sabtu 13 Januari 2018 sekitar pukul 23.30 wit pekan kemarin.  Penangkapan itu terjadi tepatnya dipesisir pantai Desa Madapolo Kec.Obi Utara Kab.Halsel .

BBM illegal tersebut berasal dari Seram (Ambon) yang angkut oleh para pelaku dengan tujuan Desa Madapolo untuk diperjual belikan ke Masyarakat setempat.

BBM yang diamankan oleh Polres Halsel diantaranya BBM jenis Premium sebanyak 3.740 liter, sedangkan BBM jenis minyak tanah sebanyak 1.560 liter yang ditampung didalam jerigen masing-masing berukuran 25 liter.

Menurut Kapolres Halmahera Selatan AKBP Irfan S.P. Marpaung, SIK. M.Si, bahwa penangkapan yang dilakukan Tim Gabungan, atas Informasi dari Masyarakat terkait adanya Pasokan Minyak yang masuk di wilayah Obi secara ilegal.

“Berdasarkan Informasi dari masyarakat, saya perintahkan dibentuk Tim untuk turun dilapangan mengecek kebenaran informasi tersebut, selanjutnya tepatnya sabtu 13 januari 2018 tim berhasil mengamankan satu kapal viber yang berisikan BBM jenis Bensin dan Minyak Tanah, sesuai keterangan Nahkoda Kapal, bahwa Bodi viber yang diamankan bertolak dari Desa Talaganipa Kabupaten Seram bagian barat Provinsi Maluku pada hari Sabtu tanggal 13 Januari 2018 dengan tujuan menuju Ke pesisir Desa Madopolo Kecamatan Obi Utara Kab. Halsel dengan tujuan untuk memperjual belikan BBM kepada Masyarakat setempat.” Jelas Kapolres

Lanjutnya, BBM tersebut akan dijual kepada masyakarat dengan kisaran harga perliter sebesar Rp 8.500 untuk Bensin dan Minyak Tanah sebesar Rp 4.500.

“Atas tangkapan tersebut piHak penyidik polres halsel telah menetapkan 4 orang sebagai Tersangka dengan inisial AB, HB, H dan RB.” kata Kapolres

Menurut Kapolres, kegiatan yang dilakukan para tersangka memasok BBM illegal dari Seram (Ambon) ke Obi sudah 2 kali, yang pertama pada bulan Desember tahun 2017 lalu dan yang terakhir keburu di tangkap oleh tim gabungan pada Sabtu, 13 Januari 2018 pekan lalu.

Lebih lanjut Kapolres mengatakan, pengangkutan BBM dari Seram (Ambon) tujuan Obi (Halsel) tidak memiliki Faktur penjualan dari Pertamina Maluku serta tidak memilki Ijin pengangkutan minyak bersubsidi sehingga kegiatannya menyalahi aturan pengangkutan dan perniagaan BBM sebagaimana dimaksud dalam UU.No 22 tahun 2001 pasal 53 huruf (b). Pengangkutan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 23 tanpa Izin Usaha Pengangkutan dipidana dengan pidana penjara paling lama 4 (empat) tahun dan denda paling tinggi Rp. 40. Milyar, huruf (d). Niaga sebagaimana dimaksgud dalam Pasal 23 tanpa Izin Usaha Niaga dipidana dengan pidana penjara paling lama 3 (tiga) tahun dan denda paling tinggi Rp. 30 Milyar dan Pasal 55 Setiap orang yang menyalahgunakan Pengangkutan dan/atau Niaga Bahan Bakar Minyak yang disubsidi Pemerintah dipidana dengan pidana penjara paling lama 6 (enam) tahun dan denda paling tinggi Rp. 60 Milyar.

“Untuk kelanjutan penyidikan, ke 4 tersangka diamankan di Polres disertai barang bukti.” tutupnya

Penulis             : Pellu

Editor              : Alfian Nur

Publish            : Mandala

 

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password