Ibu Ini Terseret Dijalan Raya Saat Pertahankan Tas dari Pelaku Jambret

Tribratanews.polri.go.id – Polda Sulsel, Seorang pelaku jambret AR (30) warga Maccini Gusung Makassar diamuk massa sekitar pukul 14.30 Wita di Jalan Pongtiku Kecamatan Bontoala, Makassar Senin (15/1/18).

PhotoGrid_1516005260442-768x43

Pelaku menarik tas korban ibu Halmiah yang sementara berteduh dijalan pongtiku, namun karena korban sadar sehingga tak melepaskan tas miliknya yang ditarik oleh pelaku diatas sepeda motor yamaha mio warna hitam.

Akibatnya korban terseret sekitar 5 meter sebelum pelaku menabrak bentor yang berhenti dan korban terlempar kejalan dan sempat ditabrak mobil yang melintas.

Warga yang berada disekitar tempat kejadian langsung mengeroyok pelaku jambret, beruntung nyawa pelaku terselamatkan setelah personil polsek bontoala tiba di TKP dan langsung mengamankan pelaku dari amuk massa.

Panit 1 Reskrim polsek bontoala Ipda Sangkala yang mengamankan pelaku di TKP bersama SPKT dan piket reskrim mengatakan pelaku dan barang bukti sepeda motor yang digunakan sekarang sudah diamankan dikantor.

“Korban sudah kami arahkan terlebih dahulu untuk visum dirumah sakit karena mengalami luka memar pada bagian kakinya karena terseret,” ungkap sangkala.

Pelaku AR diketahui baru lepas bulan Desember 2017 dari lapas karena kasus narkoba.

Dalam melakukan pencurian, seorang melakukan pencurian bukan karena tidak ada faktor atau alasan untuk melakukan kelakuan tercela. Seorang pencuri dalam melakukan aksinya pun memiliki alasan kenapa dia harus mencuri.

Motif Ekonomi. Salah satu unsur “mengapa orang mencuri” adalah motif. Motif seseorang melakukan suatu kegiatan tentu mempunyai maksud dan tujuan yang hanya dimengerti oleh yang bersangkutan. Seseorang mencuri sesuatu yang bukan miliknya dari orang lain mempunyai motif tertentu.

Ekonomi. Ini adalah biang keladi dan dianggap sebagai motif yang utama seseorang melakukan tindak kejahatan pencurian baik curas (pencurian dengan tindak kekerasan) maupun pencurian dalam bentuk yang lain. Orang mencuri karena ingin mempertahankan hidupnya. Mencuri untuk makan. Barang hasil curiannya kemudian dijual kepada pihak lain (penadah-red), dan uang hasil penjualan barang curiannya itu digunakan untuk keperluan hidup dirinya maupun anggota keluarganya.

Mungkin saja motif Ekonomi, ini sekilas masuk akal. Orang akan mati jika tidak makan. Dan salah satu cara untuk bisa makan adalah dengan mencuri. Dari hasil curiannya itulah akan dijual, dan uangnya digunakan untuk membeli makanan kepada anak istri dan anggota keluarganya.

Maksudnya baik, hanya saja caranya tidak baik. Mencuri adalah perbuatan melawan hukum (against the law-red) dan si pelaku harus diproses sesuai dengan hukum yang berlaku. Haruskah kita maklumi orang yang mencuri karena untuk menyambung hidupnya atau mencuri untuk makan sehari hari? Apapun alasannya, mencuri itu tetap tidak bisa dibenarkan an melanggar ketentuan Undang-Undang Hukum Pidana, dimana pelakunya akan dihukum sesuai perlakuannya.

Motif lainnya adalah kurangnya iman, pada dasarnya ini adalah alasan yang paling mendasar dari pencurian. Seorang pencuri tidak mungkin memiliki aqidah dan keimanan yang kuat kepada Allah sebagai zat yang mengatur kehidupan di dunia ini. Orang yang aqidah dan keimanan yang kuat sudah pasti ia tidak akan melakukan pencurian walaupun ada kesempatan dan ekonomi yang tidak stabil, bahkan niatan untuk mencuri pun tidak ada dalam benaknya.

Rasulullah shallallahu ’alaihi wa sallam,

“Tidaklah orang yang berzina ketika melakukan perzinaan dia dalam kondisi beriman. Dan tidaklah pencuri ketika dia mencuri dia dalam kondisi beriman. Tidak juga peminum (khamar) ketika dia meminum dalam kondisi beriman.” (HR. Bukhari, no. 2334 dan Muslim, 57)

Penulis : Harmeno

Editor : Alfian

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password