Malam Renungan Penghormatan Pahlawan, Kapolda DIY Bacakan Puisi Karya Sastrawan Asrul Sani

tribratanews.polri.go.id -PoldaDIY, di penutupan pameran Patung Karya Yusman yang digelar di Jogja Gallery Alun-Alun Utara Yogyakarta berlangsung meriah dan khidmat. Acara yang diselenggarakan bersama-sama Jogja Gallery, Ikatan Keluarga Alumni Lemhannas RI Komisariat Daerah Istimewa Yogyakarta (IKAL DIY), Studio Patung Yusman, dan Yayasan Jenderal Soedirman Center tersebut semakin bergelora setelah Ketua IKAL DIY, Sugiyanto Harjo Semangun, M.Si, para petinggi TNI dan Polri, serta para seniman naik panggung untuk membacakan puisi.

Secara bergantian, setelah Sugiyanto membacakan puisi karyanya, dilanjutkan pembacaan puisi oleh Kasi Pers Korem 072/Pmk, Kolonel. Subandi mewakili Danrem 072/Pmk, Brigjen TNI Fajar Setyawan S.I.P. Puisi selanjutnya dibacakan oleh Danlanal Yogyakarta, Kolonel Laut (P) Arya Delano, S.E., M.Pd. Kemudian, puisi dipersembahkan oleh Danlanud Adi Sutjipto, Marsma TNI Ir. Novyan Samyoga, M.M. Kapolda DIY, Brigjen. Pol Ahmad Dofiri, M.Si juga membacakan puisi dalam panggung yang sama. Selain Ketua IKAL DIY dan para petinggi TNI-Polri, sejumlah seniman juga turut membacakan puisi.

Berikut Puisi karya Sastrawan pembaharu Sastra Indonesia Asrul Sani yang dibacakan Kapolda DIY Brigjen Pol Drs. Ahmad Dofiri,M.Si di samping patung raksasa Panglima Besar Soedirman ketika ditandu para pejuang.

“Lagu Dari Pasukan Terakhir”
karya : Asrul Sani

Pada tapal terakhir sampai ke Jogja
bimbang telah datang pada nyala
langit telah tergantung suram
kata-kata berantukan pada arti sendiri.

Bimbang telah datang pada nyala
dan cinta tanah air akan berupa
peluru dalam darah
serta nilai yang bertebaran sepanjang masa
bertanya akan kesudahan ujian
mati atau tiada mati-matinya
O Jendral, bapa, bapa,
tiadakan engkau hendak berkata untuk kesekian kali
ataukah suatu kehilangan keyakinan
hanya kanan tetap tinggal pada tidak-sempurna
dan nanti tulisan yang telah diperbuat sementara
akan hilang ditup angin, karena
ia berdiam di pasir kering
O Jenderal, kami yang kini akan mati
tiada lagi dapat melihat kelabu
laut renangan Indonesia.

O Jendral, kami yang kini akan jadi
tanah, pasir, batu dan air
kami cinta kepada bumi ini
Ah mengapa pada hari-hari sekarang, matahari
sangsi akan rupanya, dan tiada pasti pada cahaya
yang akan dikirim ke bumi.

Jendral, mari Jendral
mari jalan di muka
mari kita hilangkan sengketa ucapan
dan dendam kehendak pada cacat-keyakinan,
engkau bersama kami, engkau bersama kami,
Mari kita tinggalkan ibu kita
mari kita biarkan istri dan kekasih mendoa
mari jendral mari
sekali in derajat orang pencari dalam bahaya,
mari jendral mari jendral mari, mari…….

penulis : TimProDIY
editor : Alfian
publish : Jay

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password