Aparat Polres Kepulauan Selayar Tangkap Lima Pelaku Judi, Satu Diantaranya Seorang Wanita

Tribratanews.polri.go.id – Polda Sulsel, Sebanyak 5 (lima) orang pelaku judi sabung ayam dibekuk aparat Kepolisian Polres Kepulauan Selayar di sebuah rumah Kontrakan di Lingkungan Bonehalang, Kel. Benteng Selatan, Kec. Benteng, Kab. Kepulauan Selayar, Ahad (14/01/18) sekira pukul 23.30 Wita.

Kelima pelaku judi sabung ayam yang diamankan polisi masing-masing berinisial MS (45), BJ (20), SA (34), RA (30) dan seorang wanita berinisial SO (32).

Selain mengamankan para pelaku, petugas juga mengamankan barang bukti uang tunai sejumlah Rp 130.000, handphone dan kartu yang digunakan. Mereka kemudian langsung di bawa ke Mapolres Kepulauan Selayar untuk proses hukum lebih lanjut.

Ipda Laode Muh. Jefri yang memimpin penangkapan mengungkapkan bahwa info awal diperoleh dari informasi Intelijen bekerjasama dengan LSM.

“Setelah kita dapatkan informasi saya langsung mengumpulkan Anggota Sabhara, Piket Reskrim dan Anggota Intel untuk langsung ke TKP dan mendapati para pelaku sementara bermain judi,” jelasnya.

Atas perbuatan berjudi, kelima pelaku dapat dijerat pasal 303 KUHP Jo UU RI No 7 tahun 1974 dengan ancaman hukuman kurang lebih 5 tahun penjara.

Perjudian merupakan salah satu bentuk penyakit sosial. Perjudian sudah ada di muka bumi ini beribu-ribu tahun yang lalu. Dalam bermain pun kadang-kadang kita tanpa sadar telah melakukan perbuatan yang mengandung unsur perjudian secara kecil-kecilan.

Misalnya, dalam bermain kelereng, lempar dadu, bermain kartu, dan sebagainya, siapa yang menang akan mendapatkan hadiah tertentu, yang kalah akan memberikan atau melakukan sesuatu sesuai kesepakatan. Semua itu menunjukkan bahwa dalam permainan tersebut ada unsur perjudian. Ada sesuatu yang dipertaruhkan dalam permainan judi.

Perjudian merupakan penyakit sosial yang sangat buruk. Kemenangan yang dihasilkan dari perjudian tidak akan bertahan lama. Justru akan berakibat pada pengrusakan karakter individu dan akan merusak kehidupannya. Banyak sudah fakta menceritakan bahwa pemenang judi tidak selalu memiiki hidup yang sejahtera, sebagian besar mengalami kemiskinan yang begitu parah dan mengalami alianasi (keterasingan) dari keluarga dan masyarakat.

Kehidupan yang semestinya dapat diperoleh dan dinikmati dengan keluarga dapat berubah menjadi keburukan. Benar adanya bilamana Allah SWT dalam Al-Quran surat Al-Maidah ayat [5] berfirman : bahwa judi adalah perilaku syaitan, bila tidak dijauhi maka akan menimbulkan permusuhan dan kebencian. Konflik ditimbulkan akan merusak keharmonisan keluarga, dan masyarakat akhirnya kehidupan yang bermakna sebagai hamba Tuhan tidak akan diperoleh.

Kreativitas memodifikasi judi dapat kita lihat diberbagai tempat. Jenis judi pun bermacam-macam dari yang bersifat sembunyi-sembunyi sampai yang bersifat terbuka. Judi yang sembunyi-sembunyi misalnya togel (toto gelap), adu sabung ayam jago, permainan kartu dengan taruhan sejumlah uang. Sedangkan judi yang terbuka, misalnya kuis dengan SMS dengan sejumlah hadiah uang atau barang yang dilakukan oleh berbagai media baik cetak maupun elektronik.

Perbuatan judi merupakan perilaku yang melanggar terhadap kaidah-kaidah, nilai-nilai, dan norma-norma yang ada dalam masyarakat. Pelanggaran ini tidak saja hanya pada adat dan kebiasaan masyarakat, tetapi juga melanggar norma hukum. Bagi individu atau kelompok yang melakukan perjudian, maka akan mendapat sanksi baik oleh masyarakat maupun berupa sanksi hukum.

Sanksi masyarakat misalnya dikucilkan oleh masyarakat, dipergunjingkan, tidak dihargai dan lain sebagainya. Sedangkan secara hukum perjudian merupakan pelanggaran terhadap hukum posistif seperti yang termaktuk dalam KUHP pasal 303 dengan selama-lamanya dua tahun delapan bulan (2 tahun 8 bulan) atau denda sebanyak-banyknya sebesar Rp.600.000.

Penulis : Sumarwan

Editor : Alfian

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password