Usai Tangkap Pelaku Curanmor, Polsek Tamalanrea Kini Ringkus Penadahnya

D6772035-17FA-429A-9ACD-2D190F

Tribratanews.polri.go.id – Polda Sulsel, Polsek Tamalanrea berhasil menangkap jaringan pelaku penadah curanmor (Pencurian bermotor), Sabtu (13/01/18).

Hasil pengembangan pelaku yang sudah diamankan sehari sebelumnya yaitu YS dan AV, sehingga anggota  unit 2 Reskrim Polsek Tamalanrea dipimpin Aiptu Adriansyah mengamankan AS (26) di Alfa Midi jln Dr.laimena

Selanjutnya pelaku dan barang bukti 3 unit sepeda motor digiring ke Polsek Tamalanrea utk proses hukum lebih lanjut.

Kanit Reskrim AKP Warfa membenarkan penangkapan AS yang bertugas membeli hasil curanmor dari pelaku diamankan satu hari sebelumnya yaitu RY(17) dan AV (28).

Banyaknya pelaku penadahan yang ditangkap membuat kita harus lebih berhati-hati dalam aktifitas jual beli, pembeli semestinya mengetahui asal-usul barang yang diperjualbelikan. Tujuannya tentu saja agar terhindar dari permasalahan hukum dikemudian hari.

Permasalahan hukum tersebut dapat terjadi bila barang yang diperjualbelikan tersebut diperoleh dari hasil mencuri atau barang curian. Untuk dipahami pembeli barang curian juga dapat dikenai delik pidana yaitu sebagai penadah. Apakah yang dimaksud dengan penadah tersebut, berikut uraiannya.

Seperti tertuang dalam undang-undang, larangan perbuatan penadah dijelaskan dalam Pasal 480 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana, yang mengatakan barang siapa yang membeli, menyewa, menerima tukar, menerima gadai, menerima sebagai hadiah, atau karena hendak mendapat untung, menjual, menukarkan, menggadaikan, membawa, menyimpan atau menyembunyikan sesuatu barang, yang diketahuinya atau yang patut disangkanya diperoleh karena kejahatan atau mengambil keuntungan dari hasil sesuatu barang, yang diketahuinya diperoleh karena kejahatan, diancam dengan penjara selama-lamanya empat tahun atau denda sebanyak-banyaknya Rp 900,-

Disalin dari gresnews.com, Perbuatan penadah tersebut dapat digolongkan menjadi dua bagian yakni :
a. membeli, menyewa, dengan tidak perlu dengan maksud hendak mendapat untung sekalipun, barang yang diketahuinya atau patut disangkanya diperoleh karena kejahatan.

b.jika barang tersebut dibeli dengan keadaan atau cara beli yang tidak wajar, dan dilihat bahwa harga dari barang tersebut juga jauh dari harga yang seharusnya, maka sebagai pembeli seharusnya mengetahui bahwa ada kemungkinan barang tersebut berasal dari kejahatan.

Dengan demikian, jika orang tersebut tetap membeli barang tersebut, maka si pembeli dapat dianggap melakukan tindak pidana penadahan, sehingga memang harus diketahui asal-usul barang yang diperjual belikan tersebut.

Penulis : Rosdiana

Editor : Alfian

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password