Bersama Warga, Bhabinkamtibmas Gotong Royong Membangun Mesjid

852734122_1758-960x640

Tribratanews.polri.go.id – Polda Sulsel, Bhabinkamtibmas Polres Bulukumba, Aipda Patta Azis melaksanakan gotong royong pembangunan Masjid Nurul Salam Buttapute bertempat di Kelurahan Benjala, Sabtu (12/01/18).

Bhabinkamtibmas harus membaur dengan masyarakat, seperti kerja bakti dan gotong royong dengan unsur masyarakat dan tokoh masyarakat. Itu merupakan peran penting yang harus dilaksanakan oleh Bhabinkamtibmas.

Kegiatan gotong royong seperti sudah sering di lakukan oleh Aipda Patta Azis, hal ini sering juga di manfaatkan untuk menyampaikan pesan-pesan kamtibmas agar menjaga keamanan dan ketertiban.

“Sebagai seorang Bhabinkamtibmas, saya sudah selayaknya ikut membantu gotong royong bersama warga dalam berbagai hal, salah satunya membantu pembangunan Masjid Nurul Salam,” ujar Aipda Patta Azis.

Membangun Mesjid memiliki banyak keutamaan, diantaranya adalah dibangunkan rumah di Surga, dari Jabir bin ‘Abdillah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

“Siapa yang membangun masjid karena Allah walaupun hanya selubang tempat burung bertelur atau lebih kecil, maka Allah bangunkan baginya (rumah) seperti itu pula di surga.” (HR. Ibnu Majah no. 738. Al-Hafizh Abu Thahir mengatakan bahwa sanad hadits ini shahih)

Mafhash qathaah dalam hadits artinya lubang yang dipakai burung menaruh telurnya dan menderum di tempat tesebut. Dan qathah adalah sejenis burung.

Ibnu Hajar dalam Al-Fath (1: 545) menyatakan,

“Maksud dari “siapa yang membangun masjid” digunakan isim nakirah yang menunjukkan keumuman, sehingga maksud hadits adalah siapa yang membangun masjid besar maupun kecil. Dalam riwayat Anas yang dikeluarkan oleh Tirmidzi yang mendukung yang menyatakan dengan masjid kecil atau besar.”

Masih melanjutkan penjelasan Ibnu Hajar, yang diterangkan dalam hadits di atas adalah cuma bahasa hiperbolis. Karena tak mungkin tempat burung menaruh telur dan menderum yang seukuran itu dijadikan tempat shalat. Ada riwayat Jabir semakin memperkuat hal ini.

Sebagian ulama lainnya menafsirkan hadits tersebut secara tekstual. Maksudnya, siapa membangun masjid dengan menambah bagian kecil saja yang dibutuhkan, tambahan tersebut seukuran tempat burung bertelur; atau bisa jadi caranya, para jama’ah bekerja sama untuk membangun masjid dan setiap orang punya bagian kecil seukuran tempat burung bertelur; ini semua masuk dalam istilah membangun masjid. Karena bentuk akhirnya adalah suatu masjid dalam benak kita, yaitu tempat untuk kita shalat.

Berarti penjelasan Ibnu Hajar di atas menunjukkan bahwa jika ada yang menyumbang satu sak semen saja atau bahkan menyumbang satu bata saja, sudah mendapatkan pahala untuk membangun masjid.

Penulis : Taufiq

Editor : Alfian

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password