Alasan Ingin Buang Air, DPO Pelaku Penganiayaan Terpaksa Dihadiahi Timas Panas karena Coba Kabur

Tribratanews.polri.go.id – Polda Sulsel, Pelarian pelaku penganiayaan berat, Baba (33), warga asal Dusun Rinjani Desa Kalitata Kecamatan Malangke Barat Kabupaten Luwu Utara yang kabur ke Morowali Utara Sulawesi Tengah, berakhir diringkus Tim Buser Polres Luwu Utara, Rabu (10/1/18).

Baba alias Ivan atau Irwan ini sebelumnya masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) Polres Luwu Utara dengan kasus penganiayaan berat yang dia lakukan terhadap Kambo (41) di Dusun Bakkung Desa Pembuniang Malangke Barat Kabupaten Luwu Utara pada bulan Desember yang lalu.

Kepala Urusan Pembinaan Operasional (KBO) Reskrim Polres Luwu Utara, Iptu Hery MZ yang didampingi Kanit Reskrim Polsek Malangke Barat, Aiptu Darwis serta Bripda Yasir yang di back up (bantu, red) unit Resmob Polres Morowali memimpin penangkapan ini, ia mengatakan, Baba ditangkap dirumah kerabatnya di Desa Tadaku Kecamatan Petasia Barat, Morowali.

“Penangkapan Baba ini berawal dari penyelidikan serta informasi yang mengarah jika pelaku saat itu berada di rumah salah satu kerabatnya di Desa Tadaku Kecamatan Petasia Barat”, ungkap Iptu Hery.

Pada waktu diamankan, tersangka baru pulang dari kebun dengan membawa sebilah parang dipinggangnya, karena dianggap membahayakan, petugas melepaskan tembakan peringatan keudara sebagai shock therapy, dengan begitu petugas langsung mengamankan tersangka tanpa perlawanan”, papar KBO Reskrim Luwu Utara ini.

Setelah diamankan dan digiring ke Polres Morowali, petugas langsung menginterogasi tersangka, dan pada saat diinterogasi, tersangka kooperatif dengan mengakui semua kesalahan serta pelanggaran hukum yang telah dia lakukan. Tak hanya itu, petugas juga mencari barang bukti berupa Badik yang digunakan pelaku pada saat ia melakukan penganiayaan.

Namun setelah diamankan oleh Tim di Polres Morowali, pelaku berusaha kabur dengan beralasan ingin buang air kecil, pada saat berupaya melarikan diri, petugas memberikan tembakan peringatan keudara sebanyak tiga kali namun tak diindahkan, alhasil timah panas dari senjata petugas pun bersarang di atas lutut kiri sehingga melumpuhkan pelaku.

“Pelaku mencoba kabur dan berusaha melarikan diri pada saat buang air kecil. Petugas kemudian mengejar dan diberikan tembakan peringatan sebanyak 3 kali namun tidak diindahkan, dengan begitu kami terpaksa beri tindakan tegas sesuai perkap 01 dengan menghadiahi timah panas di atas lutut pelaku”, tegasnya.

Usai dilumpuhkan, Baba yang juga akrab disapa Bapak Rahma ini kemudian langsung dibawa ke puskesmas untuk mendapatkan perawatan, dan setelah itu di bawa ke Polres Luwu Utara untuk menjalani pemeriksaan serta proses hukum selanjutnya sesuai dengan peraturan yang berlaku.

Untuk diketahui, menurut catatan Kepolisian Luwu Utara, DPO tersangka atas nama Baba alias Iwan ini adalah seorang residivis, ia dicap sebagai residivis karena sering berulang kali melakukan tindak pidana pencurian pemberatan (curat) yang meresahkan masyarakat.

Penganiayaan pada akhir-akhir ini sering terjadi dimana-mana, bahkan beritannya sering muncul di stasiun-stasiun TV, penganiayaan dilakukan karena berbagai masalah, kadang-kadang penganiaayan terjadi hanya karena masalah sepeleh saja misalnya akibat tersinggung, salah paham, dendam, dan masih banyak lagi.

Banyak faktor yang menyebabkan orang tega melakukan penganiayaan, diantaranya :

1.Hasad dengki berlaku disebabkan perasaan tidak senang hati satu  pihak disebabkan kelebihan yang ada pada pihak lain yang tidak ada padanya.

2.Tamak berlaku disebabkan sikap tidak mau kelebihan yang  ada pada dirinya dimiliki juga orang lain. Ini juga disebabkan sikap tidak mahu sesuatu peluang didahului oleh orang lain.

3.Tidak berupaya melawan nafsu. berlaku disebabkan emosi atau nafsu yang memuncak sehingga dirinya dikuasai oleh nafsu.

4.Dendam atau cemburu berlebihan. berlaku disebabkan seseorang itu merasakan bahwa dia tidak atau kurang diberi perhatian atau merasakan orang lain mendapat layanan yang lebih daripadanya.

Dalam Islam kita dilarang menganiaya atau menzalimi orang sebab kezaliman akan menjadi kegelapan di akhirat kelak, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

“Takutlah kalian berbuat zalim, karena kezaliman itu menjadi kegelapan demi kegelapan di hari kiamat” (HR. Muslim).

Kezaliman juga adalah kebangkrutan di akhirat, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah pertanya kepada para sahabat, “Tahukan kalian siapa itu orang yang bangkrut?”, Mereka menjawab:

“Orang yang bangkrut di kalangan kami adalah orang yang tidak lagi memiliki uang dan barang”.

Beliau lalu menerangkan:

“Sesungguhnya orang yang bangkrut diantara umatku adalah orang yang datang pada hari kiamat dengan membawa amal shalat, puasa dan zakat. Disamping itu, ia juga membawa dosa mencaci maki, menuduh, mengambil harta orang lain, menumpahkan darah, dan memukul orang lain. Maka tiap-tiap orang yang dizaliminya dibayar dengan amal baiknya. Kalau habis amal baiknya, sedangkan tanggungannya belum terbayar, maka diambil sebagian dari dosa-dos mereka lalu ditimpakan kepadanya, kemudian ia dicampakkan ke dalam api neraka” (Hr. Muslim)

Penulis : Marwan

Editor : Alfian

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password