Gandeng Dinas Kesehatan, Polres Bulukumba Gelar Sosialisasi dan Vaksin Difteri

Tribratanews.polri.go.id – Polda Sulsel, Polres Bulukumba Akbp M Anggi Naulifar Siregar didampingi Ibu Ketua Bhayangkari Cabang Bulukumba Ny Atri Anggi Naulifar Siregar membuka acara Sosialisasi dan Pemberian Vaksin Difteri di Lingkungan PC Bhayangkari Bulukumba Bekerjasama dengan Dinas Kesehatan Kabupaten Bulukumba, Rabu (10/01/18).

Acara Sosialisasi ini di hadiri oleh Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bulukumba Dr. H. Abd Gaffar, M.Epid, Waka Polres Bulukumba Kompol Syarifuddin, SH., Kabag Ops Kompol Anhar, SE., Para Kasat, Personil Polres Bulukumba, Pengurus Bhayangkari Cabang Bulukumba dan Pegawai Dinas Kesehatan.

“Giat Sosialisasi dan Pemberian Vaksin Difteri ini adalah wujud kepedulian Polri terhadap keluarga besar Polres Bulukumba terkait kesehatan dan di lakukan serentak se Indonesia“ kata Kapolres dalam sambutannya.

Pada kegiatan ini Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bulukumba Dr. H. Abd Gaffar, M.Epid berindak selaku pembawa materi dan membawakan tentang ciri-ciri dan penyebab penyakit Difteri.

“Difteri disebabkan oleh kuman,Untuk gejalanya yakni panas tinggi lebih dari 3 hari, bengkak di kedua leher bersama-sama, nyeri telan, suara serak/ ngorok, tenggorokan / langit-langit kelihatan putih. Penularan bisa melalui percikan ludah. Untuk pencegahan bisa memakai masker, cuci tangan sesering mungkin memakai sabun, hindari berkunjung ke tempat kumuh/kotor, “ jelas Dr. H. Abd Gaffar, M.Epid.

Kemudian kegiatan di lanjutkan dengan pemberian vaksin oleh pegawai Dinas Kesehatan, di awali dengan pemberian Vaksin kepada Kapolres didampingi Ibu Ketua Bhayangkari Cabang Bulukumba dilanjutkan Wakapolres dan seluruh peserta yang telah terdata.

Dikutip dari BBC.com bahwa data Kementerian Kesehatan menujukkan sampai dengan November 2017, ada 95 kabupaten dan kota dari 20 provinsi yang melaporkan kasus difteri. Secara keseluruhan terdapat 622 kasus, 32 diantaranya meninggal dunia.

Sementara pada kurun waktu Oktober hingga November 2017, ada 11 Provinsi yang melaporkan terjadinya KLB difteri, antara lain di Sumatra Barat, Jawa Tengah, Aceh, Sumatra Selatan, Sulawesi Selatan, Kalimantan Timur, Riau, Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat dan Jawa Timur.

Berikut hal-hal yang perlu anda ketahui tentang penyakit difteri:

Disebabkan bakteri menular dan berbahaya

Guru Besar Tetap Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia Jose Rizal Latief Batubara menjelaskan difteri merupakan penyakit infeksi yang disebabkan oleh bakteri Corynebacterium Diptheriae yang menular dan berbahaya.

Penyakit ini bisa mengakibatkan kematian lantaran sumbatan saluran nafas atas a toksinnya yang bersifat patogen, menimbulkan komplikasi miokarditis (peradangan pada lapisan dinding jantung bagian tengah), gagal ginjal, gagal napas dan gagal sirkulasi.

“Difteri itu gejalanya radang saluran nafas, ada selaput putih dan gampang berdarah, dan toksinnya itu yang bahaya, bikin kelainan jantung, meninggal,” katanya.

Difteri menimbulkan gejala dan tanda berupa demam yang tidak begitu tinggi, 38ºC, munculnya pseudomembran atau selaput di tenggorokan yang berwarna putih keabu-abuan yang mudah berdarah jika dilepaskan, sakit waktu menelan, kadang-kadang disertai pembesaran kelenjar getah bening leher dan pembengakan jaringan lunak leher yang disebut bullneck.

Adakalanya disertai sesak napas dan suara mengorok.

Penulis : Rosdiana

Editor : Alfian

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password