Dua Pelajar di Parepare Diamankan Polisi Saat Asik Hisap Lem

Tribratanews.polri.go.id – Polda Sulsel, Ada saja kelakuan remaja sekarang, bukan hanya narkoba dan minuman keras ataupun obat-obatan terlarang lainya yang menjadi tempat pelarian mereka. Bahkan ada juga yang Menghirup lem Fox untuk sekedar mabuk-mabukan hingga kini menjadi pelarian kalangan remaja, maupun kalangan pelajar.

Selain harga terjangkau, lem Fox mudah di dapatkan diberbagai toko-toko bangunan. Seperti yang berhasil diungkap Tim Crime Hunter Resmob Polres Parepare. Saat melakukan patroli rutin diwilayah hukum Polres Parepare, tanpa diduga menemukan dua remaja yang masih berstatus pelajar sedang asik menghisap lem Fox di Jalan Bambu Runcing, tepatnya dibelakang PLN Bakaru, Kecamatan Bacukiki, Rabu (10/1/18).

Kapolres Parepare AKBP Pria Budi melalui Kanit Resmob Polres Parepare, Aiptu Faesal. Menjelaskan, kronologis penangkapan berawal pada saat tim Resmob melakukan patroli. Dan melihat dua remaja yang sedang duduk di pinggir jalan menghisap lem Fox, saat di hampiri satu diantaranya mencoba kabur.

“Sempat tim kami kejar-kejaran dengan remaja tersebut, dan akhirnya kita tangkap,” kata Faesal.

Selain mengamankan dua remaja,kata Faesal, pihaknya juga mengamankan satu unit sepeda motor yang tidak memiliki kelengkapan surat-surat. “ Kita amankan kedua remaja yang berstatus pelajar, masing-masing Al dan Am yang kedapatan menghisap lem Fox,” katanya.

Atas tindakan kedua pelajar itu, pihak kepolisian melakukan tindak pembinaan dengan maksud agar mereka tidak mengulangi perbuatannya. ” Kita akan memanggil orang tua dari keduanya, dan mereka juga dikenakan wajib lapor,” tutupnya.

Sebagian publik mungkin akan sedikit bertanya-tanya terkait trend lem fox dikalangan remaja. lalu apa korelasi, serta implikasinya terhadap remaja. Sejatinya lem fox merupakan bahan perekat yang dibuat untuk merekatkan plastik, sepatu dan pipa pada mesin pompa air.

Namun dilain hal lem fox justru dialih fungsikan menjadi bahan untuk di hisap oleh sebagian remaja dewasa ini. Para sosiolog mengenal penyimpangan sosial dengan istilah patologi sosial.

Hampir sebagian besar kota-kota besar di indonesia mengalami mewabahnya remaja yang menghisap lem fox. Wabah lem fox begitu amat menggurita dikalangan remaja, kita akan menemukan remaja di lorong-lorong kota yang melakukan aktivitas menghisap sambil bertingkah mabuk di tengah kehidupan kota.

Sensasi aroma lem yang dapat memabukan dan membuat penggunanya berhalusinasi, menjadi salah satu dari alasan mereka untuk mengsiasati harga alkohol yang jauh lebih mahal.

Lem yang digunakan untuk merekatkan pipa dan sepatu ini memang memiliki aroma yang tajam karena di dalamnya mengandung zat kimia seperti LAD (Lysergic Acid Diethlamide) zat adiktif ini lah yang membuat para penggunanya mabuk, berhalusinasi bahkan merubah tingkah laku dan perasaan penggunanya.

Jika dilihat dari segi kesehatan memang zat-zat tersebut sangat berbahaya bagi tubuh. Menurut beberapa artikel kandungan zat kimia tadi dapat merubah sistem tubuh seperti denyut jantung lebih cepat, tekanan darah meningkat dan koordinasi otot terganggu.

Pengaruh jangka panjang membuat penilaian yang salah tentang diri sendiri atau lingkungan, halusinasi, gampang panik, kebingungan, cemas, mengakibatakan gangguan jiwa, hilangnya kendali dan dapat melakukan kekerasan pada diri sendiri bahkan orang lain, hingga dapat meregang nyawa seseorang.

Peran seluruh elemen sangat di butuhkan dalam menanggulangi mewabahnya lem fox di tengah pergaulan remaja. Birokrasi tingkat nasional, parlemen, dan seluruh praktisi hukum harus berembuk bersama dalam merancang aturan terkait larangan menghisap lem fox.

Paling tidak pemerintah daerah beserta seluruh akar rumput harus membuat sebuah peraturan daerah yang isinya menghukum keras bagi siapapun masyarakat yang kedapatan menghisap lem.

Fenomena lem fox mengancam hajat hidup masyarakat, terkhusus remaja. Jika aturan tidak segera di rumuskan maka fenomena ini akan berdampak negatif terhadap kehidupan berbangsa dan bernegara.

Bayangkan saja jika generasi dihidangkan dengan aktivitas menghisap, akan berapa banyak lagi generasi yang sakit jiwa, akan berapa banyak lagi generasi yang sakit-sakitan, akan berapa banyak lagi generasi yang pupus harapan, hingga akhirnya meregang nyawa.

Dampak itulah yang kemudian secara tidak langsung terkontaminasi terhadap kemajuan bangsa. Karena maju mundurnya suatu negara tergantung cerminan generasi sebagai pemegang tongkat estafet kekuasaan.

Penulis : Sumarwan

Editor : Alfian

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password