Edarkan Sabu, Seorang Sopir di Parepare Ditangkap Polisi

Tribratanews.polri.go.id – Polda Sulsel, Satuan Narkoba Polres Parepare kembali mengamankan Sahrir Alias Daeng Ngale (25) yang di duga sebagai pengedar narkoba jenis sabu-sabu, di Jalan Pasangrahan, Kelurahan Lumpue, Kecamatan Bacukiki Barat, Kota Parepare, Rabu (10/1/18).

Pelaku yang berprofesi sebagai sopir ini dibekuk tanpa perlawanan oleh Sat Narkoba Polres Parepare. Dari tangan pelaku, polisi berhasil mengamankan 9 sachet plastik bening yang diduga berisikan narkoba jenis sabu dan sebuah handphone merk samsung yang digunakan pelaku untuk menjual barang haram tersebut.

Kapolres Parepare AKBP Pria Budi, S,.iK.M.H melalui Kasat Narkoba Polres Parepare, AKP Zaki Sungkar SH SIK mengungkapkan terungkapnya kasus tersebut berawal dari informasi masyarakat terkait keberadaan pelaku yang sedang menyalagunakan narkoba.

Satuan Narkoba kemudian menindak lanjuti hal itu dan melakukan penggeledahan di rumah pelaku, “Kita menemukan tersangka dan barang bukti narkoba yang disembunyikan dalam pembungkus kopi saset. Iya, kita tindak lanjuti laporan masyarakat dan berhasil mengungkap pelaku pengedar narkoba ini,” jelasnya.

Kini tersangka dan barang bukti sudah bearad di Mapolres Parepare, untuk diproses lebih lanjut.

Miris memang, setiap tahun jumlah penyalahguna narkoba justru terus bertambah, baik yang digolongkan sebagai pecandu, yakni orang yang menggunakan atau menyalahgunakan narkotika dan dalam keadaan ketergantungan secara fisik dan psikis.

Dalam pandangan Islam para ulama sepakat akan haramnya mengkonsumsi narkoba ketika bukan dalam keadaan darurat. Ibnu Taimiyah rahimahullah berkata, “Narkoba sama halnya dengan zat yang memabukkan diharamkan berdasarkan kesepakatan para ulama. Bahkan setiap zat yang dapat menghilangkan akal, haram untuk dikonsumsi walau tidak memabukkan” (Majmu’ Al Fatawa, 34: 204).

Dalil-dalil yang mendukung haramnya narkoba:

Pertama: Allah Ta’ala berfirman,

“Dan menghalalkan bagi mereka segala yang baik dan mengharamkan bagi mereka segala yang buruk” (QS. Al A’rof: 157). Setiap yang khobits terlarang dengan ayat ini. Di antara makna khobits adalah yang memberikan efek negatif.

Kedua: Allah Ta’ala berfirman,

“Dan janganlah kamu menjatuhkan dirimu sendiri ke dalam kebinasaan” (QS. Al Baqarah: 195).

“Dan janganlah kamu membunuh dirimu; sesungguhnya Allah adalah Maha Penyayang kepadamu” (QS. An Nisa’: 29).

Dua ayat di atas menunjukkan akan haramnya merusak diri sendiri atau membinasakan diri sendiri. Yang namanya narkoba sudah pasti merusak badan dan akal seseorang. Sehingga dari ayat inilah kita dapat menyatakan bahwa narkoba itu haram.

Ketiga: Dari Ummu Salamah, ia berkata,

“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam melarang dari segala yang memabukkan dan mufattir (yang membuat lemah)” (HR. Abu Daud no. 3686 dan Ahmad 6: 309. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini dho’if). Jika khomr itu haram, maka demikian pula dengan mufattir atau narkoba.

Keempat: Dari Abu Hurairah, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

“Barangsiapa yang sengaja menjatuhkan dirinya dari gunung hingga mati, maka dia di neraka Jahannam dalam keadaan menjatuhkan diri di (gunung dalam) neraka itu, kekal selama lamanya. Barangsiapa yang sengaja menenggak racun hingga mati maka racun itu tetap ditangannya dan dia menenggaknya di dalam neraka Jahannam dalam keadaan kekal selama lamanya. Dan barangsiapa yang membunuh dirinya dengan besi, maka besi itu akan ada ditangannya dan dia tusukkan ke perutnya di neraka Jahannam dalam keadaan kekal selama lamanya” (HR Bukhari no. 5778 dan Muslim no. 109).

Hadits ini menunjukkan akan ancaman yang amat keras bagi orang yang menyebabkan dirinya sendiri binasa. Mengkonsumsi narkoba tentu menjadi sebab yang bisa mengantarkan pada kebinasaan karena narkoba hampir sama halnya dengan racun. Sehingga hadits ini pun bisa menjadi dalil haramnya narkoba.

Kelima: Dari Ibnu ‘Abbas, Rasul shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

“Tidak boleh memberikan dampak bahaya, tidak boleh memberikan dampak bahaya” (HR. Ibnu Majah no. 2340, Ad Daruquthni 3: 77, Al Baihaqi 6: 69, Al Hakim 2: 66. Kata Syaikh Al Albani hadits ini shahih). Dalam hadits ini dengan jelas terlarang memberi mudhorot pada orang lain dan narkoba termasuk dalam larangan ini.

Penulis : Marwan

Editor : Alfian

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password