Sadis, Hanya Karena Tersinggung Pria Ini Tebas Korbannya dengan Samurai

Tribratanews.polri.go.id – Polda Sulsel, Pelaku penganiayaan sadis di Jalan Abd. Daeng Sirua Makassar berinisial IR (31) akhirnya diringkus Resmob Polsek Panakkukang, Rabu (10/01/18). Pelaku nekat menebas tiga korbannya dengan menggunakan senjata tajam jenis samurai.

Ketiga korban berinsial WR mengalami luka tebas bagian leher sebelah kiri, DE mengalami luka sayatan sebelah kiri dan korban lelaki SA alias Undung (26) mengalami luka tebas di bagian kepala, Rabu (10/01/18).

Kasubbag Humas Polrestabes Makassar Kompol Laode Idris mengatakan kasus ini terungkap lewat CCTV pada saat pelaku menganiaya korbannya di Jalan Abd. Daeng Sirua Makassar tepatnya di penjual coto Abd. Daeng Sirua.

Dari hasil penyelidikan Resmob Polsek Panakkukang kemudian bergerak dan berhasil meringkus pelaku IR yang pada saat itu sedang berada di Jalan A.P. Pettarani Makassar beserta barang bukti senjata tajam jenis samurai yang digunakan pelaku, Ucap Kasubbag Humas.

Setelah diamankan pelaku membenarkan telah melakukan penganiayaan dengan menggunakan samurai kepada tiga korban karena kesal di tegur oleh korban sehingga pelaku melakukan pemukulan sehingga korban tidak terima dan memanggil korban lainnya dan keduanya pun langsung di tebas menggunakan samuaria yang terkena pada bagian leher seblah kiri serta tangan sebelah kanan.

Seorang psikolog, Dr. Wahyu Triasmara mengemukakan bahwa kehidupan saat ini betapa mengerikannya, bagaimana mungkin orang tega membunuh orang dengan motif hanya sepele ? Seolah sudah tidak ada rasa takut hingga orang berani mengahabisi nyawa orang lain. Lalu apa motivasi dan penyebab hingga orang tega membunuh?

Menurut psikiater ini, tentunya banyak motif hingga seseorang tega membunuh orang lain. Namun di sini, Wahyu lebih ingin mengupasnya dari sisi psikologis hingga kenapa orang begitu berani mengahabisi nyawa korbannya. Dari beberapa kasus pembunuhan dia aamati di dalam berbagai pemberitaan terkait motif-motif terjadinya pembunuhan, sedikit banyak psikiater ini mencoba merangkum berbagai motif hingga orang berani menghabisi nyawa orang lain.

Di urutan pertama, Wahyu Triasmara melihat adanya pribadi yang terlalu obsesif. Pada kondisi ini boleh dibilang biasanya dialami oleh orang-orang yang belum dewasa dan butuh perhatian lebih. Sehingga ketika mereka kehilangan rasa cinta dan kasih sayang, maka dalam pikirannya kekerasan adalah jalan terakhir untuk menyudahi semuanya.

Seseorang yang paranoid, orang tipe ini seringkali mudah dilanda cemburu buta. Sebagai contoh seorang suami dapat membunuh teman laki-laki istrinya yang ia curigai dan takuti akan berselingkuh dengan istrinya tersebut. Padahal hubungan istri dan teman lelakinya itu hanyalah sebatas hubungan kerja. Atau yang lebih mengerikan seorang suami tega membunuh istri karena kauatir ia berselingkuh dengan lelaki lain.

Mereka yang terlalu agresif juga sangat berisiko melakukan tindakan kekerasan, juga pembunuhan. Seolah-olah tak ada rasa takut dalam diri mereka. Orang dengan sifat agresif cenderung spontan dan berani. Orang-orang tipe ini mudah terpancing dalam kemarahan, sehingga tak segan untuk melakukan tindakan kekerasan pada orang lain.

Orang yang tertutup juga menurut Wahyu lagi, juga berbahaya. Orang dengan tipe tertutup boleh dibilang jarang berinteraksi dengan orang lain, sehingga ketika mereka kesal akan sesuatu hanya akan dipendam seorang diri. Bahayanya kemarahan yang menumpuk bisa saja meledak ketika masalah besar yang dia hadapi sudah menemui jalan buntu. Kadang kondisi demikian memaksa orang untuk berbuat kekerasan pada orang lain.

Menjadi pendendam, dapat memunculkan berbagai persoalan baru dikemudian hari. Ketika dia merasa disakiti maka dia dapat membalas rasa sakit hai itu dengan sesuatu yang lebih kejam dari apa yang dia alami.

Trauma yang mendalam juga dapat menyebabkan terjadi tindak kekerasan dan pembunuhan. Pengalaman-pengalam buruk dimasa lampau membuat seseorang berusaha melindungi dirinya sendiri dari hal-hal buruk yang dia anggap dapat hadir kembali di kehidupannya. Itulah beberapa kondisi psiko-sosial yang sangat mungkin mempengaruhi seseorang hingga akhirnya tega membunuh orang lain disekitar mereka.

“Tentunya masih banyak motif pembunuhan lain, bahkan motif politik, SARA, faktor ekonomi pun bisa menjadi faktor tindak kekerasan hingga pembunuhan, belum juga termasuk berbagai persoalam kehidupan yang bisa menjadi pemicu begitu entengnya orang tanpa rasa takut untuk membunuh sesamanya,” papar Dr. Wahyu Triasmara, seorang pakar psikolog.

Penulis : Rosdiana

Editor : Alfian

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password