Tidak Terima Ditegur, Empat Pekerja Bangunan di Bone Keroyok Penjual Ikan Hingga Babak Belur

Tribratanews.polri.go.id – Polda Sulsel, Anggota Resmob Polres Bone membekuk empat pekerja bangunan di Jalan Husain Jeddawi, Kelurahan Masumpu, Kecamatan Tanete Riattang, Kabupaten Bone, Minggu (7/1/2018) malam sekira pukul 19.30 Wita. Keempatnya ditangkap lantaran diduga melakukan pengeroyokan sesaat setelah melakukan aksinya.

Tiga dari empat pelaku tersebut merupakan warga Kabupaten Wajo, Sulsel yang bernama Rustang alias Uttang (39), Adi Ambo Upa alias Boy (35) dan Irwamsyah alias Wansa (18), sementara yang satunya lagi bernama Rudi Wahyudi (37) warga Kelurahan Ujung Tanah, Kecamatan Ujung Pandang, Kota Makassar.

Point-Blur_Jan072018_222417-76

Dihadapan petugas, keempat pelaku mengakui perbuatannya dan tega melakukan penganiayaan secara bersama-sama lantaran tidak terima ditegur oleh korban bernama Jumaeri (30) warga jalan Veteran, Kelurahan Bajoe, Kecamatan Tanete Riattang Timur, saat bekerja membuat sarang burung walet.

Adu mulut tak terelakkan dan salah seorang pelaku mendorong korban dan dua pelaku lainnya memegang tangan kiri dan kanan korban hingga susah untuk bergerak sementara rekan pelaku menghantam korban dengan menggunakan skop dibagian lengan kanan.

Sementara itu, pelaku yang awalnya mendorong korban mengeluarkan sebilah badik sehingga korban merasa ketakutan dan para pelaku bebas memukul korban berkali kali di sekujur tubuhnya dengan tangan kosong.
Akibat penganiayaan tersebut, Jumaeri yang berkerja sebagai penjual ikan itu mengalami luka gores dan memar di lengan kanan dan merasakan sakit di sekujur tubuhnya.

Dari penangkapan yang dilakukan aparat berpakaian preman dipimpin oleh Ipda Muhammad Arif, SH berhasil menyita barang bukti berupa sekop, linggis dan sebilah badik.

“Para pelaku mengakui perbuatannya telah melakukan penganiayaan dan kami turut mengamankan barang bukti berupa sekop, linggis dan sebilah badik,” kata Arif.

“Keempat palaku berikut barang bukti selanjutnya dibawa ke Polres Bone guna menjalani penyidikan dan proses hukum lebih lanjut,” sambungnya.

Penganiayaan pada akhir-akhir ini sering terjadi dimana-mana, bahkan beritannya sering muncul di stasiun-stasiun TV, penganiayaan dilakukan karena berbagai masalah, kadang-kadang penganiaayan terjadi hanya karena masalah sepeleh saja misalnya akibat tersinggung, salah paham, dendam, dan masih banyak lagi.

Banyak faktor yang menyebabkan orang tega melakukan penganiayaan, diantaranya :

1.Hasad dengki berlaku disebabkan perasaan tidak senang hati satu pihak disebabkan kelebihan yang ada pada pihak lain yang tidak ada padanya.

2.Tamak berlaku disebabkan sikap tidak mau kelebihan yang ada pada dirinya dimiliki juga orang lain. Ini juga disebabkan sikap tidak mahu sesuatu peluang didahului oleh orang lain.

3.Tidak berupaya melawan nafsu. berlaku disebabkan emosi atau nafsu yang memuncak sehingga dirinya dikuasai oleh nafsu.

4.Dendam atau cemburu berlebihan. berlaku disebabkan seseorang itu merasakan bahwa dia tidak atau kurang diberi perhatian atau merasakan orang lain mendapat layanan yang lebih daripadanya.

Penulis : Taufiq
Editor : Alfian

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password