Berantas Peredaran Narkoba, Polres Bulukumba Tangkap Pengedar dan Dua Kurir

Tribratanews.polri.go.id – Polda Sulsel, Tim opsnal sat narkoba Polres Bulukumba berhasil membekuk satu pengedar narkoba Rudi (31) dan dua kurir nakoba Zul (20) dan Qadri (19), Jumat (5/01/18) pukul 21.30 wita.

20180107_004847-1280x640

Ketiga pelaku merupakan warga Desa Padang Kec Gantarang Kab. Bulukumba yang ditangkap saat salah seorang personil Unit Opsnal Sat Res Narkoba melakukan Under Cover Buy (pembelian terselubung) terhadap Qadri Alias Qade’.

saat transaksi pembelian shabu, pelaku Qade’ menyadari bahwa yang ingin membeli shabu adalah petugas sehingga shabu yang digenggam Qade’ dibuang ketanah.

dari hasil introgasi terhadap Qade, barang tersebut dibeli dari rekannya Rudi seharga Rp. 900.000.

Sabtu 06/01/18 sekira pukul 08.30.wita, Unit Opsnal Sat Narkoba Polres Bulukumba yang dipimpin oleh Kasat Res Narkoba Akp Rudjianto Dwi Poernomo,Sik.SH didampingi KBO Sat Res Narkoba Ipda Asbudi Tonis,S.Sos.MH serta Kanit Opsnal Aipda Ashadi dan Kanit Idik Bripka Ajis Safri,SH.MH melakukan penangkapan di BTN Cabalu Dusun Cabalu Desa Paenre’ Lompoe Kecamatan Gantarang Kabupaten Bulukumba terhadap Rudi bersama Zul yang berada di Tkp serta ditemukan satu sachet shabu pada diri Rudi.

Rudi dan Zul membeli shabu tersebut dari rekannya AM yang berdomisil di kab. Bulukumba.

namun saat petugas mendatangi kediaman AM, AM sudah tidak berada ditempat yang diperkirakan kabur setelah mengetahui bahwa rekan-rekannya tertangkap.

kini pelaku diamankan di mapolres bulukumba dan mengakui semua barang bukti yang ditemukan di Tkp adalah miliknya.

“Kami akan terus mengejar AM untuk memberantas jaringan Narkoba di Kab. Bulukumba” tutup AKP Rujianto.

Miris memang, setiap tahun jumlah penyalahguna narkoba justru terus bertambah, baik yang digolongkan sebagai pecandu, yakni orang yang menggunakan atau menyalahgunakan narkotika dan dalam keadaan ketergantungan secara fisik dan psikis.

Dalam pandangan Islam para ulama sepakat akan haramnya mengkonsumsi narkoba ketika bukan dalam keadaan darurat. Ibnu Taimiyah rahimahullah berkata, “Narkoba sama halnya dengan zat yang memabukkan diharamkan berdasarkan kesepakatan para ulama. Bahkan setiap zat yang dapat menghilangkan akal, haram untuk dikonsumsi walau tidak memabukkan” (Majmu’ Al Fatawa, 34: 204).

Dalil-dalil yang mendukung haramnya narkoba:

Pertama: Allah Ta’ala berfirman,

“Dan menghalalkan bagi mereka segala yang baik dan mengharamkan bagi mereka segala yang buruk” (QS. Al A’rof: 157). Setiap yang khobits terlarang dengan ayat ini. Di antara makna khobits adalah yang memberikan efek negatif.

Kedua: Allah Ta’ala berfirman,

“Dan janganlah kamu menjatuhkan dirimu sendiri ke dalam kebinasaan” (QS. Al Baqarah: 195).

“Dan janganlah kamu membunuh dirimu; sesungguhnya Allah adalah Maha Penyayang kepadamu” (QS. An Nisa’: 29).

Dua ayat di atas menunjukkan akan haramnya merusak diri sendiri atau membinasakan diri sendiri. Yang namanya narkoba sudah pasti merusak badan dan akal seseorang. Sehingga dari ayat inilah kita dapat menyatakan bahwa narkoba itu haram.

Ketiga: Dari Ummu Salamah, ia berkata,

“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam melarang dari segala yang memabukkan dan mufattir (yang membuat lemah)” (HR. Abu Daud no. 3686 dan Ahmad 6: 309. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini dho’if). Jika khomr itu haram, maka demikian pula dengan mufattir atau narkoba.

Keempat: Dari Abu Hurairah, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

“Barangsiapa yang sengaja menjatuhkan dirinya dari gunung hingga mati, maka dia di neraka Jahannam dalam keadaan menjatuhkan diri di (gunung dalam) neraka itu, kekal selama lamanya. Barangsiapa yang sengaja menenggak racun hingga mati maka racun itu tetap ditangannya dan dia menenggaknya di dalam neraka Jahannam dalam keadaan kekal selama lamanya. Dan barangsiapa yang membunuh dirinya dengan besi, maka besi itu akan ada ditangannya dan dia tusukkan ke perutnya di neraka Jahannam dalam keadaan kekal selama lamanya” (HR Bukhari no. 5778 dan Muslim no. 109).

Hadits ini menunjukkan akan ancaman yang amat keras bagi orang yang menyebabkan dirinya sendiri binasa. Mengkonsumsi narkoba tentu menjadi sebab yang bisa mengantarkan pada kebinasaan karena narkoba hampir sama halnya dengan racun. Sehingga hadits ini pun bisa menjadi dalil haramnya narkoba.

Kelima: Dari Ibnu ‘Abbas, Rasul shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

“Tidak boleh memberikan dampak bahaya, tidak boleh memberikan dampak bahaya” (HR. Ibnu Majah no. 2340, Ad Daruquthni 3: 77, Al Baihaqi 6: 69, Al Hakim 2: 66. Kata Syaikh Al Albani hadits ini shahih). Dalam hadits ini dengan jelas terlarang memberi mudhorot pada orang lain dan narkoba termasuk dalam larangan ini.

Penulis : Marwan

Editor : Alfian

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password