Safari Jumat Kamtibmas, Kapolres Trenggalek : Jadilah Polisi bagi Diri Sendiri

Tribratanews.polri.go.id – Polda Jatim – Polres Trenggalek – Kapolres satu ini memang seperti tak pernah kehabisan ide. Melalui program Galek_Klik yang berarti Komitmen, Loyalitas, Integritas dan Kompetensi, AKBP Didit Bambang Wibowo S, S.I.K., M.H. telah banyak menelurkan gagasan-gagasan segar untuk membangun dinamika organisasi Polres Trenggalek dalam rangka menciptakan Kamtibmas kondusif di Kabupaten Trenggalek.

Jika beberapa waktu yang lalu, Polres Trenggalek menggelar Silaturahmi Kamtibmas dengan menghadirkan banyak tokoh masyarakat dan tokoh agama, kali ini AKBP Didit melaksanakan program yang bertajuk Safari Jumat Kamtibmas.

Program yang digelar sejak 3 minggu belakangan ini merupakan salah satu upaya Polres Trenggalek guna mendekatkan diri dengan masyarakat. Sesuai namanya, setiap Jumat Kapolres, Kapolsek dan pejabat utama melaksanakan ibadah salat Jumat berjamaah di salah satu masjid, kemudian berdialog dengan masyarakat sekaligus menyampaikan pesan-pesan Kamtibmas. Lokasi pun berpindah-pindah menyesuaikan dengan tingkat kerawanan.

Jumat ini, giliran wilayah Kecamatan Karangan yang berkesempatan dikunjungi oleh orang nomor satu di jajaran Polres Trenggalek. Tepatnya di sebuah masjid yang terletak di komplek Ponpes Darussalam Sumberingin Karangan yang diasuh oleh salah satu tokoh agama berpengaruh KH. Mastur Ali, Jum`at (05/01).

Dalam kesempatan tersebut, AKBP Didit yang saat itu didampingi oleh pejabat utama memperkenalkan diri kepada para jamaah salat Jumat sebagai pejabat baru di Trenggalek serta meminta dukungan dari segenap masyarakat untuk bersama-sama menjaga Kamtibmas kondusif di Kabupaten Trenggalek.

“Kamtibmas bukan saja menjadi tugas Kepolisian namun merupakan tanggung jawab kita bersama. Peran serta dan dukungan njenengan semua sangat dibutuhkan. Minimal menjadi polisi bagi diri sendiri dan lingkungan sekitar” ucap AKBP Didit.

1Selain masalah keamanan lingkungan, AKBP Didit juga menyinggung soal radikalisme dan intoleransi yang belakangan ini juga dinilai cukup marak. Baik melalui tatap muka maupun memanfaatkan jaringan dan media sosial. Menurut AKBP Didit, disinilah tokoh masyarakat dan tokoh agama berperan untuk menangkal masifnya gerakan radikalisme di Indonesia.

“Pencerahan dan dawuh dari para ulama tentu akan membawa kesejukan sehingga dapat menekan berkembangnya radikalisme” jelas AKBP Didit.

“Masyarakat bisa berpartisipasi dengan menggiatkan kembali Poskamling dan 1 x 24 jam wajib lapor” imbuhnya.

Tak ketinggalan, sebelum meninggalkan lokasi, alumni Akpol tahun 2000 ini pun menyerahkan bingkisan sarana kontak yang dapat dimanfaatkan untuk merawat dan membersihkan masjid dan lingkungan Ponpes.

Penulis : Ady / Polres Trenggalek Jatim
Editor : Alfian Nurnas
Publish : Handoko / Polres Trenggalek Jatim

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password