Sadarkan Tahanan, Kapolres Lutra Luangkan Waktu Tiap Hari Beri Konseling kepada Tahanan

Artikel, Sadarkan Tahanan, Kapolres Lutra Luangkan Waktu Tiap Hari Beri Konseling kepada Tahanan

Tribratanews.polri.go.id – Polda Sulsel, Kapolres Luwu Utara (Lutra) AKBP Boy FS Samola mempunyai kegiatan rutin yaitu konseling (Bimbingan) kepada tahanan Polres. Kali ini, salah satu tahanan bernama Haril Saputra (27) pelaku pencabulan anak dibawah umur mendapatkan kesempatan curhat.

Kapolres mengingatkan kepada Haril bahwa apa yang dialaminya saat ini harus dijalani dengan penuh kesabaran, “Yang sabar, jalani hukuman sambil menunggu sampai berkas dilimpahkan hingga jatuhnya putusan sidang di pengadilan,” kata Kapolres AKBP Boy FS Samola diruang kerjanya, Rabu (03/01/18).

AKBP Boy juga berpesan kepada Haril agar hukuman ini dijadikan pelajaran dalam hidup dan tidak lagi mengulangi perbuatan yang melanggar hukum.

“Jadikan ini sebuah pelajaran, ambil hikmahmya, yang terpenting adalah motivasi diri sendiri untuk menjadi lebih baik lagi dan jangan pernah lakukan hal yang bertentangan dengan hukum,” pesan Kapolres.

Giat konseling terhadap tahanan ini rutin dilakukan oleh Polres Luwu Utara yang dilaksanakan oleh Kapolres, Wakapores, para Kabag, Kasat, maupun Perwira lainnya.

Tujuan konseling adalah memberi fasilitas dan menimbulkan pertumbuhan kepribadian; Menolong pribadi-pribadi untuk mengubah pola-pola kehidupan yang menyebabkan mereka tidak berbahagia, dan Menyediakan suasana persaudaraan dan kebijaksanaan bagi pribadi-pribadi yang sedang menghadapi kehilangan dan kekecewaan. membantu klien untuk merasa lebih baik/ nyaman.

Tujuan  konseling  antara  lain:

(1) Mengadakan  perubahan  perilaku  pada  diri  konseli  sehingga  memungkinkan  hidupnya  lebih  produktif  dan  memuaskan.

(2) Memelihara  dan  mencapai  kesehatan  mental  yang  positif.  Jika  hal  ini  tercapai,  maka  individu  mencapai  integrasi,  penyesuaian,  dan  identifikasi  positif  dengan  yang  lainnya.  ia  belajar  menerima  tanggung  jawab, berdiri sendiri, dan memperoleh integrasi perilaku.

(3)  Pemecahan  masalah. Hal ini, berdasarkan kenyataan bahwa individu–individu yang mempunyai masalah tidak mampu menyelesaikan masalah yang dihadapinya.Disamping itu biasanya siswa datang pada konselor karena ia percaya  bahwa konselor dapat membantu memecahkan masalahnya.

(4) Mencapai keefektifan pribadi.

(5) Mendorong individu mampu mengambil keputusan yang penting bagi dirinya. Jelas disini bahwa, pekerjaan konselor bukan menentukan keputusan yang harus diambil oleh konseli atau memilih alternatif dari tindakannya. Keputusan–keputusan ada pada diri konseli sendiri, dan ia harus tau mengapa dan bagaimana ia melakukannya. Oleh sebab itu, konseli harus belajar mengestimasi konsekuensi– konsekuensi yang mungkin terjadi dalam pengorbanan pribadi, waktu, tenaga, uang, resiko dan Individu belajar memperhatikan nilai-nilai dan ikut mempertimbangkan yang dianutnya secara sadar dalam pengambilan keputusan.

Penulis : Harmeno

Editor : Alfian

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password