Dua Pelaku Pencurian yang Ditangkap Bhabinkamtibmas Ternyata Masih Pelajar SD

Tribratanews.polri.go.id – Polda Sulsel, Kurang dari 10 jam polisi berhasil mengamankan dua pelaku pencurian dirumah Mama Rian (40) Warga Dusun Lara, Ds. Lara, Kec. Baebunta, Kab. Luwu Utara. Pelaku ditangkap Bhabinkamtibmas Polsek Baebunta Bripka Gusriadi, Rabu (3/1/18).

Keduanya pelaku yang ditangkap berinisial RH (12) dan NP (11) warga Dsn. Lara Ds. Lara Kec. Baebunta Kab. Luwu Utara yang masih berstatus sebagai pelajar SD.

Barang bukti yang diamankan berupa rokok sampoerna 1 pack, class mild 2,5 pack, nes mild 2 pack, dunhil 1,5 pack niu mild 1 pack potensa hitam 2 pack, surya pro, 1 pack, mariboro 3 bks, sampoerna avolution 3 bks, gula gula 10 bks, minyak rambut 2 buah, baterai hp 2 buah, pilox 1 kaleng, solder 1 buah, semir merk miranda 7 bks, paku 1 dos dan minuman kaleng 2 buah.

“Pelaku berikut barang bukti kami serahkan ke SPK Polsek Baebunta untuk penanganan selanjutnya,” ucapnya.

Fenomena anak dibawah umur yang melakukan pencurian disebabkan beberapa faktor, ada beberapa cara untuk mengetahui mengapa anak kita mencuri dan bagaimana membantu kebiasaan buruk itu berakhir. Anak disetiap umur mulai awal sekolah hingga remaja dapat tergoda mencuri untuk alasan berbeda.

Anak berusia sangat muda kadang mengambil barang-barang yang mereka inginkan tanpa memahami jika itu punya nilai uang dan itu salah untuk mengambil tanpa membayar. Anak usia sekolah biasanya mengetahui mereka tidak seharusnya mengambil tanpa bayar, tapi mereka melakukan itu juga. Bisa jadi karena kurang kontrol diri.

Lalu awal remaja, mereka tentu lebih paham mencuri itu tidak boleh, namun tetap terus dilakukan gara-gara sensai tantangan atau karena teman juga mencuri. Beberapa orang tua, bahkan anak yang melakukan meyakini mereka akan berhenti. Hanya saja ketika mereka memiliki kontrol atas diri sendiri, beberapa remaja mencuri sebagai bentuk pemberontakan.

Ada alasan kompleks lain yang menjadi faktor penyebab. Anak mungkin marah atau butuh perhatian. Perilaku mereka bisa jadi mencermikan tekanan di rumah, sekolah, atau hubungan antar teman. Alasan lebih ekstrim, beberapa anak kadang mencuri karena bingung mencari pertolongan dan dorongan emosi akibat siksaan fisik yang harus ditanggung.

Namun di dalam kasus umum, anak-anak dan remaja mencuri karena mereka tidak mampu membeli apa yang mereka butuhkan atau inginkan, contoh mereka mencuri barang-barang bermerek mahal. Dalam kasus tertentu mereka mencuri karena kebutuhan akibat kecanduan obat.

Apa pun alasan mencuri, orang tua wajib mencari tahu akar perilaku tersebut dan menyelesaikan sebab masalah dibalik perilaku mereka dengan tepat, yang kadang tidak muncul ke permukaan.

Penulis : Marwan

Editor : Alfian

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password