Tekab 308 Polresta Bandar Lampung Kembali Ringkus Spesialis Pelaku Curanmor

Tribratanews.polri.go.id – Polda Lampung. Kurang dari sepuluh jam setelah kejadian pencurian motor diparkiran sebuah ruko di Jalan P. Antasari pada Selasa 2 Januari 2017 sekitar pukul 14.30 WIB, tim Ranmor Tekab 308 Unit IV Satreskrim Polresta Bandar Lampung berhasil meringkus kedua pelaku. Tersangka Hengki (18) dan Hadiansyah (18) merupakan dua remaja asal Desa Jabung Kabupaten Lampung Timur. Mirisnya, Tersangka Hadiansyah masih menyandang predikat sebagai pelajar sebuah SMA di Desa Jabung. Dua remaja itu menjadikan Kota Bandar Lampung sebagai lahan panen motor curian yang dijual langsung ke Kabupaten Lampung Timur seharga Rp2,5 – 3 juta sesuai jenis dan kondisi motor curian.

“Kedua tersangka siang bolong mencuri motor korban Aditia warga Gedong Tataan Kabupaten Pesawaran yang sedang parkir didepan kantornya. Caranya dengan merusak kunci stang motor korban dengan kunci letter T. Alhamdulillah korban cepat melapor sehingga anggota bergerak menyebar melakukan penjaringan sesuai informasi yang diberikan korban dan saksi sekitar lokasi kejadian, ” kata Kasatreskrim Polresta Bandar Lampung Kompol Harto Agung C saat ekspos di Mapolresta, Rabu 3 Januari 2018.

Kedua tersangka ini tergolong kelompok baru dalam kriminalitas curanmor. “Para tersangka masih dibawah umur. Hasil pemeriksaan sementara, mereka tergolong kelompok baru asal Desa Jabung. Tersangka Hengki ini yang jadi leader dari komplotan mereka. Tersangka belajar curi motor dari temannya disana. Ini yang sedang kita dalami termasuk anggota lain dari kelompok ini,” kata Harto.

Melihat modus tersangka, kuat dugaan ada pemain lama dibelakang dua tersangka. Kunci letter T yang dipakai tersangka Hengki saat membobol kunci stang motor curian, diakui keduanya, adalah pemberian teman. Tersangka juga mengakui baru beraksi lima kali melakukan pencurian kendaraan bermotor itu. Yakni diseputar Jalan Antasari, Jalan Gajah Mada dan Kecamatan Sukarame Kota Bandar Lampung.

“Cara kerja mereka sangat cepat. Cuma semenit otak-atik kunci stang, motor curian sudah langsung bisa dibawa kabur. Bisa secepat itu yah sedikit banyak dipengaruhi oleh kelalaian korban yang tidak memasang sistem pengaman tambahan pada motor mereka, ” lanjut jelas Harto. Itu sebabnya mengapa dua maling itu setiap hendak beraksi pasti menyasar motor yang tidak dilengkapi sistem pengaman seperti gembok ekstra atau sistem alarm.

Tersangka Hengki, remaja putus sekolah, berperan sebagai eksekutor yang merusak kunci stang motor sasaran dengan kunci letter T pinjaman. Sementara tersangka Hadiansyah (pelajar SMA) berperan sebagai joki dan pengamat situasi sekitar saat tersangka Hengki beraksi.

Baca juga : Terkait Curanmor di Bandar Lampung, Pelaku Hilangkan Jejak Dengan Parkirkan Motor Curian di Sebuah Rumah Sakit

Kepada tersangka kami kenakan Pasal 363 KUHP dengan ancaman tujuh tahun penjara. (*).

Penulis : Wahyudi / tim
Editor : Alfian Nur
Publish : Yudi ZLD

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password