Sambut 103 Personil dari Papua, Kapolda Gelar Upacara di Bandara Babullah Ternate

upacara sambut Bko 1

Tribratanews.polri.go.id – Polda Maluku Utara, Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Maluku Utara (Malut) didampingi Dansat Brimob, Kombes Pol. Anang Sumpena berserta Pejabat Utama (PJU) dan Kapolres Jajaran, Rabu (3/1/2018) melakukan penyambutan terhadap 103 personil Brimob Polda Malut BKO Polda Papua dalam rangka operasi “Aman Nusa I”.

Kapolda Malut, Brigjen Pol Drs. Achmat Juri M.Hum dalam sambutannya mengatakan, selaku pimpinan Polri di Polda Malut, dirinya mengucapkan selamat datang dan selamat bertugas kembali dijajaran Polda Malut setelah selesai dengan sukses melaksanakan tugas operasi aman Nusa I di Provinsi Papua dalam rangka pengamanan Pilkada Tolikara dan Intan Jaya.

Tugas yang diamanatkan oleh negara itu, lanjut Kapolda, telah dilaksanakan dengan sebaik-baiknya dalam kurun waktu kurang lebih dari tiga bulan dengan hasil yang sangat baik, yaitu terjaganya situasi dan kondisi kamtibmas yang aman di wilayah Tolikara dan Intan Jaya.

Selain itu menurutnya, personil pengamanan BKO Tolikara dan Intan Jaya yang ditugaskan itu, juga tidak terdengar adanya catatan-catatan negatif bahkan telah memberikan sumbangan catatan positif karena selama tugas operasi di wilayah tugas itu, tidak terjadi letusan senjata api sedikitpun sebagaimana dengan arahan Kapolri.

“Satgas Brimob Polda Malut BKO Polda Papua, sejatinya saudara-saudara telah melihatkan kemampuan dan ketrampilan serta pengabdian tulus sebagai bayangkara profesional dan terpecaya, maka itu, prestasi yang telah terukir di bumi Cendrawasi itu, telah membanggakan masyarakat Malut khususnya Polda Malut yang juga telah mengaruhkan nama Kepolisian RI.” ucapnya.

Kapolda juga menambahkan, satgas Aman Nusa I yang dilaksanakan oleh Brimob Polda Malut ini merupakan yang pertama kalinya, namun telah mampu melaksanakan tugas dengan sebaik-baiknya dan telah berhasil secara giat. Maka itu prestasi ini tentunya harus terus dipertahankan dan ditingkatkan untuk tugas-tugas harkamtibmas di Polda Malut dan juga di luar jika melaksanakan tugas-tugas BKO di luar Polda Malut.

“Dengan sekembalinya Satgas ke satuan induk ini, agar tidak larut dalam situasi BKO, namun harus segera untuk menyesuaikan diri terutama dilingkungan bekerja masing-masing.” akunya.

Bahkan Kapolda juga meminta, kepada 103 satgas Brimob Polda Malut BKO Polda Papua, untuk segera melakukan konsolidasi yang baik terhadap personil, materil dan administrasi serta segera untuk melakukan swit mental untuk menyesuaikan dengan alam dan situasi di Malut, karena di tahun 2018, masih diperhadapkan dengan Pemilihan Gubernur dan di 2019 nanti juga akan diperhadapkan dengan pemilihan legislatif dan pemilihan Presiden.

“Kedepan kita masih mengahadapi beberapa momentum maka kita harus melakukan operasi mantap peraja, oleh sebab itu, segera menyesuaikan diri dan ikuti perkembangan yang ada dan siapkan fisik dan mental namun jangan lupa untuk tetap menjaga kemampuan personil dengan kemampuan Brimob baik latihan rutin, satuan maupun satuan dan latihan lainya sebagaimana dengan moto Brimob yakni tiada hari tanpa latihan.” tegasnya.

Sementara itu, Dansat BKO Brimob Polda Malut, AKBP Djafar Sadik mengaku, penugasan di wilayah Polda Papua tersebut, sama dengan tugas di wilayah sendiri, karena Papua dan Malut terikat dengan sumpah dan janji untuk saling menghormati dan saling melindungi.

“Kita datang disana walaupaun banyak penembakan dimana-mana tapi ditempat kami tidak melakukan itu, karena adanya ikatan yang harus diketahui oleh semua orang baik Papua maupun di Malut, karena dengan sumpah saling menghormati dan saling melindungi itu, jika kita melaksanakan tugas ke sana maka insya Allah kita tidak akan mengalami hambatan apapun.” katanya.

Bahkan, lanjut Dansat BKO Brimob, selama melakukan pengamanan di Polda Papua, personil BKO Brimob Polda Malut, bisa menjalankan tugas dengan baik dan tidak melakukan hal-hal yang menyinggung perasaan masyarakat maupun lainya.

“Alhamdulillah selama kami disana kami tidak ada gesekan dengan siapapun termasuk dengan masyarakat, karena kehadiran kami disana itu sebagai saudara.” akunya.

Menurtunya, pengamanan yang dilakukan di Tolikara dan Intim Jaya Provinsi Papua tersebut terdapat 200 personil, dan 200 personil tersebut 103 merupakan BKO dari Polda Malut sementara 99 personil lainya merupakan personil dari Polda Nusa Tenggara Timur (NTT).

Penulis             : Muis

Editor              : Alfian Nur

Publish            : Mandala

 

 

 

 

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password