Ditlantas Polda Jambi Rilis Tahun 2017 terjadi Peningkatan Jumlah Tilang dan Penurunan Angka Kecelakaan

Tribratanews.polri.go.id, Polda Jambi – Direktorat Lalulintas Kepolisian Daerah Jambi melakukan analisa dan evaluasi terhadap kasus pelanggaran lalulintas dan Kecelakaan yang terjadi di Provinsi Jambi terkait dengan dekade aksi keselamatan di jalan.

Kabid Humas Polda Jambi AKBP Kuswahyudi Tresnadi saat dikonfirmasi di ruang kerjanya mengatakan terjadi peningkatan terhadap pengendara yang ditilang dan terjadi penurunan jumlah kasus kecelakaan lalulintas.

Berdasarkan data yang diolah dari Sub Direktorat Pembinaan Hukum Direktorat Lalu Lintas (Subdit Gakkum) tercatat bahwa terjadi peningkatan jumlah pengendara yang ditilang terjadi kenaikan 37.189 atau sebesar 68 %
(Pada tahun 2016 sebanyak 54.542, Pada tahun 2017 sebanyak 91.731) Trend Tilang terbanyak adalah Ditlantas sebanyak 8.597, Polres Bungo sebanyak 4.972 dan Polres Tebo sebanyak 4.952.

Sementara untuk kecelakaan lalulintas terjadi penurunan sebanyak 50 kasus atau 4 % ( Pada tahun 2016 sebanyak 1.167, dan pada tahun 2017 sebanyak 1.117 ), untuk korban meninggal dunia turun 3% (data tahun 2016 sebanyak 348, data tahun 2017 sebanyak 339 ), Luka berat turun 33% ( data tahun 2016 sebanyak 289, data tahun 2017 sebanyak 193 ) kemudian luka ringan turun 1% (data tahun 2016 sebanyak 1.516,data tahun 2017 sebanyak 1.506).

Jika dikaitkan antara Tilang dan Lakalantas untuk mendukung Dekade Aksi Keselamatan di Jalan maka diperoleh data bahwa Polres Bungo
Terjadi penurunan kasus laka lantas sebesar 31 kasus ( 2016 : 111, 2017 : 80 ) dan korban MD turun 10 jiwa dari 51 menjadi 41, untuk Polres Tebo
Terjadi penurunan kasus lakalantas sebanyak 15 kasus ( 2016 : 75, 2017 : 60 ) Korban MD turun 11 jiwa dari 37 menjadi 26, Sedangkan Polres Sarolangun terjadi kenaikan kasus laka lantas sebanyak 10 ( 2016 : 43, 2017 : 53 ) dengan Korban MD mengalami kenaikan sebanyak 11 jiwa dari 27 menjadi 38 jiwa.

Kabid Humas Polda Jambi juga mengungkapkan bahwa Dit Lantas Polda Jambi memiliki Program di tahun 2018 diantaranya, yang pertama meningkatkan keselamatan anak khususnya terhadap anak yang mengemudikan kendaraan bermotor, diboncengkan orang tua tidak memakai helm dan menempatkan anak di mobil tidak diberikan seat belt.

Kedua penegakan hukum terhadap pelanggaran kecelakaan yang menimbulkan fatalitas terhadap korban seperti ; melewati batas kecepatan, mabuk, tidak pakai helm dan seat belt, melawan arus lalu lintas, menerobos rambu lalulintas, perlengkapan kendaraan dan sepeda motor yang tidak menyalakan lampu utama pada siang dan malam hari.

Penulis : Lilik Adhi
Editor : Alfian
Publish : Lilik Adhi

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password