Cegah isu SARA Kapolres Morowali turun tangan mediasi kelompok pemuda yang bertikai

Tribratanews.polri.go.id – Polda Sulteng – Polres Morowali – Senin (1/1/2018) pukul 15.00 Wita Bertempat di Kantor Polsek Bahodopi di Desa Bahodopi Kec. Bahodopi Kab. Morowali dilaksanakan pertemuan penyelesaian Kesalah pahaman yang terjadi pada Hari senin tanggal 01 Januari 2018 sekitar pukul 01.00 Wita di Desa Keurea Kec. Bahodopi Kab. Morowali. Pertemuan tersebut dihadiri oleh Kapolres Morowali AKBP EDWARD INDHARMAWAN E.C, SIK. MH. Kabag Ops Polres Morowali Kasat Reskrim, Kasat Intel polres Morowali, Danranil 1311-02 Bungku Selatan Kapten Infantri Latara, Kapolsek Bahodopi IPTU SUPROJO,SH. Kapolsek Bungku Tengah AKP Rahim Malingga, Sekcam Bahodopi Lk. Tahir, Ketua Kerukunan Toraja Jony Palulungan, Hi Bahar (Tokoh masyarakat Bugis) yang dihadiri sekitar 30 Orang dalam pertemuan tersebut.

Sebelumnya pada hari Senin tanggal 01 Januari 2018 sekitar Jam 01.00 wita bertempat di Desa keurea telah terjadi kesalah pahaman antara suku Toraja Dan suku Bugis yang mengakibatkan Perkelahian didepan Toko Bahodopi Desa Keurea Kec. Bahodopi Kab. morowali. Kejadian bermula pada saat sekelompok anak muda yakni Seti Bonga, maikel, Oktavianus, Renol, Daniel dan Riman yang mengendarai KR 2 kebut-kebutan sehingga terjatuh di jalan trans Sulawesi Desa Keurea Kec. Bahodopi Kab. Morowali. Pada saat itu pula dipinggir jalan didepan Toko Bahodopi ada sekelompok pemuda yang sedang Duduk-duduk dan menertawai kelompok anak muda yang terjatuh dari Kendaraannya tersebut. Anak muda yang terjatuh tersebut tersinggung sehingga terjadi perdebatan dan perkelahian dengan kelompok pemuda yang duduk-duduk dipinggir jalan.

Akibat perkelahian tersebut Lk. Seti Bonga mengalami luka pada bagian bibir Atas. Kemudian Lk. Seti Bonga dan rekan-rekannya kembali dan memanggil massa dari kelompok pemuda tersebut dengan maksud untuk mencari pelaku pemukulan. Sekitar pukul 02.00 wita massa dari Seti Bonga Cs kurang lebih sekitar 300 Orang mengamuk, membakar ban bekas di jalan trans Sulawesi dan melempar rumah rumah Warga disekitar tempat kejadian pemukulan. Pada sekitar pukul 03.00 massa berhasil dibubarkan oleh Aparat Gabungan TNI-Polri.

” Kita semua berharap dapat menjaga kerukunan antar suku ras dan Agama agar tidak terjadi perkelahian atau pertikaian yang berujung Sara yang dapat menganggu semua ketertiban Umum. Kita juga berharap permasalahaan ini dapat kita selesaikan secara kekeluargaan sehingga tidak ada lagi saling Dendam ” Ucap Kapolres saat memediasi kedua belah pihak. Kapolres juga mengajak seluruh pihak agar menjaga Morowali dan terlebih khusus Kec. Bahodopi agar tetap aman kondusif.

Disaksikan oleh Kapolres Morowali, Kedua belahpihak menandatangani surat kesepakatan damai tanpa paksaan dari pihak manapun. Adapun isi surat kesepakatan damai tersebut sebagai berikut :
1. Bahwa persoalan tersebut bukan merupakan isu Sara(suku) sebagaimana yang dihembuskan.
2. Pihak pertama memohon maaf kepada pihak kedua atas perbuatan yang dilakukan oleh pihak pertama.
3. Pihak kedua menerima permohonan maaf dari pihak pertama.
4. Pihak pertama berjanji tidak mengulangi perbuatannya kepada pihak kedua maupun kepada orang lain.
5. Dengan adanya pernyataan ini maka pihak kedua dan keluarganya menganngap permasalahaan tersebut telah selesai dan tidak akan ada tuntutan lagi dikemudian hari kepada pihak pertama.
6. Kedua belah pihak berjanji tidak akan mengulangi peristiwa yang telah terjadi diatas dan apabila diulangi maka yang melakukan dan yang mempertanggung jawabkan secara pribadi dihadapan Hukum tanpa melibatkan suku dan Golongan manapun.

Kegaiatan mediasi tersebut berjalan dengan aman,tertib dan lancar, situasi Kecamatan Bahodopi Kabupaten Morowali kembali kondusif.

Penulis      : Tim
Editor        : Alfian Nurnas
Publish      : Abdi Sudrajab

 

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password