Buron Selama 2 Tahun, Begal Pembunuh Ini Dibekuk di Manado

Tribratanews.polri.go.id – Polda Sulsel, Tim Resmob Polsek Panakkukang diback up Resmob Polda Sulsel dan Resmob Macan Polresta Manado berhasil meringkus Dpo Kasus Pembunuhan, Sabtu (30/12/17).

Kapolsek Panakkukang Kompol Ananda Fauzi Harahap mengatakan pelaku SK (21) alias Sandio ditangkap atas kasus Pembunuhan pada November 2015.

Kompol Ananda menjelaskan, Pelaku  adalah Begal motor yg melakukan penikaman  terhadap korban DW (22) yang mengakibatkan korban meninggal ditempat,  pelaku kemudian mengambil motor korban dijual lalu kabur ke wilayah manado.

SK alias Sandio juga terlibat beberapa kasus begal (curas) serta curanmor diwilayah hukum Polsek Panakkukang dan Polsek Tallo.

Kapolsek Panakkukang menambahkan, SK alias Sandio terpaksa dilumpuhkan petugas karena memberontak dan mendorong anggota kemudian melakukan perlawanan saat dibawa pengembangan menunjukkan TKP Curas yang pernah dia lakukan.

Selanjutnya pelaku dibawa ke rumah sakit Bhayangkara untuk dilakukan perawatan medis kemudian diamankan di Polsek Panakkukang untuk peroses hukum lebih lanjut.

Betapa mengerikannya, bagaimana mungkin seseorang tega membunuh orang lain dengan begitu keji apalagi masih ada hubungan darah. Seolah sudah tidak ada rasa takut, hingga orang berani mengahabisi nyawa orang lain. Lalu apa motivasi dan penyebab hingga orang tega membunuh? Tentunya banyak motif hingga seseorang tega membunuh orang lain.

Dalam Islam sendiri membunuh manusia dengan tanpa alasan yang dibenarkan syariat merupakan dosa besar. Allah Subhanahu wa Ta’ala telah melarang dengan firman-Nya:

Dan janganlah kamu membunuh jiwa yang diharamkan Allah (membunuhnya), melainkan dengan suatu (alasan) yang benar. (al-Isra’/17:33).

Bukan sekedar dosa besar, bahkan membunuh jiwa manusia dengan tanpa haq (tanpa alasan yan dibenarkan syariat) termasuk dosa-dosa besar yang bisa membinasakan, sebagaimana disebutkan dalam hadits shahîh :

Dari Abu Hurairah Radhiyallahu anhu, dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam , beliau bersabda: “Jauhilah tujuh (dosa) yang membinasakan!” Mereka (para sahabat) bertanya, “Wahai Rasulullah, apakah itu?” Beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab, “Syirik kepada Allah, sihir, membunuh jiwa yang Allah haramkan kecuali dengan haq, memakan riba, memakan harta anak yatim, berpaling dari perang yang berkecamuk, menuduh zina terhadap wanita-wanita merdeka yang menjaga kehormatan, yang beriman, dan yang bersih dari zina”. (HR al-Bukhari, no. 2615, 6465; Muslim, no. 89).

Dari sisi psikologis hingga kenapa orang begitu berani mengahabisi nyawa korbannya yakni diurutan pertama adanya pribadi yang terlalu obsesif , pada kondisi ini boleh dibilang biasanya dialami oleh orang-orang yang belum dewasa dan butuh perhatian lebih. Sehingga ketika mereka kehilangan rasa cinta dan kasih sayang, maka dalam pikirannya kekerasan adalah jalan terakhir untuk menyudahi semuanya.

Mereka yang terlalu Agresif juga sangat berisiko melakukan tindakan kekerasan juga pembunuhan. Seolah-olah tak ada rasa takut dalam diri mereka. Orang dengan sifat agresif cenderung spontan dan berani. Orang-orang tipe ini mudah terpancing dalam kemarahan, sehingga tak segan untuk melakukan tindakan kekerasan pada orang lain.

Orang yang Tertutup juga berbahaya. Orang dengan tipe tertutup boleh dibilang jarang berinteraksi dengan orang lain, sehingga ketika mereka kesal akan sesuatu hanya akan dipendam seorang diri. Bahayanya kemarahan yang menumpuk bisa saja meledak ketika masalah besar yang dia hadapi sudah menemui jalan buntu. Kadang kondisi demikian memaksa orang untuk berbuat kekerasan pada orang lain.

Menjadi pendendam, juga dapat memunculkan berbagai persoalan baru dikemudian hari. Ketika dia merasa disakiti maka dia dapat membalas rasa sakit hai itu dengan sesuatu yang lebih kejam dari apa yang dia alami.

Rasa Trauma yang mendalam juga dapat menyebabkan terjadi tindak kekerasan dan pembunuhan. Pengalaman-pengalam buruk dimasa lampau membuat seseorang berusaha melindungi dirinya sendiri dari hal-hal buruk yang dia anggap dapat hadir kembali di kehidupannya.

Itulah beberapa kondisi psikososial yang sangat mungkin mempengaruhi seseorang hingga akhirnya tega membunuh orang lain di sekitar mereka. Tentunya masih banyak motif pembunuhan lain. Bahkan motif politik, SARA, faktor ekonomi pun bisa menjadi faktor tindak kekerasan hingga pembunuhan, belum juga termasuk berbagai persoalam kehidupan yang bisa menjadi pemicu begitu entengnya orang tanpa rasa takut untuk membunuh sesamanya.

Penulis : Rosdiana

Editor : Alfian

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password