Pelaku Pembunuhan di Jalan Adhyaksa Akhirnya Menyerahkan Diri

Tribratanews.polri.go.id – Polda Sulsel, Pelaku Pembunuhan di Jalan Adhyaksa lorong 5 akhirnya menyerahkan diri di Posko Resmob Polda Sulsel, Sabtu (30/12/17).

Kapolsek Panakkukang Kompol Ananda Fauzi Harahap, SIK mengatakan Pelaku yang menyerahkan diri adalah ZL (16) warga Adhiyaksa Makassar.

Dari hasil introgasi ZL, dirinya membenarkan telah melakukan Pembunuhan di Jalan Adhyaksa lorong 5, berawal ketika pelaku bersama korban AG (19) meminum-minuman keras sehingga terjadi adu mulut dan perkelahian yang menyebabkan Korban tewas di kanal tanggal (28/12/17).

Pelaku dijemput Tim Resmob Polsek Panakkukang kemudian dibawa di Polsek Panakkukang untuk dilakukan proses hukum lebih lanjut. Tutup, Ananda.

Dari sisi psikologis hingga kenapa orang begitu berani mengahabisi nyawa korbannya yakni diurutan pertama adanya pribadi yang terlalu obsesif , pada kondisi ini boleh dibilang biasanya dialami oleh orang-orang yang belum dewasa dan butuh perhatian lebih. Sehingga ketika mereka kehilangan rasa cinta dan kasih sayang, maka dalam pikirannya kekerasan adalah jalan terakhir untuk menyudahi semuanya.

Mereka yang terlalu Agresif juga sangat berisiko melakukan tindakan kekerasan juga pembunuhan. Seolah-olah tak ada rasa takut dalam diri mereka. Orang dengan sifat agresif cenderung spontan dan berani. Orang-orang tipe ini mudah terpancing dalam kemarahan, sehingga tak segan untuk melakukan tindakan kekerasan pada orang lain.

Orang yang tertutup juga berbahaya. Orang dengan tipe tertutup boleh dibilang jarang berinteraksi dengan orang lain, sehingga ketika mereka kesal akan sesuatu hanya akan dipendam seorang diri. Bahayanya kemarahan yang menumpuk bisa saja meledak ketika masalah besar yang dia hadapi sudah menemui jalan buntu. Kadang kondisi demikian memaksa orang untuk berbuat kekerasan pada orang lain.

Menjadi pendendam, juga dapat memunculkan berbagai persoalan baru dikemudian hari. Ketika dia merasa disakiti maka dia dapat membalas rasa sakit hai itu dengan sesuatu yang lebih kejam dari apa yang dia alami.

Rasa Trauma yang mendalam juga dapat menyebabkan terjadi tindak kekerasan dan pembunuhan. Pengalaman-pengalam buruk dimasa lampau membuat seseorang berusaha melindungi dirinya sendiri dari hal-hal buruk yang dia anggap dapat hadir kembali di kehidupannya.

Itulah beberapa kondisi psikososial yang sangat mungkin mempengaruhi seseorang hingga akhirnya tega membunuh orang lain di sekitar mereka. Tentunya masih banyak motif pembunuhan lain. Bahkan motif politik, SARA, faktor ekonomi pun bisa menjadi faktor tindak kekerasan hingga pembunuhan, belum juga termasuk berbagai persoalam kehidupan yang bisa menjadi pemicu begitu entengnya orang tanpa rasa takut untuk membunuh sesamanya.

Penulis : Taufik

Editor : Alfian

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password