Resmob Polsek Panakkukang Ringkus Residivis Curanmor Saat Jual Motor Curian

Tribratanews.polri.go.id -Polda Sulsel, Resmob Polsek Panakkukang meringkus Residivis Curanmor (Pencurian Kendaraan Bermotor) lengkap dengan penadahnya, Jumat (29/12/17).

Pelaku inisial RB (28) alias Memed warga Jalan Maccini Kidul Makassar dan penadah seorang Ibu Rumah Tangga inisial RM (45) juga warga Maccini Kidul Makassar.

Kapolsek Panakkukang Kompol Ananda Fauzi Harahap, SIK mengungkapkan pelaku curanmor yang berhasil ditangkap merupakan Residivis kasus Curanmor dan baru keluar dari Lapas pada bulan 9 tahun 2017 atas kasus yang sama.

Kata Ananda, Penangkapan pelaku, saat Tim Resmob Polsek Panakkukang sedang melaksanakan Patroli antisipasi Kasus 3C (Curas, Curat dan Curanmor) diwilayah Hukum Polsek Panakkukang, Dantim Resmob Bripka Zulqadri mendapat info kalau Pelaku RB Alias Memed sedang membongkar Motor hasil curiannya dan ingin menjualnya secara terpisah di wilayah kerung-kerung. Tim Resmob kemudian menuju TKP dan berhasil mengamankan Pelaku.

Selanjutnya anggota melakukan pengembangan menuju ke rumah perempuan RM di Maccini Kidul tempat pelaku menjual Motor curiannya dan berhasil mengamankan RM.

RM-480-768x691

Kapolsek menambahkan, tertangkapnya pelaku berdasarkan laporan korban sesuai (LP/ 1382 /K/IX/2017/restabes mks/sek pnk) Tkp  JalanToddopuli IV No.2 Kota Makassar. Pelaku RB alias memed mengakui telah melakukan pencurian kendaraan bermotor sebanyak 10 kali diwilayah Kota Makassar.

Saat ini pelaku bersama penadahnya serta barang bukti diamankan di Mapolrestabes Makassar guna penyidikan lebih lanjut.

Aksi pencurian kendaraan bermotor makin terbilang nekat melakukan aksi kejahatannya, meskipun di lokasi yang ramai, juga banyak terjadi seperti di areal parkiran. Pelaku berulah dengan cepat, sehingga sulit terlacak oleh pemilik kendaraan. Peralatan mencuri kendaraan bermotor pun semakin canggih.

Penyebab pencurian pun juga beragam dan terkesan banyak juga yang sepele. Ada yang ditaruh di parkiran kemudian raib, lantas ada juga yang diserobot di jalan, bahkan ada juga yang karena sepele seperti karena ditinggal memancing, ditinggal belanja di dasar dan lainnya.

Dengan kondisi semacam itu, maka hal ini memberi sinyal kepada kita semua para pemilik motor untuk lebih ekstra hati-hati dan waspada bahwa pelaku-pelaku pencuri motor mengintai kekayaan motor kita.

Bisa jadi, semakin banyaknya motor yang dicuri lantaran jumlah sepeda motor juga bertambah sangat banyak di masyarakat. Maka wajar jika pencurian sepeda motor juga banyak yang memenuhi laporan kantor polisi.

Kita tentu tidak bisa melarang pengetatan kepemilikan sepeda motor di masyarakat. Karena bagaimana pun alat transportasi ini memang dibutuhkan masyarakat untuk kemudahan mobilitas.

Namun yang bisa dilakukan adalah memberikan imbauan agar masyarakat pemilik sepeda motor lebih berhati-hati dan waspada. Ketika ditinggal parkir maka harus dipastikan sepeda motor sudah terkunci.

Jangan sampai angka pencurian sepeda motor terus bertambah di masyarakat. Hal itu akan menjadi preseden buruk bagi rasa keamanan masyarakat. Meski sebenarnya penyebab kriminalitas pencurian sepeda motor itu bukan semata-mata karena faktor aparat keamanan tetapi juga karena keteledoran pemilik yang menyebabkan munculnya kesempatan pelaku beraksi.

Penulis : Bara

Editor : Alfian

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password