Niat Cari Kerja di Makassar, Warga Takalar Ini Malah Berurusan dengan Polisi

Tribratanews.polri.go.id – Polda Sulsel, Niat mencari pekerjaan di Kota Makassar pria berinisial MI (23) warga Kabupaten Takalar ini malah bawa kabur HP merk Samsung milik SW (25).

Sebelumnya pelaku MI diberi tumpangan oleh korban nginap di kamar kost miliknya di jalan Toddopuli 4 Makassar Rabu (27/12/17) pada pukul 22.30 wita, MI sendiri mempunyai hubungan dengan adik korban  dan rencananya akan melamar adik korban tahun depan.

Namun niat baik korban menolong pelaku beri tumpangan nginap di kost, malah menjadi korban pencurian setelah keesokan harinya HP Samsung miliknya dibawa kabur oleh pelaku. Korban pun melaporkan kejadian tersebut di Polsek Panakkukang pada hari Kamis (28/12/17) pukul 07.00 wita.

Kapolsek Panakkukang Kompol Ananda Fauzi Harahap, SIK membenarkan bahwa pihaknya telah menerima laporan korban sesuai dengan LP/1887/XII/K/2017/restabes mks/Sek Pnk tentang pencurian HP merk Samsung Galaxy S7.

Dari laporan tersebut pelaku kini sudah kami amankan setelah Tim Resmob Polsek Panakkukang yang dipimpin Kanit Reskrim AKP AGUS TRI PUTRANTA, SH mendapat informasi kalau pelaku akan melakukan transaksi jual beli handphone, pelaku sempat melarikan diri hingga Tim Resmob yang melakukan pengejaran dan berhasil mengamankan pelaku di Jalan Hertasning Jumat (30/12/2017) sekitar pukul 00.30 wita.

Saat ini pelaku beserta barang buktinya sebuah HP merk Samsung Galaxy S7 berada di Mapolsek Panakkukang untuk dilakukan penyidikan lebih lanjut, tutup Ananda.

Ekonomi. Ini adalah biang keladi dan dianggap sebagai motif yang utama seseorang melakukan tindak kejahatan pencurian. Orang mencuri karena ingin mempertahankan hidupnya. Mencuri untuk makan. Barang hasil curiannya kemudian dijual kepada pihak lain (penadah-red), dan uang hasil penjualan barang curiannya itu digunakan untuk keperluan hidup dirinya maupun anggota keluarganya.

Mungkin saja motif Ekonomi, ini sekilas masuk akal. Orang akan mati jika tidak makan. Dan salah satu cara untuk bisa makan adalah dengan mencuri. Dari hasil curiannya itulah akan dijual, dan uangnya digunakan untuk membeli makanan kepada anak istri dan anggota keluarganya.

Maksudnya baik, hanya saja caranya tidak baik. Mencuri adalah perbuatan melawan hukum (against the law-red) dan si pelaku harus diproses sesuai dengan hukum yang berlaku. Haruskah kita maklumi orang yang mencuri karena untuk menyambung hidupnya atau mencuri untuk makan sehari hari? Apapun alasannya, mencuri itu tetap tidak bisa dibenarkan an melanggar ketentuan Undang-Undang Hukum Pidana, dimana pelakunya akan dihukum sesuai perlakuannya.

Faktor lain sehingga seseorang mencuri, mencopet atau melakukan tindak kriminalitas adalah kehendak ingin bebas, keputusan yang hedonistik, dan kegagalan dalam melakukan kontrak sosial. Termasuk juga atavistic trait atau sifat-sifat anti-sosial bawaan sebagai penyebab perilaku kriminal. Faktor lainnya adalah hukuman yang diberikan pada pelaku tidak proporsional atau tidak memberikan efek jera.

Kriminalitas tidak bisa dihilangkan dari muka bumi ini. Adapun yang bisa dilakukan hanya mengurangi terjadinya aksi kriminal, melalui tindakan-tindakan pencegahan. Membatasi kesempatan seseorang bisa mencegah terjadinya tindakan kriminal untuk mencuri.

Penulis : Rosdiana

Editor : Alfian

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password