Kurang dari 12 Jam, Pelaku Pencurian di Gudang Terigu Diringkus Tim Kalong

Tribratanews.polri.go.id – Polda Sulsel, Kurang dari 12 Jam usai melakukan aksi pencurian, Tim Kalong Polres Soppeng, berhasil mengamankan tersangka pencurian tepung terigu di gudang yang terletak di kecamatan Donri-donri, kabupaten Soppeng, Sulawesi Selatan, pada Jumat 29 Desember 2017 di Pare-Pare.

Dari hasil penangkapan, polisi berhasil mengamankan seorang tersangka “Enal” (21) dengan barang bukti sebanyak 50 Sak tepung terigu, dengan nilai jual sekitar Rp10 juta.

Waka Polres Soppeng Kompol Catur BS yang mendampingi unit tim kalong Polres Soppeng usai penangkapan mengungkapkan, “saat hendak dibekuk petugas dan pelaku terlibat aksi kejar kejaran pelaku akhirnya dilumpuhkan dengan timah panas selanjutnya di bawa ke RSUD Latemmamala Soppeng.

“Selain mengamankan 50 Sak Tepung terigu, tim kalong juga berhasil mengamankan 2 unit Mobil yang digunakan pelaku untuk melakukan aksinya”

Saat ini tersangka Enal bersama barang bukti diamankan di Mapolres Soppeng untuk penyelidikan lebih lanjut. Tersangka dikenakan pasal 363 KUHP, dengan ancaman hukuman 4 Tahun Penjara.

Maraknya kasus pencurian disebabkan dua faktor yaitu faktor endogen dan eksogen. Faktor endogen adalah dorongan yang terjadi dari dirinya sendiri. Jika seorang tidak bijaksana dalan menanggapi masalah yang barang kali menyudutkan dirinya, maka kriminalitas itu bisa saja terjadi sebagai pelampiasan untuk menunjukan bahwa dialah yang benar.

Sementara faktor eksogen adalah faktor yang tercipta dari luar dirinya, faktor inilah yang bisa dikatakan cukup kompleks dan bervariasi. Kesenjangan sosial, kesenjang ekonomi, ketidak-adilan dan sebagainya, merupakan contoh penyebab terjadinya tindak kriminal yang berasal dari luar dirinya.

Pengaruh sosial dari luar dirinya itu misalnya, ajakan teman, tekanan atau ancaman pihak lain, minum-minuman keras dan obat-obatan terlarang yang membuat ia tidak sadar. Hawa nafsu yang sangat hebat dan kuat, sehingga dapat menguasai segala fungsi hidup kejiwaan. Sebab pengaruh ekonomi misalnya karena keadaan yang serba kekurangan dalam kebutuhan hidup, seperti halnya kemiskinan akan memaksa seseorang untuk berbuat jahat.

Kemiskinan merupakan penyebab dari revolusi dan kriminalitas. Kemiskinan diartikan sebagai suatu keadaan dimana seseorang tidak sanggup memelihara dirinya sendiri sesuai dengan taraf taraf kehidupan kelompok dan juga tidak mampu memanfaatkan tenaga mental maupun fisiknya dalam kelompok. Selain itu, faktor seseorang mencuri karena adanya kesempatan untuk menjadi pencuri.

Faktor lain sehingga seseorang mencuri, mencopet atau melakukan tindak kriminalitas adalah kehendak ingin bebas, keputusan yang hedonistik, dan kegagalan dalam melakukan kontrak sosial. Termasuk juga atavistic trait atau sifat-sifat anti-sosial bawaan sebagai penyebab perilaku kriminal. Faktor lainnya adalah hukuman yang diberikan pada pelaku tidak proporsional atau tidak memberikan efek jera.

Kriminalitas tidak bisa dihilangkan dari muka bumi ini. Adapun yang bisa dilakukan hanya mengurangi terjadinya aksi kriminal, melalui tindakan-tindakan pencegahan. Membatasi kesempatan seseorang bisa mencegah terjadinya tindakan kriminal untuk mencuri.

Solusi yang dapat dilakukan untuk menghindarkan anak-anak dalam masalah seperti ini terutama orang tua dan pemerintah. Para orangtua seharusnya bersikap ekstra hati-hati dan memantau secara rutin setiap tahap perkembangan anaknya. Lalu pemerintah harus bekerja lebih maksimal lagi dalam mensejahterakan rakyatnya.

Misalnya, meringankan biaya pendidikan agar anak-anak memiliki ilmu dan skill yang bisa digunakan untuk meringankan beban orang tua mereka. Lalu memberikan dana/uang jatah bulanan kepada warga miskin. Membatasi jumlah penduduk tiap tiap pulau, sehingga tidak ada pertumbuhan yang terlalu tinggi di salah satu pulau/ pemindahan orang–orang ke pulau lain.

Penulis : Sumarwan
Editor : Alfian

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password