Pelaku Penganiayaan Pemuda di Bulukumba Akhirnya Diringkus Polisi

Tribratanews.polri.go.id -Polda Sulsel, Tidak berselang lama pasca kejadian penganiayaan terhadap Sahar Alias Ancu Bin Raja (22) tahun yang terjadi di jalan sungai Balantieng Kelurahan Kasimpureng Kecamatan Ujung Bulu Kabupaten Bulukumba ditangkap oleh Unit Resmob Polres Bulukumba,Kamis (28/12/17).

Setelah menerima laporan kejadian penganiayaan berat, Resmob Sat Reskrim Polres Bulukumba langsung mencari dan mengumpulkan baket serta keterangan saksi di tempat kejadian perkara dan telah di dapat informasi bahwasanya pelaku utama kasus tindak pidana penganiayaan tersebut ialah Fikky Renaldy Alias Fikky Bin A.Rafiuddin warga jalan sungai walanae Kelurahan Kasimpureng Kecamatan Ujung Bulu Kabupaten Bulukumba bersama Muh. Razka Ali Farentah als Razka Bin Ali Topan 14 tahun warga, jalan. Abd. Karim Kecamatan Ujung Bulu Kabupaten Bulukumba.

Setelah mendapat informasi bahwa tersangka utama adalah Fikky Renaldy (21) melarikan diri menuju Kabupaten Bantaeng Kasat Reskrim polres Bulukumba Iptu Deki Marizaldi S.Ik., MH. di dampingi KBO Reskrim Iptu Sabri SH serta Kanit Resmob Aiptu Ardiman Yacob melakukan breefing/app terhadap tim yang terlibat.

Selanjutnya tim Resmob bergerak menuju tempat persembunyian pelaku di kampung Pasorongi Kelurahan Lamalaka Kabupaten Bantaeng dan langsung melakukan penangkapan terhadap tersangka Fikky Renaldy (21).

Adapun kronologis kejadian yakni berawal ketika korban Sahar (22) tahun bersama temannya melintas berulangkali di jalan sungai walanae dan terjadi ketersinggungan antara korban dengan pelaku. Setelah korban berhenti pelaku mendatangi korban dan bertanya kenapa kamu liat-liat saya dan korban mengatakan saya mau damaikan kamu dengan teman saya namun teman korban lari kemudian korban mengatakan saya panggil dulu teman saya namun pelaku langsung memarangi korban pada bagian wajah yang mengakibatkan luka robek wajah korban sampai ke telinga sebelah kanan.

Dalam Islam kita dilarang menganiaya atau menzalimi orang sebab kezaliman akan menjadi kegelapan di akhirat kelak, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

“Takutlah kalian berbuat zalim, karena kezaliman itu menjadi kegelapan demi kegelapan di hari kiamat” (HR. Muslim).

Kezaliman juga adalah kebangkrutan di akhirat, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah pertanya kepada para sahabat, “Tahukan kalian siapa itu orang yang bangkrut?”, Mereka menjawab:

“Orang yang bangkrut di kalangan kami adalah orang yang tidak lagi memiliki uang dan barang”.

Beliau lalu menerangkan:

“Sesungguhnya orang yang bangkrut diantara umatku adalah orang yang datang pada hari kiamat dengan membawa amal shalat, puasa dan zakat. Disamping itu, ia juga membawa dosa mencaci maki, menuduh, mengambil harta orang lain, menumpahkan darah, dan memukul orang lain. Maka tiap-tiap orang yang dizaliminya dibayar dengan amal baiknya. Kalau habis amal baiknya, sedangkan tanggungannya belum terbayar, maka diambil sebagian dari dosa-dos mereka lalu ditimpakan kepadanya, kemudian ia dicampakkan ke dalam api neraka” (HR. Muslim)

Penulis : Marwan

Editor : Alfian

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password