Berbekal Rekaman CCTV, Satreskrim Polres Banggai Ungkap Pelaku Pencurian Dengan Kekerasan

Tribratanews.polri.go.id – Polres Banggai, Peristiwa pencurian dengan kekerasan (Curas) yang terjadi di wilayah Desa Boyou Kecamatan Luwuk Utara, pada Selasa (27/12/2016) berhasil diungkap jajaran Satreskrim Polres Banggai, Bahkan Jumat (13/1/2017) salah seorang pelaku bernama MUF alias AY (54) warga Kelapa Dua Atas Kelurahan Simpong berhasil ditangkap tanpa perlawanan. Menariknya, proses penangkapan salah seorang sindikat Curas ini diungkap berbekal adanya Closed Circuit Television (CCTV) yang ada di depan lokasi kejadian

Kepada awak media Kasubbag Humas Bag Ops AKP Wiratno Apit, SH, MH menjelaskan, Selasa (17/1/2017) awalnya Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polres Banggai memperoleh informasi adanya pelaku pencurian dengan kekerasan yang dilaporkan Daud Ape Warga Kecamatan Lamala, pada laporannya itu Daud Ape menceritakan, pada Selasa (27/1/2016) sekira pukul 12.00 wita usai menjual hasil bumi disalah satu penampung, ia memperoleh cek tunai senilai Rp17.400.000 yang kemudian dicairkannya disalah satu bank, selanjutnya Daud bersama Hans dan Irawadi Warudu yang mengendarai mobil Toyota Hi-Lux menuju arah Desa Boyou dengan tujuan kembali kerumahnya. Sesampainya di Boyou tepatnya depan Toko Cipta mereka lalu berbelanja sementara uang hasil penjualan hasil bumi disimpannya dalam laci mobil. Naas, MUF yang sudah menguntit bersama rekannya berinisial AD yang saat ini telah menjadi Daftar Pencarian Orang (DPO) Polres Banggai, melihat adanya peluang yang kemudian tidak menyiakan celah dan langsung mengambil uang yang tersimpan dalam laci

Usai melakukan pencurian keduanya lalu menuju arah Tower di Dusun Kohoboti Desa Biak Kecamatan Luwuk Utara untuk selanjutnya mengarah ke kompoleks Tanjung Kelurahan Karaton. Disana keduanya membagi hasil curian dan berpisah, MUF lalu menuju ke Kabupaten Morowali mempergunakan sepeda motor, sementara AD diketahui telah melarikan diri ke Makassar. Merasa aman, Beberapa hari kemudian MUF kembali lagi ke Luwuk dan langsung menuju salah satu rumah bernyanyi, ditempat itu sekira sepuluh juta uang hasil curian dihabiskannya bersama sejumlah wanita yang satu diantaranya diajak ke salah satu penginapan

Kasubbag Humas juga mengungkapkan, laporan pencurian yang diterima SPKT itu lalu diteruskan ke Satreskrim guna dilakukan penyelidikan. Kasat Reskrim AKP Egidio Fernando Alfamantar, S.I.K bersama jajarannya lalu mendatangi Tempat Kejadian Perkara (TKP) tepatnya di depan Toko Cipta Boyou. Disana mereka melihat adanya CCTV yang kemudian dimintakan rekamannya untuk dipergunakan sebagai petunjuk. Berdasarkan petunjuk CCTV itu diketahui jenis motor dan pakaian yang dikenakan pelaku serta ciri-ciri yang kuat dugaan adalah MUF. Sekira sepuluh hari rekaman CCTV itu dikembangkan hingga mengarah pada MUF yang diketahui sudah tidak lagi berada dikosnya. Pencarian terus dilakukan hingga akhirnya tersangka terlihat tengah berada di salah satu warung makan bersama seorang perempuan berinisial VL. Ia kemudian ditangkap tanpa perlawanan dan dibawa ke Mapolres Banggai menjalani pemeriksaan

“Modus yang dilakukan para pelaku yakni menguntit korban dari Bank yang kemudian menunggu korban lalai atau lengah untuk kemudian mencuri uang yang disimpan tidak terjaga, beruntung pelaku berhasil ditangkap setelah adanya petunjuk CCTV di Toko Cipta,” ujar Kasubbag Humas

Sayangnya uang hasil pencurian hampir seluruhnya ludes, jajaran Sat Reskrim Polres Banggai hanya berhasil mengamankan uang Rp460.000 serta satu unit motor Yamaha Mio yang dipergunakan pelaku melakukan pencurian. Kasubbag Humas menghimbau agar para pelaku usaha baiknya memasang CCTV disetiap tempat usahanya agar bisa menjadi petunjuk jika suatu saat nanti terjadi tindak pidana, serta warga yang membawa uang dalam jumlah banyak sebaiknya meminta pengawalan polri.

Penulis : Khaerudin / Humas Polres Banggai

Editor    : Kang Iqbal

Publish : Ridwan

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password