Membantu Warga Kurang Mampu, Polisi Gelar Khitanan Massal

Tribratanews.polri.go.id – Polda Jatim – Polres Banyuwangi – Dalam rangka peringatan maulid Nabi Muhammad SAW 1438 H, Polsek Purwoharjo bersama dengan Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Banyuwangi, Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) dan Badan Amil Zakat  (BAZ) Kabupaten Banyuwangi melaksanakan khitanan massal  pada hari Kamis (28/12) di Polsek Purwoharjo.

Sebanyak 21 anak-anak usia sekolah dasar, mengikuti kegiatan khitanan massal gratis, tersebut. Khitanan massal tersebut digelar di halaman dan ruang aula Polsek Purwoharjo dengan dibuka langsung  Kapolsek Purwoharjo, AKP Ali Ashari., S.H.

Kapolres Banyuwangi  AKBP Donny Adityawarman., S.I.K., M.Si melalui Kapolsek Purwoharjo menyampaikan, bahwa pendataan anak calon peserta khitanan tersebut telah dilakukan melalui Bhabinkamtibmas sebulan sebelumnya. Kegiatan ini bertujuan meringankan beban para orang tua dari kalangan yang kurang mampu.

“Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian memperingati maulid Nabi Besar Muhammad SAW 1438 H. Kegiatan khitanan ini dikhususkan untuk membantu masyarakat yang kurang mampu,” ujar Kapolsek Purwoharjo.

Lebih lanjut AKP Ali Ashari mengatakan bahwa kegiatan ini menjadi bukti kepedulian dari Polres Banyuwangi, khususnya Polsek Purwoharjo untuk membantu masyarakat yang kurang mampu dalam mendapatkan pelayanan kesehatan yang layak. Kegiatan ini bentuk kerjasama dengan IDI, PPNI dan BAZ Kabupaten Banyuwangi.

001. khitanan massal.1

Dari Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Banyuwangi, dr. Putu Ayu Rahmawati mengatakan bahwa khitanan masssal untuk memberikan pelayanan kesehatan bagi masyarakat yang kurang mampu. Kegiatan khitanan massal gratis ini juga menjadi salah satu bagian program kerja IDI Banyuwangi.

Selanjutnya  Dr. Sis  Mulyango., S.Kep.Ns., M.Kes., Ketua PPNI Kabupaten Banyuwangi, menyampaikan  kegiatan ini wujud sumbangsih sosial bagi kami para medis untuk masyarakat yang membutuhkan, terutama di bidang kesehatan.

“Menurut pendapat yang shaheh tidak wajib dikhitan sehingga ia baligh dan disunatkan pada hari ketujuh kelahirannya, hal ini berlaku bila menurut perkiraan medis hal tersebut tidak akan berdampak negatif. Kalau tidak maka harus ditunggu sampai ia sanggup untuk dikhitan. Maka seorang yang sudah baligh wajib disegerakan untuk dikhitan dan bila ia enggan maka terhadap pemerintah wajib memaksanya untuk dikhitan,” ujar Herman Suyitno dari Baznas Kabupaten Banyuwangi.

Pak Katemin salah satu orang tua yang anaknya dikhitan dalam mengatakan ucapan terimaksih kepada pihak kepolisian, para dokter, perawat dan semua pihak yang telah memberi bantuan khitanan gratis tersebut.

“Karena saya belum punya biaya ynag cukup, saya belum bisa memenuhi permintaan anak saya untuk berkhitan. Anak saya sudah berumur sepuluh tahun. Khitanan massal gratis ini sangat membantu saya dan keluarga. Terimakasih kepada bapak Kapolsek dan anggotanya juga kepada para dokter, perawat dan semua pihak yang menyelenggarakan kegiatan ini,” ungkapan kebahagiaan dan terimakasih dari Pak Ketemin yang anaknya ikut dikhitan.

Penulis : Setyo B.2812 / Humas Res BWI

Editor : Alfian Nurnas

Publish : Setyo B

 

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password