Penipu Ini Berkedok Investasi Pertanian

Tribratanewspolri.go.id-Polda Jatim,Tersangka penipuan berkedok investasi pertanian terbongkar oleh Satreskrim Polsek Rungkut-Polrestabes Surabaya. Tersangka utama, Diwandarto Setijabudi alias Johan (61) ditangkap dan dijebloskan ke tahanan Mapolsek Rungkut.

Warga Dusun Ajung Wetan, Desa Ajung, Kecamatan Ajung, Kabupaten Jember digiring ke Mapolsek setelah dilaporkan Tan Melly warga Jalan Baruk Utara IX. Korban telah ditipu senilai Rp 615 juta (secara bertahap) untuk investasi penanaman padi dan kubis.

Kapolsek Rungkut Kompol Setija Oetami menjelaskan, penangkapan tersangka atas Laporan Polisi Nomor : LP/ 336/B/XII/ 2017/ SPKT/ JATIM/ RESTABES  SBYA/SEK. RKT, tanggal 1 Desember 2017,  tentang dugaan tindak pidana penipuan dan atau penggelapan.

Kejadian itu berlangsung saat tersangka Johan yang berprofesi petani mendatangi korban. Ia mengajak korban untuk memodali usaha pada pertanian padi dan kubis. “Tersangka mengatakan kalau sudah menyiapkan sawah 11 ha untuk ditanami padi dan 500 ha untuk ditanami kubis,” ujar Kompol Setija Oetami, Selasa (26/12/2017).

Dalam pertemuan itu, tersangka menjanjikan keuntungan besar karena kwalitas tanah di Jember dan Bondowoso sangat bagus untuk ditanami kedua jenis tanaman itu. Lokasi yang disiapkan terangka adalah sawah seluas 11,1 ha di Sempolan, Jember dan 500 ha di lahan milik PTPN XII Bondowoso.

Setelah korban tertarik dan terjadi kesepakatan jika nantinya bagi hasil, korban lantas menggelontorkan uang ke rekening tersangka sebanyak 237 kali melalui E-Banking. Proses transfer uang itu mulai 1 Juli 2016 sampai 15 September 2017. Total uang yang ditransfer secara bertahap mencapai 615 juta.

“Uang itu kata tersangka untuk membeli bibit padi, kubis, pestisida dan ongkos kuli tanam dan lainnya,” jelasnya.
Banyaknya uang yang sudah disetorkan, korban akhirnya bertanya terkait investasi yang telah dilakukan. Rupanya, Johan berbelit-belit untuk menjawab pertanyaan korban. “Dari situ korban curiga. Ternyata sawah yang dijanjikan ditanami padi dan kubis tida ada atau fiktif,” tandas Kompol Setija Oetami.

Dari hasil pemeriksaan sementara, tersangka Johan mengaku uang dari hasil menipu dengan kedok investasi pertanian dipakai kebutuhan hidup sehari-hari. Namun penyidik tidak langsung percaya, karena ada dugaan uang yang ada itu disembunyikan atau dibelikan aset.
“Kami sudah menyita rekening korban untuk melihat aliran uang dan mendalami aset tersangka,” tandasnya.

Penulis : Ice / hms jtm
Editor : Alfian Nur
Publish : Ice

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password