Kapolres Bone Santuni Pria Paruh Baya Penderita Lumpuh Sejak Lahir

Tribratanews.polri.go.id – Polda Sulsel, Sesama manusia dianjurkan untuk saling berbagi dan membantu mereka yang membutuhkan, seperti dilakukan Kapolres Bone Akbp Muhammad Kadarislam Kasim yang selalu saja memberikan kebaikan bagi orang lain, melalui program “Police care”.

Kali ini, Kadarislam yang didampingi sang istri Merliyani mengunjungi seorang pria berusia 55 tahun bernama Udding. Selasa (26/12/2017). Menderita kelumpuhan sejak lahir dan hidup sebatang kara selama 20 tahun setelah kedua orang tuanya meninggal dunia, tinggal di rumah panggung yang hampir rubuh.

Udding yang tinggal di Dusun Cenranae, Desa Bali, Kecamatan Amali, Kabupaten Bone, Sulsel, tidak bisa mengobati sakit yang dialaminya dikarenakan himpitan ekonomi. Kondisinya semakin hari semakin memprihatinkan.

Dalam kunjungannya, Kadarislam menggandeng Bagian Urusan Kesehatan Bripka Meliyana dan melakukan medical check up terhadap Udding.

Rumah yang ditempati seakan tidak terurus lagi, keseharian Udding hanya berbaring di atas tikar dan bantal yang sudah kusut. Bahkan bau amis tanpak begitu menyengat lantaran kondisi Udding yang tidak mampu lagi melakukan aktivitas apapun.

Untuk makan sehari-hari pun, Udding hanya mengharapkan pemberian dari tetangganya bernama Intan, namun Alhamdulillah dengan kegiatan Police Care (Polisi Peduli) Polres Bone berupa sembako dan santunan uang tunai, keluh kesah Udding sedikit terobati, paling tidak meringankan biaya hidupnya sehari-hari.

“Kegiatan Police Care ini merupakan salah satu wujud kepedulian Polres Bone terhadap warga yang kurang mampu.” kata Kadarislam.

“Semoga dengan bantuan yang tidak seberapa ini dapat sedikit membantu. Paling tidak, dapat meringankan beban Pak Udding,” sambungnya.

Selain Waka Polres Bone Kompol Dodik Susianto, S.Ik, Kapolsek Amali Kompol Kamaruddin dan pejabat utama Polres Bone serta Bhayangkari, turut merasakan kesedihan dialami Udding yang kini berusia 55 tahun yang harus menderita kelumpuhan sejak lahir dan tinggal hanya sebatang kara di atas rumah panggung yang tidak layak huni selama 20 tahun.

Penulis : Husriandi

Editor : Alfian

Publish : Harmeno

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password