Kapolda Sulsel Turun Langsung Mengecek Kondisi Banjir di Makassar

Tribratanews.polri.go.id – Polda Sulsel, Guyuran hujan yang terus menerus melanda sejumlah daerah di tanah air terutama di Kota Makassar yang membuat kondisi jalan diberbagai ruas tergenang akibat banjir. Kondisi tersebut tidak hanya membuat arus lalu lintas menjadi macet tetapi masyarakat mengalami kebanjiran.

Berangkat dari kondisi tersebut Kapolda Sulsel Irjen Pol Drs. Umar Septono, S.H, M.H turun langsung mengecek lokasi yang terkena banjir, salah satunya di Jl. Kompleks Bung Permai Rw 07, Kelurahan Tamalanrea, Kecamatan Tamalanrea, Sabtu (23/12/17).

Dalam kunjungan tersebut Kapolda Sulsel Irjen Pol Umar Septono didampingi Kasat Brimob Kombes Pol Adeni Muhan Daeng Pabali dan Dir Sabhara Kombes Pol Ruslan serta Kapolsek Tamalanrea Kompol Syamsul Bahtiar melihat kesiapan Sat Brimob dalam membantu mengevakuasi warga.

Kapolsek Tamalanrea menjelaskan kunjungan Kapolda sebagai wujud kepedulian terhadap warga Kota Makassar sekaligus menghimbau kepada warga agar tetap waspada dan berhati-hati.

E8A0AC1D-F5E3-4CA0-941D-36BB64

Ia juga mengutarakan keprihatinannya dengan kejadian banjir yang terjadi di beberapa wilayah Kota Makassar khususnya di kompleks Bung Permai Rw 07.

“Kita berusaha secepatnya dan seoptimal mungkin membantu mengevakuasi dan mengamankan korban. Dengan harapan semoga tidak ada korban jiwa akibat bencana banjir tersebut”, ujar Kapolsek Tamalanrea.

Kepedulian Kapolda Sulsel dengan turun langsung mengecek kesiapan personelnya menghadapi musibah banjir di Makassar memberikan dampak positif bagi warga yang melihat langsung pimpinan tertinggi Polri di Sulsel ini peduli dengan musibah banjir yang sedang dihadapi masyarakat.

Dampak baik lainnya adalah makin memperkokoh keberadaan Polri sebagai bagian dari masyarakat. Untuk membangun dampak positif pada tubuh Polri dibutuhkan kemampuan saling mempercayai dan kemampuan empati. Empati adalah kunci membina kepercayaan dari masyarakat. Rasa percaya atau trust relevan sekali dalam kondisi sosial tertentu.

Dikehidupan masyarakat, Polisi memainkan banyak peran sesuai dengan tugas pokok dan fungsinya. Mengatur lalu lintas, menegakkan hukum, menyidik perkara, memelihara keamanan dan ketertiban, dan melindungi keselamatan warga negara adalah sebagian dari tugas polisi. Istilah yang sering digunakan adalah melayani, melindungi, dan mengayomi.

Walaupun peran polisi sangat banyak, atau karena peran polisi sangat banyak, pengetahuan masyarakat mengenai polisi, motif polisi, dan tanggapan atau respons polisi, sangat terbatas. Ada ketidaktahuan dan ketidakpastian di masyarakat luas mengenai kinerja polisi.

Pada saat yang sama, dengan peran yang banyak tersebut, yang disertai dengan kewenangan yang dimiliki polisi berdasarkan konstitusi dan undang-undang, polisi memiliki peluang dan kesempatan untuk mengecewakan harapan-harapan masyarakat. Anggota Polri ada yang melakukan korupsi, pungutan liar, dan penyalahgunaan wewenang lainnnya.

Supaya kepercayan pulih, Polri bisa mengembangkan norma dan kode etik yang mewajibkan anggota supaya tidak mengkhianati warga masyarakat yang memercayainya.

Jika warga masyarakat bertemu dengan banyak polisi yang jujur, dan hanya sesekali mendapatkan polisi yang tak jujur, maka kepercayaan masyarakat akan meningkat. Selanjutnya, polisi akan memiliki reputasi atau nama baik. Kalau institusi Polri memiliki reputasi dan nama baik, anggota polisi akan merasa berkepentingan menjaga reputasi dan nama baik polisi di mata warganegara. Pada gilirannya pula, masyarakat akan semakin mempercayai polisi.

Polisi yang memiliki empati tinggi memiliki kemampuan menyelesaikan masalah yang lebih tinggi juga. Karena polisi berusaha memahami dan peduli dengan kebutuhan, kepentingan, dan keprihatinan masyarakat, maka polisi memiliki bekal informasi dan pengetahuan yang diperlukan supaya profesinya dapat dijalankan lebih baik.

Penulis : Marwan

Editor : Alfian

 

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password